Rabu, 25 Februari 2026

Purbaya Tekankan Harga Gas Blok Masela Kompetitif Tanpa Markup Penyalur

Purbaya Tekankan Harga Gas Blok Masela Kompetitif Tanpa Markup Penyalur
Purbaya Tekankan Harga Gas Blok Masela Kompetitif Tanpa Markup Penyalur

JAKARTA - Pemerintah menyoroti pentingnya menjaga harga gas dari Blok Masela tetap terjangkau bagi industri dalam negeri, termasuk dengan memastikan tidak terjadi kenaikan harga yang berlebihan dalam rantai distribusi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan agar harga gas yang kompetitif di tingkat hulu tidak berubah menjadi mahal ketika sampai ke konsumen industri.

Dalam sebuah rapat debottlenecking di Kementerian Keuangan pada 24 Februari 2026, Purbaya menilai harga gas pipa Blok Masela yang telah disepakati dalam plan of development (POD) sebesar US$6,8 per million british thermal unit (MMBtu) sebenarnya sudah cukup kompetitif. Namun, ia mengingatkan adanya risiko harga gas menjadi jauh lebih mahal ketika didistribusikan ke sektor industri.

Menurutnya, kondisi tersebut harus diantisipasi sejak awal agar manfaat pengembangan Blok Masela benar-benar dirasakan oleh industri nasional yang membutuhkan energi dengan harga terjangkau.

Baca Juga

Menko Pangan Tegaskan Indonesia Tidak Akan Melakukan Impor Beras Dari AS

Harga Hulu Sudah Kompetitif

Purbaya menjelaskan bahwa harga gas yang ditetapkan di tingkat produksi sebenarnya relatif bersaing dan tidak terlalu tinggi dibandingkan kebutuhan industri. Karena itu, ia menilai kebijakan distribusi harus disusun secara cermat agar tidak memicu lonjakan harga yang tidak perlu.

“Kita beli mahal kan, US$12 [per MMBtu], apa berapa sekarang industri-industri, tekstil, segala macam itu kalau beli gas? Akan tetapi, kalau dikasih PGN, jangan-jangan di-markup lagi, jadi sampai ke pasarnya juga US$12—US$13,” kata Purbaya dalam rapat debottlenecking di Kementerian Keuangan, Selasa (24 Februari 2026).

Ia menilai selisih harga yang terlalu besar antara tingkat hulu dan hilir berpotensi membebani sektor industri. Kondisi tersebut dapat mengurangi daya saing industri nasional yang sangat bergantung pada pasokan energi gas.

Khawatir Markup Distribusi Gas

Purbaya meminta agar perusahaan penyedia jaringan gas pipa seperti PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. atau PGN tidak mengambil keuntungan terlalu tinggi dalam proses penyaluran gas ke industri. Ia mengingatkan agar kebijakan distribusi gas harus berorientasi pada kepentingan ekonomi nasional.

Menurutnya, jika biaya distribusi terlalu besar, maka harga gas yang diterima konsumen akhir akan tetap tinggi meskipun harga produksi relatif rendah. Hal tersebut dinilai tidak sejalan dengan tujuan pengembangan Blok Masela yang diharapkan mampu memperkuat industri dalam negeri.

Ia juga menegaskan perlunya penghitungan harga yang lebih akurat agar tidak terjadi distorsi harga akibat perantara dalam rantai pasok gas.

Skema Harga Lebih Kompetitif

Purbaya mendorong adanya skema penyaluran gas yang memungkinkan industri mendapatkan harga yang lebih bersaing. Ia meminta seluruh pihak terkait untuk mencari solusi terbaik agar harga gas domestik tetap kompetitif.

“Bisa enggak dicari scheme-scheme yang bagus, sehingga industri dalam negeri bisa menikmati dengan harga yang lebih kompetitif. Itu yang bisa dipikirkan sekarang kan nanti, ya,” ujarnya pada 24 Februari 2026.

Upaya tersebut dinilai penting karena sektor industri seperti tekstil dan manufaktur merupakan pengguna utama gas bumi di dalam negeri. Harga energi yang terjangkau dinilai akan membantu meningkatkan produktivitas serta menjaga keberlanjutan usaha.

Manfaat Blok Masela untuk Industri

Pengembangan proyek gas Blok Masela diharapkan menjadi salah satu sumber pasokan energi utama bagi Indonesia di masa depan. Pemerintah menilai proyek ini harus memberikan manfaat nyata bagi perekonomian domestik, terutama melalui penyediaan energi dengan harga yang kompetitif.

Karena itu, pemerintah ingin memastikan bahwa gas dari Blok Masela tidak hanya layak secara ekonomi bagi investor, tetapi juga terjangkau bagi pelaku industri dalam negeri. Jika harga gas dapat dijaga tetap kompetitif, maka Blok Masela diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan sektor industri sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Fery

Fery

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Menhub Pastikan Distribusi Logistik Aman Selama Masa Mudik Lebaran 2026

Menhub Pastikan Distribusi Logistik Aman Selama Masa Mudik Lebaran 2026

Ekspor Perdana Ikan Papua Bukti Potensi Komoditas Mendunia Tahun Ini

Ekspor Perdana Ikan Papua Bukti Potensi Komoditas Mendunia Tahun Ini

Update Terbaru Harga Baja Ringan Truss Februari 2026 Per Batang

Update Terbaru Harga Baja Ringan Truss Februari 2026 Per Batang

Inpex Minta Insentif Gas Masela, Purbaya Tetapkan Syarat

Inpex Minta Insentif Gas Masela, Purbaya Tetapkan Syarat

Menaker Fokus Pemerataan Magang Nasional Untuk Semua Daerah

Menaker Fokus Pemerataan Magang Nasional Untuk Semua Daerah