Jumat, 20 Februari 2026

BFIN Siapkan Dana Buyback Saham Rp100 Miliar untuk Menjaga Stabilitas Perdagangan Pasar Modal Indonesia

BFIN Siapkan Dana Buyback Saham Rp100 Miliar untuk Menjaga Stabilitas Perdagangan Pasar Modal Indonesia
BFIN Siapkan Dana Buyback Saham Rp100 Miliar untuk Menjaga Stabilitas Perdagangan Pasar Modal Indonesia

JAKARTA - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mengumumkan rencana strategis untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan menyiapkan dana maksimum hingga Rp100 miliar. Langkah ini ditujukan untuk merespons kondisi pasar yang mengalami volatilitas tinggi serta untuk memperkuat kepercayaan investor terhadap saham perseroan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ruang Lingkup Aksi Buyback Saham

Manajemen BFIN menyampaikan dalam keterbukaan informasi resmi bahwa dana hingga Rp100 miliar tersebut akan digunakan untuk membeli kembali saham BFIN yang beredar di pasar. Aksi ini dilakukan dalam kerangka pasar yang fluktuatif sebagaimana ditetapkan dalam peraturan yang berlaku. Jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 1 persen dari total modal disetor perseroan.

Baca Juga

Ketegangan Geopolitik Iran Picu Lonjakan Harga Emas Dunia Namun Waspadai Alarm Bahaya

Perusahaan juga memastikan bahwa setelah pelaksanaan buyback, saham yang beredar di publik atau free float tidak akan turun di bawah 40 persen dari modal disetor perseroan. Berdasarkan data yang tersedia pada PT Bursa Efek Indonesia, free float BFIN saat ini mencapai sekitar 44,87 persen.

Alasan di Balik Buyback Saham

BFIN menyatakan bahwa aksi buyback dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas perdagangan saham di tengah volatilitas pasar yang signifikan. Manajemen mengatakan bahwa langkah ini diambil sebagai dukungan terhadap terciptanya pasar modal Indonesia yang stabil serta meningkatkan kepercayaan para investor terhadap saham perusahaan.

Aksi ini dilandasi oleh kondisi pasar yang memenuhi kriteria volatilitas tinggi sesuai dengan ketentuan dalam POJK 13/2023, yang berlaku hingga 17 Maret 2026, berdasarkan Surat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Rencana Pelaksanaan dan Mekanisme Operasional

Rencana pelaksanaan buyback akan dimulai sejak 23 Februari 2026 dan berlangsung selama maksimal tiga bulan, kecuali jika selesai lebih cepat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Semua transaksi pembelian kembali saham akan dilaksanakan melalui pasar reguler di BEI dan hanya melalui PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai perantara pedagang efek.

Harga saham yang dibeli kembali akan ditetapkan pada tingkat yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian, aksi ini diharapkan tidak hanya menstabilkan harga saham, tetapi juga mempertimbangkan aspek value bagi para pemegang saham.

Pengaruh terhadap Struktur Kepemilikan dan Pasar Saham

Manajemen BFIN menegaskan bahwa pelaksanaan aksi buyback diyakini tidak akan berdampak signifikan terhadap kegiatan usaha, kinerja keuangan, struktur permodalan, maupun likuiditas perseroan. Menurut keterbukaan informasi sebelumnya, posisi likuiditas BFIN saat ini tergolong kuat dan arus kas perusahaan dipandang memadai untuk menopang kesinambungan usaha.

Selain itu, dengan tetap mempertahankan porsi saham publik di atas batas minimum, perseroan berupaya menjaga likuiditas pasar untuk sahamnya, sehingga memungkinkan transaksi tetap aktif dan tidak terlalu terkonsentrasi pada pemegang saham utama.

Pandangan Analis dan Relevansi Pasar Modal

Meski BFIN bukan satu-satunya emiten yang melakukan buyback di pasar saham Indonesia, langkah ini kerap dilihat sebagai strategi korporasi untuk menangkal tekanan harga saham ketika pasar menunjukkan kondisi yang kurang stabil. Aksi sejenis juga pernah dilakukan oleh emiten lain untuk meningkatkan value pemegang saham atau menjaga harga saham agar tidak terkoreksi terlalu tajam.

Dalam konteks pasar yang lebih luas, kebijakan buyback bisa menjadi sinyal positif dari manajemen perusahaan bahwa mereka memandang harga saham saat ini menarik dan menunjukkan keyakinan terhadap prospek ke depan. Investor seringkali menilai buyback sebagai tanda bahwa perusahaan memiliki kepercayaan pada fundamental bisnisnya dan berupaya memberikan dukungan terhadap harga saham.

Dengan demikian, rencana BFIN untuk menyiapkan dana Rp100 miliar ini tidak hanya berfungsi sebagai aksi korporasi biasa, tetapi juga sebagai strategi yang diharapkan dapat merespons dinamika pasar dan memperkuat kepercayaan di tengah volatilitas pasar modal Indonesia.

Fery

Fery

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 20 Februari 2026 Beserta Rekomendasi Saham Pilihan

Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 20 Februari 2026 Beserta Rekomendasi Saham Pilihan

IHSG Berpotensi Menuju Level Psikologis 8.500 Simak Deretan Saham Unggulan Analis Hari Ini

IHSG Berpotensi Menuju Level Psikologis 8.500 Simak Deretan Saham Unggulan Analis Hari Ini

Langkah Strategis BEI Perkuat Likuiditas Pasar Modal Melalui Reformasi Aturan Free Float 15 Persen

Langkah Strategis BEI Perkuat Likuiditas Pasar Modal Melalui Reformasi Aturan Free Float 15 Persen

BI Pertahankan Suku Bunga, Ini Dampaknya pada Saham Perbankan dan Kinerja Kredit

BI Pertahankan Suku Bunga, Ini Dampaknya pada Saham Perbankan dan Kinerja Kredit

Cara Bayar Kartu Kredit BCA dengan Mudah dan Cepat

Cara Bayar Kartu Kredit BCA dengan Mudah dan Cepat