Jumat, 20 Februari 2026

ASDP Siapkan Strategi Besar Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026 Demi Penyeberangan Aman Nyaman dan Tanpa Hambatan

ASDP Siapkan Strategi Besar Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026 Demi Penyeberangan Aman Nyaman dan Tanpa Hambatan
ASDP Siapkan Strategi Besar Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026 Demi Penyeberangan Aman Nyaman dan Tanpa Hambatan

JAKARTA - Mobilitas masyarakat saat Lebaran selalu menjadi momentum terbesar dalam pergerakan transportasi nasional setiap tahunnya. Persiapan matang menjadi kunci utama agar lonjakan penumpang dan kendaraan dapat terkelola tanpa menimbulkan kepadatan berlebih.

Menghadapi arus mudik 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan kesiapan penuh dalam mengawal kelancaran layanan penyeberangan. Fokus utama diarahkan pada penguatan operasional agar perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan tertib.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa seluruh elemen perusahaan telah disiagakan sejak jauh hari. Langkah ini dilakukan agar layanan tetap optimal selama periode mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri 2026.

Baca Juga

Strategi PT Selamat Sempurna Hadapi Lonjakan Permintaan Produk Otomotif Saat Ramadan dan Lebaran 2026

Penguatan Armada dan Sistem Operasional Jadi Prioritas

Heru mengatakan kesiapan layanan dilakukan melalui penguatan armada, pelabuhan, sistem operasional, serta koordinasi intensif agar perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan tertib tanpa menghambat distribusi kendaraan maupun logistik. Seluruh strategi tersebut dirancang untuk memastikan pengalaman penyeberangan tetap terjaga selama masa sibuk tahunan itu.

“Pelayanan optimal menjadi prioritas sehingga pengalaman penyeberangan tetap terjaga selama periode mudik dan balik (Lebaran Idul Fitri 2026),” kata Heru dalam keterangan di Jakarta, Rabu. Pernyataan ini menegaskan bahwa aspek layanan menjadi perhatian utama selain kapasitas angkut.

Secara nasional, ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang angkutan Lebaran 2026 mencapai sekitar 5,8 juta orang atau meningkat 9,4 persen dibanding periode sebelumnya. Sementara itu, pergerakan kendaraan diperkirakan menembus 1,4 juta unit atau naik 9,3 persen.

Dengan kesiapan armada dan infrastruktur tersebut, lanjut Heru, ASDP optimistis layanan penyeberangan dapat menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memastikan konektivitas logistik tetap terjaga selama arus mudik dan balik Lebaran. Stabilitas distribusi logistik dinilai sama pentingnya dengan kelancaran perjalanan pemudik.

Lintasan Merak–Bakauheni Tetap Jadi Barometer Nasional

Perusahaan BUMN transportasi penyeberangan itu menerapkan kesiapan penuh mengawal layanan penyeberangan menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026 termasuk di lintasan Pelabuhan Merak–Pelabuhan Bakauheni yang kembali menjadi barometer kelancaran mobilitas mudik nasional. Lintasan ini setiap tahun menjadi indikator utama sukses tidaknya pengelolaan arus Lebaran.

Heru menuturkan kedua pelabuhan itu setiap tahun menjadi gerbang utama pergerakan masyarakat dan kendaraan antara Pulau Jawa dan Sumatera sekaligus jalur vital distribusi logistik. Volume kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga truk logistik terpusat di lintasan tersebut.

Untuk mengantisipasi lonjakan perjalanan, kapasitas layanan juga telah disiapkan melalui sistem tiket daring dengan kuota awal lintasan tersibuk Merak–Bakauheni masing-masing mencapai lebih dari 1,5 juta tiket penyeberangan. Sistem digital ini menjadi alat pengendali utama agar arus kendaraan lebih terdistribusi.

“Dan jumlah ini masih berpotensi bertambah mendekati periode puncak arus mudik,” ucap dia. Penambahan kuota akan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan serta hasil pemantauan pergerakan masyarakat.

Sementara itu, lanjut Heru, berdasarkan proyeksi regulator dalam hal ini Kementerian Perhubungan, lintasan Merak–Bakauheni diperkirakan dilalui sekitar enam juta penumpang. Angka tersebut menunjukkan besarnya tekanan mobilitas yang harus diantisipasi secara sistematis.

Penambahan Kapal dan Dermaga untuk Percepat Layanan

Menjawab potensi lonjakan, ASDP menyiagakan 75 kapal sesuai pengaturan operasional. Armada tersebut disebar secara terukur untuk menjaga frekuensi pelayaran tetap stabil sepanjang periode angkutan Lebaran.

