Minggu, 08 Februari 2026

Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara Layak Warga Tapanuli Selatan

Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara Layak Warga Tapanuli Selatan
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara Layak Warga Tapanuli Selatan

JAKARTA - Upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Selatan terus dipercepat oleh pemerintah pusat. Salah satu fokus utama adalah memastikan masyarakat terdampak segera memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan siap dihuni. 

Dalam situasi darurat, kehadiran hunian sementara menjadi fondasi penting agar kehidupan warga dapat kembali berjalan dengan normal.

Kementerian Pekerjaan Umum bergerak cepat dengan memprioritaskan pembangunan hunian sementara yang tidak hanya mengejar target waktu, tetapi juga kualitas. Penyediaan air bersih, sanitasi, dan listrik menjadi perhatian utama agar hunian benar-benar siap ditempati tanpa menimbulkan persoalan baru bagi warga.

Baca Juga

Prabowo Soroti Potensi Dana Umat Capai Rp500 Triliun Nasional

Langkah percepatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana. 

Hunian sementara dirancang sebagai ruang aman dan nyaman sambil menunggu pembangunan hunian tetap yang akan dilaksanakan pada tahap berikutnya.

Percepatan Huntara Jadi Prioritas Pemerintah

Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. 

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan darurat pascabencana agar warga segera mendapatkan tempat tinggal yang layak.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya percepatan pemenuhan kebutuhan dasar agar hunian benar-benar siap dihuni oleh masyarakat terdampak. Menurutnya, kesiapan hunian tidak boleh setengah-setengah karena akan langsung berdampak pada kenyamanan dan kesehatan warga.

“Hunian harus siap secara menyeluruh. Air bersih tidak boleh menjadi persoalan ketika masyarakat mulai menempati. Sanitasi, termasuk listrik, harus dipastikan berfungsi sebelum hunian dihuni,” kata Dody.

Ratusan Unit Dibangun Untuk Ribuan Jiwa

Di lokasi pembangunan, Kementerian PU membangun sebanyak 252 unit hunian sementara yang terdiri atas 21 blok modular. 

Setiap blok berisi 12 unit hunian yang dirancang untuk menampung warga terdampak secara merata dan terorganisir.

Hunian ini diperuntukkan bagi sekitar 245 kepala keluarga terdampak atau kurang lebih 1.800 jiwa. Pengaturan calon penghuni sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah setempat agar distribusi hunian berjalan adil dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Pembangunan hunian sementara dilakukan di atas lahan seluas sekitar 2,6 hektare dari total lahan tersedia sekitar 16,8 hektare. Sisa lahan tersebut direncanakan akan dikembangkan lebih lanjut untuk pembangunan hunian tetap oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Konstruksi Modular Percepat Penyelesaian

Secara teknis, hunian sementara ini dibangun menggunakan sistem konstruksi modular guna mempercepat waktu pengerjaan tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kenyamanan. Sistem ini memungkinkan pembangunan dilakukan lebih efisien di tengah kondisi darurat pascabencana.

Struktur bangunan menggunakan rangka baja ringan dan baja CNP, dengan dinding sandwich panel, penutup atap metal, serta lantai GRC yang dilengkapi finishing vinyl. Setiap unit dirancang memiliki ventilasi dan pencahayaan yang memadai untuk mendukung kenyamanan penghuni selama masa tinggal sementara.

Selain hunian utama, setiap blok modular dilengkapi fasilitas sanitasi komunal berupa enam unit toilet dan enam unit shower, terdiri atas fasilitas terpisah untuk perempuan dan laki-laki. Total kawasan ini memiliki 126 unit toilet dan 126 unit shower, serta dapur bersama di setiap blok.

Fasilitas Lengkap Dan Target Rampung

Kawasan hunian sementara ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang aktivitas sosial dan kebutuhan harian warga. Fasilitas tersebut meliputi masjid, gedung serbaguna, dapur umum, area cuci, ruang komunal, pos jaga, tempat penampungan sementara, area hijau, taman bermain anak, lapangan olahraga, serta area parkir.

Pembangunan hunian sementara di Tapanuli Selatan ditargetkan selesai sebelum bulan Ramadhan. Dengan target tersebut, masyarakat terdampak diharapkan dapat segera menempati hunian sementara sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap yang akan dilaksanakan pada tahap selanjutnya.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian PU berkolaborasi dengan pemerintah daerah, BUMN Karya, serta didukung oleh PLN sebagai penyedia listrik dan unit teknis lainnya di Kementerian PU untuk penyediaan air bersih dan infrastruktur pendukung. 

Kementerian PU berkomitmen memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan tepat waktu dan sesuai standar agar hunian benar-benar layak dan aman bagi masyarakat terdampak bencana.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Mekanisme Penyaluran Makan Bergizi Gratis Selama Ramadhan Tetap Berjalan

Mekanisme Penyaluran Makan Bergizi Gratis Selama Ramadhan Tetap Berjalan

Mendagri Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI Bersama Presiden Prabowo

Mendagri Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI Bersama Presiden Prabowo

Gibran Sebut Gagasan Yusril Tetap Relevan Hingga Era AI

Gibran Sebut Gagasan Yusril Tetap Relevan Hingga Era AI

Pemerintah Bertekad Turunkan Biaya Haji Demi Pelayanan Jemaah Lebih Baik

Pemerintah Bertekad Turunkan Biaya Haji Demi Pelayanan Jemaah Lebih Baik

LRT Jakarta Velodrome Manggarai Ditargetkan Angkut 80 Ribu Penumpang

LRT Jakarta Velodrome Manggarai Ditargetkan Angkut 80 Ribu Penumpang