Jumat, 20 Februari 2026

Inovasi Garuda Indonesia Hadirkan Pesawat Manasik Haji di Aceh untuk Latihan Nyata Calon Jemaah Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Inovasi Garuda Indonesia Hadirkan Pesawat Manasik Haji di Aceh untuk Latihan Nyata Calon Jemaah Sebelum Berangkat ke Tanah Suci
Inovasi Garuda Indonesia Hadirkan Pesawat Manasik Haji di Aceh untuk Latihan Nyata Calon Jemaah Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JAKARTA - Persiapan menuju ibadah haji kini memasuki babak baru yang lebih aplikatif dan menyentuh kebutuhan nyata calon jemaah. Tidak lagi hanya berupa pembelajaran di ruang kelas, proses manasik mulai menghadirkan simulasi perjalanan yang menyerupai kondisi sebenarnya.

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan haji agar jemaah lebih siap menghadapi perjalanan panjang. Fokusnya adalah memberikan pengalaman langsung sehingga setiap tahapan dapat dipahami dengan lebih tenang dan matang.

Maskapai nasional Garuda Indonesia menghibahkan satu unit pesawat untuk fasilitas manasik di Asrama Haji Kelas I Aceh sebagai langkah strategis dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan haji. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi calon jemaah, terutama yang baru pertama kali bepergian menggunakan pesawat.

Baca Juga

Strategi PT Selamat Sempurna Hadapi Lonjakan Permintaan Produk Otomotif Saat Ramadan dan Lebaran 2026

Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak bersama Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H. Kairupan. Turut hadir pula Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy serta Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dalam kegiatan tersebut.

Manasik Tidak Lagi Sekadar Teori

Dahnil mengatakan, satu unit pesawat yang dihibahkan Garuda untuk fasilitas manasik di Asrama Haji Kelas I Aceh itu bukan hanya sekadar simbol atau pajangan. Hal itu karena hibah ini dirancang sebagai sarana untuk melakukan praktik langsung bagi para calon jemaah haji.

“Pesawat ini kami hadirkan agar jemaah merasakan suasana penerbangan haji,” kata Dahnil dalam keterangannya, Kamis, 19 Februari 2026. “Jadi pada saat hari keberangkatan tiba, mereka (jemaah haji) bisa lebih tenang dan siap,” ujarnya.

Melalui fasilitas ini, pelaksanaan manasik mengalami perubahan pendekatan dari sekadar penjelasan menjadi pengalaman nyata. Calon jemaah dapat memahami alur perjalanan sejak sebelum keberangkatan tanpa harus membayangkannya secara abstrak.

Metode praktik langsung dinilai jauh lebih efektif dalam membangun kesiapan psikologis jemaah. Pengalaman simulasi mampu mengurangi rasa cemas yang kerap muncul menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.

Pesawat Disulap Menyerupai Kabin Aktif

Pesawat jenis Boeing 737 eks Citilink itu telah dirakit ulang dan disesuaikan menyerupai kabin aktif. Penataan interior dibuat sedemikian rupa agar memberikan gambaran realistis tentang suasana penerbangan haji.

Calon jemaah kini dapat mempraktikkan langsung berbagai proses yang sebelumnya hanya dijelaskan melalui teori. Mereka dapat memahami alur perjalanan secara bertahap dengan pendampingan petugas manasik.

Simulasi yang dapat dilakukan di dalam pesawat meliputi beberapa tahapan penting berikut:

Proses boarding sebagaimana di bandara keberangkatan.

Penempatan bagasi kabin sesuai aturan penerbangan.

Penggunaan sabuk pengaman dengan benar.

Pemahaman prosedur selama penerbangan jarak jauh.

Penyesuaian diri dengan kondisi kabin pesawat.

Pengalaman ini memberikan gambaran utuh mengenai perjalanan udara yang akan dijalani selama menuju Tanah Suci. Dengan demikian, jemaah tidak lagi merasa asing terhadap situasi yang akan dihadapi.

Langkah ini menjawab persoalan klasik yaitu kecemasan jemaah, terutama kalangan lansia, saat pertama kali menghadapi perjalanan udara panjang. Banyak di antara mereka sebelumnya merasa khawatir karena belum pernah merasakan pengalaman terbang.

