JAKARTA - Suasana Kota Malang pada awal Februari ini menjadi saksi kuatnya harmoni lintas iman. Ribuan jemaah Nahdlatul Ulama yang memadati kawasan Stadion Gajayana dalam rangka Mujahadah Kubro 1 Abad NU disambut dengan sikap keterbukaan yang hangat dari berbagai elemen masyarakat.
Di tengah keterbatasan kapasitas lokasi utama, solidaritas justru tumbuh dari ruang-ruang ibadah lintas agama.
Lonjakan jumlah jemaah yang datang dari berbagai daerah membuat stadion tak lagi mampu menampung seluruh peserta. Kondisi tersebut mendorong lahirnya solusi yang tidak hanya praktis, tetapi juga sarat makna toleransi.
Baca JugaPrabowo Soroti Potensi Dana Umat Capai Rp500 Triliun Nasional
Sejumlah gereja di sekitar stadion memilih membuka pintu mereka, menyediakan ruang istirahat, hingga fasilitas ibadah demi kenyamanan para jemaah.
Langkah ini menjadi cerminan kehidupan sosial Kota Malang yang selama ini dikenal inklusif. Dukungan lintas iman tersebut tidak sekadar bersifat teknis, melainkan menjadi simbol kuat persaudaraan di tengah perbedaan keyakinan. Mujahadah Kubro pun menjelma menjadi momentum kebersamaan yang melampaui sekat agama.
Gereja Jadi Ruang Transit Jemaah Mujahadah
Gelombang jemaah Nahdlatul Ulama yang memadati kawasan Stadion Gajayana pada 7–8 Februari 2026 tidak hanya disambut panitia dan aparat keamanan.
Sejumlah gereja di sekitar arena turut membuka pintu dengan menyediakan ruang istirahat hingga fasilitas ibadah bagi para jemaah.
Langkah tersebut diambil sebagai solusi atas keterbatasan kapasitas Stadion Gajayana yang tidak sampai menampung 100 ribu orang.
Gereja-gereja yang berada di jalur utama kegiatan disiapkan sebagai titik transit agar jemaah tetap nyaman mengikuti seluruh rangkaian acara Mujahadah Kubro 1 Abad NU.
Beberapa gereja yang terlibat antara lain Gereja Katedral Ijen, GKJW Jalan S. Suparman, GKI Bromo, HKBP Jalan Bromo No. 39, serta Gereja Hati Kudus Yesus Kayutangan. Lokasi gereja-gereja tersebut dinilai strategis karena berdekatan langsung dengan kawasan stadion.
Pemerintah Kota Apresiasi Dukungan Lintas Iman
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa dukungan gereja-gereja tersebut sangat membantu pemerintah kota dalam mengurai kepadatan massa yang terjadi di sekitar Stadion Gajayana selama kegiatan berlangsung.
“Gereja-gereja ini lokasinya berdekatan dengan Stadion Gajayana. Jadi ketika stadion tidak memungkinkan menampung jemaah, mereka bisa beristirahat dan tetap mengikuti kegiatan,” kata Wahyu, Sabtu, 7 Februari 2026.
Tak hanya menjadi tempat singgah, sejumlah gereja juga menyiapkan fasilitas pendukung, seperti toilet, makanan dan minuman, hingga ruang untuk berwudhu dan salat.
Fasilitas ini sangat membantu jemaah yang harus menunggu giliran masuk stadion atau memilih mengikuti acara dari luar area utama.
Videotron Disiapkan Agar Jemaah Tetap Mengikuti Acara
Agar jemaah yang berada di luar stadion tetap dapat mengikuti kegiatan Mujahadah Kubro, Pemerintah Kota Malang memasang delapan unit videotron di sejumlah titik strategis. Salah satu videotron ditempatkan di area Gereja Katedral Ijen.
Layar raksasa tersebut menayangkan siaran langsung dari dalam Stadion Gajayana. Dengan demikian, jemaah yang beristirahat atau berada di titik transit tetap dapat mengikuti rangkaian doa dan acara tanpa harus berdesakan di dalam stadion.
“Videotron akan dikoneksikan secara live, sehingga jemaah tetap bisa mengikuti Mujahadah Kubro meski berada di luar stadion,” terang Wahyu. Langkah ini dinilai efektif untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan seluruh peserta.
Makna Toleransi Dan Pengamanan Terpadu
Dari pihak gereja, keterlibatan tersebut dimaknai sebagai panggilan kemanusiaan. Pendeta Nathael Hermawan Prianto menegaskan gereja hadir sebagai ruang persaudaraan lintas iman di tengah perhelatan akbar keagamaan tersebut.
“Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang persaudaraan. Kami terbuka mendukung saudara-saudara kami yang mengikuti Mujahadah Kubro 1 Abad NU,” ujar Nathael. Pernyataan ini menegaskan komitmen gereja dalam menjaga harmoni sosial di Kota Malang.
Kapolresta Malang Kota Kombes Putu Kholis Aryana memastikan pengamanan dilakukan secara menyeluruh, termasuk di titik-titik transit seperti gereja. Kedatangan jemaah dari berbagai daerah diatur secara bertahap untuk mencegah kepadatan kendaraan dan kerumunan berlebih.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Bangun Kosambi Sukses Catat Marketing Sales Tinggi Sepanjang Tahun
- Sabtu, 07 Februari 2026
OJK Proyeksikan Pembiayaan Multifinance Tumbuh Stabil Sepanjang Tahun 2026
- Sabtu, 07 Februari 2026
KPR BCA Diproyeksikan Stabil Tumbuh Didukung Insentif Properti Nasional
- Sabtu, 07 Februari 2026
OJK Proyeksikan Pembiayaan Multifinance Tumbuh Stabil Sepanjang Tahun 2026
- Sabtu, 07 Februari 2026
KPR BCA Diproyeksikan Stabil Tumbuh Didukung Insentif Properti Nasional
- Sabtu, 07 Februari 2026
Berita Lainnya
Mekanisme Penyaluran Makan Bergizi Gratis Selama Ramadhan Tetap Berjalan
- Minggu, 08 Februari 2026
Pemerintah Bertekad Turunkan Biaya Haji Demi Pelayanan Jemaah Lebih Baik
- Minggu, 08 Februari 2026
LRT Jakarta Velodrome Manggarai Ditargetkan Angkut 80 Ribu Penumpang
- Minggu, 08 Februari 2026
Terpopuler
1.
Pilihan Konser Akhir Pekan Seru Dari JKT48 Hingga SM*SH
- 08 Februari 2026
2.
3.
Air Cucian Beras Manfaat Alami Untuk Wajah Sehat Cerah Alami
- 08 Februari 2026
4.
7 Kebiasaan Sehari Hari Pemicu Rambut Rontok Perlu Segera Dihindari
- 08 Februari 2026
5.
5 Makanan Tinggi Protein Penting Untuk Usus Dan Pencernaan Sehat
- 08 Februari 2026