Selain kapal, perusahaan juga menambah dermaga ekspres menjadi dua unit guna mempercepat proses muat kendaraan tanpa mengabaikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa. Penambahan fasilitas ini diharapkan mampu memangkas waktu tunggu di pelabuhan.

Langkah tersebut dilakukan agar proses bongkar muat kendaraan dapat berlangsung lebih efisien. Dengan waktu layanan yang lebih cepat, antrean panjang yang kerap terjadi saat puncak mudik dapat ditekan.

Selain itu, untuk mendukung operasional, ASDP menyiagakan 1.197 personel di Merak dan 786 personel di Bakauheni guna memastikan pengaturan kendaraan, pelayanan penumpang, serta pengawasan keselamatan berjalan maksimal. Penempatan personel dilakukan berdasarkan titik kepadatan layanan.

Kehadiran petugas tambahan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran arus kendaraan masuk dan keluar kapal. Pengawasan juga diperketat untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan dijalankan secara disiplin.

Digitalisasi Tiket dan Imbauan Pemesanan Lebih Awal

Sejalan itu, masyarakat diimbau memesan tiket lebih awal melalui layanan daring yang dapat diakses sejak H-60. Tiket akan terkirim lewat WhatsApp maupun email serta dapat dibayar secara digital.

Sistem ini memungkinkan jadwal perjalanan direncanakan lebih pasti sekaligus menghindari antrean panjang saat periode puncak. Digitalisasi juga membantu operator mengatur distribusi kendaraan berdasarkan waktu keberangkatan.

ASDP juga mengingatkan pengguna jasa agar terlebih dahulu memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan. Langkah ini menjadi syarat utama untuk menghindari penumpukan kendaraan di area pelabuhan.

Pengguna jasa diminta melakukan perjalanan sesuai jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket. Kepatuhan terhadap jadwal menjadi faktor penting dalam menjaga alur layanan tetap lancar.

Selain itu, masyarakat diminta memastikan pengisian data dan identitas penumpang dilakukan secara lengkap dan benar. Validasi data diperlukan untuk mempercepat proses pemeriksaan saat akan menyeberang.

“Ini untuk mendukung kelancaran proses layanan selama periode angkutan Lebaran,” kata Heru. Kepatuhan pengguna jasa terhadap sistem yang telah disiapkan akan sangat menentukan keberhasilan pengelolaan arus mudik tahun ini.

Komitmen Jaga Kelancaran Mobilitas dan Distribusi Nasional

Kesiapan menyeluruh yang dilakukan ASDP menunjukkan bahwa pengelolaan angkutan Lebaran tidak hanya berfokus pada jumlah penumpang. Perhatian juga diarahkan pada kesinambungan distribusi barang agar roda ekonomi tetap berjalan.

Penyeberangan Merak–Bakauheni memiliki peran strategis sebagai jalur logistik nasional yang menghubungkan dua pulau besar. Karena itu, kelancaran layanan di lintasan ini berdampak langsung pada stabilitas pasokan barang.

Melalui penguatan armada, infrastruktur, teknologi digital, dan sumber daya manusia, ASDP berupaya menghadirkan layanan yang semakin andal. Persiapan ini diharapkan mampu menjawab tantangan lonjakan mobilitas yang terus meningkat setiap tahun.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan layanan publik yang aman dan profesional. Dengan perencanaan matang dan partisipasi masyarakat, perjalanan mudik Lebaran 2026 diharapkan berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.

Zahra

Zahra

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Strategi PT KAI Daop 7 Madiun Tambah Kereta Untuk Antisipasi Lonjakan Penumpang Lebaran 2026

Strategi PT KAI Daop 7 Madiun Tambah Kereta Untuk Antisipasi Lonjakan Penumpang Lebaran 2026

Garuda Indonesia Hibahkan Pesawat Khusus Untuk Manasik Haji Demi Persiapan Optimal Jemaah

Garuda Indonesia Hibahkan Pesawat Khusus Untuk Manasik Haji Demi Persiapan Optimal Jemaah

Panduan Lengkap Mudik Gratis Bersama BUMN 2026 Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Panduan Lengkap Mudik Gratis Bersama BUMN 2026 Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Wijaya Karya Raih Kontrak Rp290 Miliar Bangun SMA Unggul Garuda di Kalimantan Utara

Wijaya Karya Raih Kontrak Rp290 Miliar Bangun SMA Unggul Garuda di Kalimantan Utara

Jasa Marga Siapkan Investasi Jalan Tol Baru Hingga Rp 12 Triliun Demi Konektivitas Nasional 2026

Jasa Marga Siapkan Investasi Jalan Tol Baru Hingga Rp 12 Triliun Demi Konektivitas Nasional 2026