Manasik tidak lagi berhenti pada teori rukun dan wajib haji, tetapi juga menyentuh aspek teknis perjalanan yang kerap menjadi sumber kekhawatiran. Pendekatan ini membuat persiapan ibadah menjadi lebih menyeluruh dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Nilai Historis yang Kembali Dihidupkan di Aceh

Penempatan pesawat di Aceh juga dinilai memiliki nilai historis yang sangat kuat. Daerah ini memiliki hubungan panjang dengan perjalanan lahirnya maskapai nasional Indonesia.

Dari wilayah ini lahir Garuda Indonesia melalui pesawat legendaris Seulawah RI-001 yang didukung rakyat Aceh. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah awal penerbangan nasional Indonesia.

Hibah ini menjadi penghormatan atas kontribusi masyarakat Aceh terhadap perkembangan dunia aviasi nasional. Sekaligus, langkah ini mengembalikan jejak sejarah ke tanah asalnya dalam bentuk yang lebih nyata dan bermanfaat.

Kehadiran pesawat manasik bukan hanya sarana pelatihan, tetapi juga simbol kesinambungan sejarah. Masa lalu dan masa kini dipertemukan melalui fasilitas yang memberi manfaat langsung bagi umat.

Sinergi Pemerintah dan Maskapai Perkuat Ekosistem Haji Nasional

Di bawah kepemimpinan Glenny H. Kairupan, Garuda menegaskan perannya sebagai mitra strategis negara dalam ekosistem haji nasional. Maskapai tidak hanya bertugas sebagai operator transportasi, tetapi juga berkontribusi dalam proses pembinaan jemaah.

Sinergi antara pemerintah pusat, maskapai, dan pemerintah daerah kini bergerak lebih konkret dalam mempersiapkan jemaah sejak dari embarkasi. Kolaborasi ini menjadi contoh penguatan layanan publik berbasis kebutuhan masyarakat.

Fasilitas pesawat manasik menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam penyelenggaraan haji. Jemaah tidak hanya memahami tata cara ibadah, tetapi juga siap menghadapi dinamika perjalanan internasional.

Kesiapan mental menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran ibadah haji. Dengan simulasi ini, jemaah memiliki kesempatan beradaptasi lebih awal terhadap situasi yang akan mereka alami.

Langkah inovatif ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan manasik di daerah lain pada masa mendatang. Pendekatan berbasis pengalaman dinilai mampu meningkatkan kualitas pelayanan secara signifikan.

Keberadaan fasilitas tersebut juga memperlihatkan transformasi layanan haji yang semakin modern dan terintegrasi. Pembinaan jemaah kini dilakukan dengan metode yang lebih edukatif, praktis, dan berorientasi pada kenyamanan.

Dengan fasilitas ini, manasik di Aceh menjadi lebih lengkap karena menggabungkan pemahaman spiritual dan kesiapan teknis perjalanan. Jemaah mendapatkan bekal yang tidak hanya memperkuat ibadah, tetapi juga membangun rasa percaya diri saat berangkat.

Program ini menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas penyelenggaraan haji memerlukan inovasi lintas sektor. Kolaborasi yang terjalin menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan jemaah Indonesia yang terus berkembang.

Pada akhirnya, kehadiran pesawat hibah ini bukan sekadar tambahan fasilitas fisik. Ia menjadi sarana edukasi, simbol sejarah, sekaligus bentuk pelayanan yang berorientasi pada kesiapan menyeluruh calon jemaah haji Indonesia.

Zahra

Zahra

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Strategi PT KAI Daop 7 Madiun Tambah Kereta Untuk Antisipasi Lonjakan Penumpang Lebaran 2026

Strategi PT KAI Daop 7 Madiun Tambah Kereta Untuk Antisipasi Lonjakan Penumpang Lebaran 2026

Garuda Indonesia Hibahkan Pesawat Khusus Untuk Manasik Haji Demi Persiapan Optimal Jemaah

Garuda Indonesia Hibahkan Pesawat Khusus Untuk Manasik Haji Demi Persiapan Optimal Jemaah

Panduan Lengkap Mudik Gratis Bersama BUMN 2026 Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Panduan Lengkap Mudik Gratis Bersama BUMN 2026 Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Wijaya Karya Raih Kontrak Rp290 Miliar Bangun SMA Unggul Garuda di Kalimantan Utara

Wijaya Karya Raih Kontrak Rp290 Miliar Bangun SMA Unggul Garuda di Kalimantan Utara

Jasa Marga Siapkan Investasi Jalan Tol Baru Hingga Rp 12 Triliun Demi Konektivitas Nasional 2026

Jasa Marga Siapkan Investasi Jalan Tol Baru Hingga Rp 12 Triliun Demi Konektivitas Nasional 2026