Minggu, 08 Februari 2026

LRT Jakarta Velodrome Manggarai Ditargetkan Angkut 80 Ribu Penumpang

LRT Jakarta Velodrome Manggarai Ditargetkan Angkut 80 Ribu Penumpang
LRT Jakarta Velodrome Manggarai Ditargetkan Angkut 80 Ribu Penumpang

JAKARTA - Upaya mendorong masyarakat Jakarta beralih ke transportasi publik terus diperkuat melalui pengembangan jaringan LRT Jakarta. 

Salah satu langkah strategis yang kini menjadi perhatian adalah perpanjangan rute Velodrome–Manggarai yang diyakini mampu mengubah pola mobilitas warga ibu kota secara signifikan.

PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro melihat proyek LRT Jakarta Fase 1B bukan sekadar penambahan jalur, melainkan pembuka akses langsung menuju kawasan pusat kota dan simpul transportasi penting. Dengan konektivitas yang lebih baik, LRT Jakarta diharapkan menjadi pilihan utama masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.

Baca Juga

Prabowo Soroti Potensi Dana Umat Capai Rp500 Triliun Nasional

Optimisme tersebut tercermin dari proyeksi lonjakan jumlah penumpang yang dinilai akan meningkat drastis dibandingkan kondisi saat ini. Kehadiran rute baru ini diyakini dapat menjawab kebutuhan mobilitas warga yang selama ini masih bergantung pada kendaraan pribadi.

Dengan integrasi menuju Stasiun Manggarai, LRT Jakarta akan terhubung dengan berbagai moda transportasi lain, sekaligus memperkuat sistem transportasi massal terpadu di DKI Jakarta.

Proyeksi Lonjakan Penumpang Secara Bertahap

Project Director LRT Jakarta PT Jakpro, Ramdani Akbar, menyampaikan bahwa penambahan rute Velodrome–Manggarai diproyeksikan mampu meningkatkan jumlah penumpang secara signifikan. Meski masih bersifat proyeksi, angka kenaikan yang diperkirakan terbilang besar.

"Secara proyeksi dengan adanya penambahan rute ini, walaupun ini masih proyeksi, jadi nanti akan ada penaikan penumpang sampai 80.000 per hari secara bertahap. Saat ini LRT Jakarta fase 1A mengangkut sekitar 3.500 sampai 4.000 penumpang per hari," kata Ramdani Akbar di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu, 7 Februari 2026.

Perbandingan tersebut menunjukkan potensi besar yang dimiliki rute baru ini dalam menarik minat masyarakat. Jakpro menilai bahwa konektivitas langsung menuju Manggarai menjadi faktor kunci meningkatnya jumlah pengguna LRT Jakarta.

Dengan akses yang lebih luas dan efisien, LRT Jakarta diharapkan mampu menjangkau lebih banyak kawasan permukiman dan pusat aktivitas warga.

Keterbatasan Rute Lama Jadi Tantangan

Ramdani mengakui bahwa saat ini tingkat keterisian penumpang LRT Jakarta masih relatif terbatas. Hal ini disebabkan oleh panjang rute yang masih pendek dan belum sepenuhnya menjangkau pusat kota.

Saat ini, LRT Jakarta Fase 1A hanya melayani rute sepanjang 5,8 kilometer dari Pegangsaan Dua hingga Velodrome. Kondisi tersebut membuat mobilitas warga belum optimal karena masih memerlukan pergantian moda transportasi di tengah perjalanan.

Keterbatasan ini kerap menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang ingin menggunakan transportasi publik. Banyak pengguna masih harus naik dan turun kendaraan lain, sehingga perjalanan menjadi kurang praktis dan memakan waktu.

Situasi inilah yang mendorong percepatan pembangunan rute lanjutan menuju Manggarai agar layanan LRT Jakarta semakin kompetitif dibandingkan moda transportasi pribadi.

Harapan Peralihan Dari Kendaraan Pribadi

Dengan adanya perpanjangan jalur, Jakpro berharap minat masyarakat untuk beralih ke LRT Jakarta semakin meningkat. Rute yang lebih panjang dan terhubung langsung ke pusat kota diyakini akan membuat perjalanan menjadi lebih nyaman dan efisien.

"Harapannya dengan adanya perpanjangan ini, layanan LRT juga semakin meningkat, sehingga banyak masyarakat yang berminat untuk berpindah dari moda transportasi pribadi ke LRT ini," jelas Ramdani.

Perpanjangan jalur menuju Manggarai juga diharapkan mampu memangkas waktu transit yang selama ini menjadi keluhan utama pengguna. Penumpang tidak lagi harus sering berganti moda atau berpindah stasiun dan halte bus.

Dengan rute baru ini, total jalur operasi LRT Jakarta akan meningkat menjadi 12,2 kilometer, sehingga jangkauan layanan semakin luas dan terintegrasi.

Target Operasional Dan Dampak Mobilitas Kota

Ramdani menambahkan bahwa kehadiran rute Velodrome–Manggarai diharapkan dapat membuat mobilitas di Jakarta lebih lancar dan bebas hambatan. Masyarakat pun diharapkan bisa tiba di pusat kota dengan waktu yang lebih tepat.

"Harapannya, mobilitas di Jakarta ini lebih bebas hambatan dan masyarakat bisa lebih tepat waktu menuju pusat kota," tambahnya.

Saat ini, pengerjaan proyek LRT Jakarta Fase 1B terus dikebut oleh pihak pengembang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan seluruh infrastruktur rute Velodrome–Manggarai dapat beroperasi penuh pada Agustus 2026.

Jika target tersebut tercapai, LRT Jakarta diyakini akan menjadi salah satu tulang punggung transportasi publik ibu kota. Selain mengurangi kemacetan, kehadiran rute ini juga diharapkan mendorong gaya hidup ramah lingkungan dan meningkatkan kualitas mobilitas perkotaan secara keseluruhan.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Mekanisme Penyaluran Makan Bergizi Gratis Selama Ramadhan Tetap Berjalan

Mekanisme Penyaluran Makan Bergizi Gratis Selama Ramadhan Tetap Berjalan

Mendagri Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI Bersama Presiden Prabowo

Mendagri Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI Bersama Presiden Prabowo

Gibran Sebut Gagasan Yusril Tetap Relevan Hingga Era AI

Gibran Sebut Gagasan Yusril Tetap Relevan Hingga Era AI

Pemerintah Bertekad Turunkan Biaya Haji Demi Pelayanan Jemaah Lebih Baik

Pemerintah Bertekad Turunkan Biaya Haji Demi Pelayanan Jemaah Lebih Baik

Update Cuaca Jakarta Hari Ini Didominasi Hujan Ringan Dan Sedang

Update Cuaca Jakarta Hari Ini Didominasi Hujan Ringan Dan Sedang