Jumat, 20 Februari 2026

Langkah Strategis BEI Perkuat Likuiditas Pasar Modal Melalui Reformasi Aturan Free Float 15 Persen

Langkah Strategis BEI Perkuat Likuiditas Pasar Modal Melalui Reformasi Aturan Free Float 15 Persen
Langkah Strategis BEI Perkuat Likuiditas Pasar Modal Melalui Reformasi Aturan Free Float 15 Persen

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah melakukan langkah besar dalam upaya mereformasi struktur pasar modal domestik guna meningkatkan daya saing di kancah global.

Salah satu poin krusial dalam transformasi ini adalah kebijakan untuk menaikkan ambang batas saham publik atau free float menjadi minimal 15 persen.

Langkah ini diambil bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah upaya sistematis untuk mempertebal likuiditas pasar dan memastikan bahwa pergerakan harga saham di bursa mencerminkan mekanisme pasar yang lebih sehat dan transparan bagi seluruh investor.

Baca Juga

Ketegangan Geopolitik Iran Picu Lonjakan Harga Emas Dunia Namun Waspadai Alarm Bahaya

Peningkatan porsi free float ini diharapkan dapat menarik lebih banyak aliran modal, baik dari investor domestik maupun asing, yang selama ini sering kali mengeluhkan terbatasnya suplai saham di pasar reguler untuk emiten-emiten tertentu.

Dengan jumlah saham beredar yang lebih banyak, volatilitas harga yang ekstrem akibat manipulasi atau keterbatasan suplai diharapkan dapat diminimalisir, sehingga menciptakan ekosistem investasi yang lebih stabil.

Urgensi Peningkatan Ambang Batas Saham Publik Bagi Emiten Terdaftar

Kebijakan menaikkan standar free float hingga 15 persen menjadi sinyal kuat bahwa BEI ingin mendorong emiten untuk lebih terbuka dan inklusif terhadap publik. Selama ini, banyak perusahaan yang telah melantai di bursa namun hanya melepas porsi saham minimal, sehingga transaksi harian menjadi tidak likuid.

Dengan aturan baru ini, emiten diwajibkan untuk menyesuaikan struktur kepemilikan saham mereka agar memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan dalam kerangka reformasi pasar modal.

Reformasi ini juga mencakup evaluasi berkala terhadap kepatuhan emiten. Perusahaan yang tidak mampu memenuhi batas minimal tersebut dalam jangka waktu yang diberikan akan menghadapi konsekuensi administratif hingga potensi perpindahan papan pencatatan.

Fokus utama dari kebijakan ini adalah melindungi kepentingan investor minoritas agar mereka memiliki akses yang lebih luas terhadap saham-saham berkualitas dengan transparansi kepemilikan yang lebih jelas.

Perluasan Transparansi Data Sebagai Fondasi Kepercayaan Investor Global

Selain urusan free float, BEI juga berkomitmen memperluas akses dan transparansi data perdagangan. Reformasi ini mencakup penyajian informasi yang lebih detail mengenai struktur transaksi dan keterbukaan informasi emiten yang lebih cepat serta mudah diakses.

Transparansi data adalah mata uang utama dalam dunia investasi; tanpa data yang akurat dan terbuka, investor akan ragu untuk menanamkan modalnya dalam jangka panjang.

Digitalisasi sistem pelaporan dan penyediaan data feed yang lebih komprehensif menjadi bagian dari agenda besar ini. BEI menyadari bahwa untuk bersaing dengan bursa regional lainnya, penyediaan informasi yang setara antara investor institusi dan ritel adalah kunci.

Dengan keterbukaan data yang lebih baik, para pelaku pasar dapat melakukan analisis fundamental dan teknikal dengan tingkat presisi yang lebih tinggi, sehingga keputusan investasi yang diambil menjadi lebih rasional.

Dampak Positif Reformasi Terhadap Peningkatan Volume Transaksi Harian

Implementasi kebijakan free float 15 persen dan transparansi data diproyeksikan akan berdampak langsung pada kenaikan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di bursa. Ketika jumlah saham yang tersedia di pasar meningkat, frekuensi perdagangan secara otomatis akan ikut terkerek naik.

Hal ini akan memberikan keuntungan bagi bursa dalam bentuk peningkatan pendapatan dari jasa transaksi, sekaligus memberikan kemudahan bagi investor untuk melakukan entry dan exit posisi tanpa takut terjebak pada saham yang tidak likuid.

Analis pasar modal menyambut baik langkah ini sebagai bentuk pendewasaan pasar. Dengan aturan yang lebih ketat namun suportif, kualitas emiten yang ada di BEI akan tersaring secara alami.

Hanya perusahaan yang benar-benar berkomitmen pada tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan keterbukaan publik yang akan mampu bertahan dan berkembang di era baru pasar modal Indonesia ini.

Langkah Mitigasi Dan Adaptasi Emiten Menuju Standar Baru BEI

Proses transisi menuju aturan free float 15 persen tentu memberikan tantangan tersendiri bagi pemegang saham pengendali. BEI telah menyiapkan skema masa transisi agar perusahaan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan aksi korporasi, seperti divestasi atau rights issue, guna memenuhi ketentuan tersebut.

Komunikasi yang intensif antara pihak otoritas bursa dengan manajemen emiten terus dilakukan untuk memastikan proses adaptasi ini berjalan mulus tanpa mengganggu stabilitas harga saham di pasar.

Bagi investor, reformasi ini adalah momen untuk melakukan seleksi ulang terhadap portofolio mereka. Emiten yang proaktif dalam memenuhi aturan baru ini biasanya menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pertumbuhan nilai pemegang saham.

Pada akhirnya, reformasi pasar modal yang diusung oleh BEI ini bertujuan untuk menciptakan bursa yang tidak hanya besar secara kapitalisasi, tetapi juga sehat, likuid, dan menjadi motor penggerak utama ekonomi nasional di tahun 2026.

Regan

Regan

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 20 Februari 2026 Beserta Rekomendasi Saham Pilihan

Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 20 Februari 2026 Beserta Rekomendasi Saham Pilihan

IHSG Berpotensi Menuju Level Psikologis 8.500 Simak Deretan Saham Unggulan Analis Hari Ini

IHSG Berpotensi Menuju Level Psikologis 8.500 Simak Deretan Saham Unggulan Analis Hari Ini

BI Pertahankan Suku Bunga, Ini Dampaknya pada Saham Perbankan dan Kinerja Kredit

BI Pertahankan Suku Bunga, Ini Dampaknya pada Saham Perbankan dan Kinerja Kredit

BFIN Siapkan Dana Buyback Saham Rp100 Miliar untuk Menjaga Stabilitas Perdagangan Pasar Modal Indonesia

BFIN Siapkan Dana Buyback Saham Rp100 Miliar untuk Menjaga Stabilitas Perdagangan Pasar Modal Indonesia

Cara Bayar Kartu Kredit BCA dengan Mudah dan Cepat

Cara Bayar Kartu Kredit BCA dengan Mudah dan Cepat