Jumat, 20 Februari 2026

Bank Danamon Siap Bocorkan Dividen Menarik dalam RUPST Maret 2026

Bank Danamon Siap Bocorkan Dividen Menarik dalam RUPST Maret 2026
Bank Danamon Siap Bocorkan Dividen Menarik dalam RUPST Maret 2026

JAKARTA - PT Bank Danamon Tbk. (BDMN) menjelang Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang direncanakan pada 31 Maret 2026, akan menentukan pembagian dividen tahun buku 2025. 

Rapat tersebut akan menjadi momen penting bagi para pemegang saham, yang menantikan keputusan mengenai besaran dividen yang akan dibagikan. 

Namun, meskipun perseroan belum memberikan angka pasti terkait dividen, ada indikasi bahwa Bank Danamon tetap akan mempertahankan kebijakan pembayaran dividen yang konsisten, yaitu sekitar 35% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Baca Juga

Strategi Bank Danamon Menghadapi Tantangan Ekonomi 2026 dengan Kolaborasi

Kinerja Keuangan 2025 Mendorong Pembagian Dividen

Dalam konferensi pers virtual terkait laporan kinerja Bank Danamon tahun 2025, Wakil Direktur Utama Bank Danamon, Honggo Widjojo Kangmasto, menyampaikan bahwa keputusan terkait pembagian dividen akan dilakukan setelah rapat umum pemegang saham. 

Meskipun begitu, Honggo mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Bank Danamon secara konsisten membagikan dividen sebesar 35% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham.

Pada tahun 2025, Bank Danamon berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp4 triliun, yang meningkat 14% secara tahunan (YoY) dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang solid meskipun ada berbagai tantangan dalam sektor perbankan. 

Laba tersebut dipicu oleh kinerja operasional yang baik, serta pencapaian yang cukup menggembirakan dalam pengelolaan biaya dan pengurangan risiko kredit. Oleh karena itu, para investor berhak mengharapkan dividen yang tidak kalah menarik pada tahun ini.

Laba Bersih Bank Danamon Tumbuh Signifikan

Laba bersih yang dicatatkan Bank Danamon pada tahun 2025 menunjukkan hasil yang mengesankan, yang tidak hanya mencerminkan kinerja yang solid, tetapi juga strategi perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar. 

Dalam keterangan yang disampaikan oleh Chief Financial Officer (CFO) Bank Danamon, Theresia Adriana, laba bersih yang mencapai Rp4 triliun tersebut tidak terlepas dari penggabungan usaha yang dilakukan oleh Bank Danamon dengan Mandala Multifinance dan Adira sejak Oktober 2025. Penggabungan ini menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan profitabilitas Bank Danamon.

Selain laba bersih yang meningkat, laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) konsolidasian juga tercatat sebesar Rp9,6 triliun, dengan pertumbuhan 4% YoY. 

Theresia mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut menunjukkan pengelolaan pendapatan operasional yang sangat solid, yang menjadi kunci utama dalam mendorong laba bersih yang tinggi. Bank Danamon juga berhasil mengelola biaya kredit dengan baik, dengan rasio cost of credit yang turun 10% YoY, yang turut berkontribusi pada hasil yang memuaskan.

Dividen Konsisten Sebagai Bagian dari Kebijakan Keuangan

Sebagai bagian dari kebijakan keuangan jangka panjang, Bank Danamon tetap mempertahankan kebijakan pembayaran dividen yang konsisten. Pada tahun 2025, Bank Danamon sebelumnya membagikan dividen sebesar Rp113,85 per lembar saham untuk tahun buku 2024. 

Pembayaran dividen tersebut setara dengan 35% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham entitas induk pada tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp3,2 triliun.

Hal ini mencerminkan komitmen Bank Danamon untuk tetap memberikan manfaat kepada para pemegang sahamnya, meskipun tantangan ekonomi dan pasar yang dinamis. Sebagai bank yang telah beroperasi dalam jangka waktu yang lama, keputusan untuk terus membagikan dividen dengan rasio yang relatif stabil ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor. 

Para pemegang saham dapat merasakan keuntungan dari hasil investasi mereka melalui pembagian dividen yang diberikan oleh bank.

Tantangan dan Prospek Bank Danamon ke Depan

Meskipun Bank Danamon telah mencatatkan kinerja yang solid pada 2025, tantangan tetap ada di depan. Sebagai bank yang bergerak dalam sektor yang sangat dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi dan suku bunga, Bank Danamon perlu terus beradaptasi dengan dinamika pasar. Terlebih lagi, bank ini harus bisa mempertahankan pertumbuhan yang stabil di tengah ketatnya persaingan industri perbankan.

Namun, dengan penggabungan usaha yang dilakukan pada akhir 2025 dan perbaikan dalam pengelolaan biaya dan kredit, Bank Danamon memiliki prospek yang cerah ke depan. 

Keberhasilan dalam meningkatkan laba bersih dan laba operasional akan semakin memperkuat posisi Bank Danamon di pasar, yang juga akan memberi ruang untuk distribusi dividen yang lebih besar lagi di masa mendatang.

Dalam hal ini, para pemegang saham berharap bahwa rapat umum pemegang saham tahunan yang dijadwalkan pada Maret 2026 akan menghasilkan keputusan dividen yang lebih menarik, seiring dengan stabilitas keuangan yang tercapai oleh Bank Danamon. 

Dengan rasio pembayaran dividen yang terus dipertahankan, Bank Danamon semakin memperlihatkan komitmennya terhadap keberlanjutan bisnis yang menguntungkan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Keputusan Pembagian Dividen Menjadi Momen Penting Bagi Pemegang Saham

Keputusan mengenai pembagian dividen yang akan diumumkan dalam RUPST pada 31 Maret 2026 sangat ditunggu oleh para pemegang saham. 

Hal ini menjadi indikasi yang jelas bagi investor terkait kesehatan keuangan Bank Danamon dan seberapa besar perhatian perusahaan terhadap para pemegang sahamnya. 

Dengan berbagai pencapaian positif sepanjang tahun 2025, besar kemungkinan bahwa dividen yang akan dibagikan pada tahun ini akan memberikan keuntungan signifikan bagi investor.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

IIF Catatkan Laba Bersih Rp185,3 Miliar dan Tumbuh Signifikan

IIF Catatkan Laba Bersih Rp185,3 Miliar dan Tumbuh Signifikan

BCA Tingkatkan Strategi Bisnis Berkelanjutan Lewat Pengembangan SDM

BCA Tingkatkan Strategi Bisnis Berkelanjutan Lewat Pengembangan SDM

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia Capai Angka Positif 2026

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia Capai Angka Positif 2026

Harga Emas Perhiasan Jumat 20 Februari 2026 Naik, Simak Daftar Lengkapnya

Harga Emas Perhiasan Jumat 20 Februari 2026 Naik, Simak Daftar Lengkapnya

Update Rincian Harga Emas Pegadaian Jumat 20 Februari 2026

Update Rincian Harga Emas Pegadaian Jumat 20 Februari 2026