Minggu, 08 Februari 2026

Indonesia Eximbank Catat Laba Rp252 Miliar Sepanjang 2025

Indonesia Eximbank Catat Laba Rp252 Miliar Sepanjang 2025
Indonesia Eximbank Catat Laba Rp252 Miliar Sepanjang 2025

JAKARTA - Ketahanan sektor pembiayaan ekspor nasional kembali menunjukkan sinyal positif di tengah dinamika ekonomi global. 

Sepanjang 2025, Indonesia Eximbank membuktikan perannya sebagai motor penggerak ekspor dengan mencatatkan kinerja yang tidak hanya tumbuh secara finansial, tetapi juga berdampak luas bagi perekonomian nasional.

Capaian tersebut mencerminkan konsistensi lembaga dalam menjaga pertumbuhan yang sehat, sekaligus memperkuat fondasi pembiayaan ekspor melalui pengelolaan risiko dan tata kelola yang berkelanjutan.

Baca Juga

QRIS Indonesia Dibidik Menembus Negara Anggota APEC Global

Dengan berbagai program strategis dan dukungan pemerintah, Indonesia Eximbank terus mempertegas posisinya sebagai mitra utama eksportir nasional, khususnya dalam mendorong daya saing produk Indonesia di pasar global.

Kinerja Keuangan Tumbuh Berkelanjutan

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mencatat laba bersih sebesar Rp252 miliar sepanjang 2025. Angka tersebut tumbuh 8 persen secara tahunan dan menjadi indikator kuat atas kinerja keuangan yang berkelanjutan.

Capaian ini ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan, peningkatan efisiensi operasional, serta perbaikan kualitas aset yang semakin solid. Sepanjang periode tersebut, penyaluran pembiayaan tercatat meningkat 2 persen menjadi Rp57,2 triliun.

Pada saat yang sama, volume asuransi mencapai Rp8,8 triliun dan penjaminan sebesar Rp4,9 triliun. Sementara itu, Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) mencatatkan realisasi Rp13,5 triliun pada 2025, melonjak signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp7,3 triliun.

Peran Strategis Dalam Mendukung Ekspor Nasional

Ketua Dewan Direktur sekaligus Direktur Eksekutif LPEI, Sukatmo Padmosukarso, menegaskan bahwa kinerja tersebut mencerminkan peran strategis Indonesia Eximbank dalam mendukung ekspor nasional. Menurutnya, capaian sepanjang 2025 menunjukkan upaya berkelanjutan dalam menjaga pertumbuhan yang sehat.

Ia menilai dukungan dari berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memperkuat kontribusi lembaga terhadap perekonomian nasional, khususnya sektor ekspor.

“Berdasarkan hasil penghitungan dampak secara agregat, setiap Rp1 pembiayaan yang disalurkan LPEI diestimasi memberikan kontribusi hingga 3,49 kali terhadap ekspor nasional, yang menggambarkan gambaran manfaat ekonomi secara keseluruhan,” katanya.

Perbaikan Kualitas Aset Dan Tata Kelola

Selain pertumbuhan laba, Indonesia Eximbank juga mencatat perbaikan signifikan pada kualitas aset. Sepanjang 2025, collection dan recovery meningkat 68 persen menjadi Rp4,7 triliun, menandakan efektivitas strategi pemulihan yang dijalankan.

Penerapan manajemen risiko yang hati-hati turut tercermin dari pembentukan pencadangan secara konservatif dengan coverage ratio mencapai 105 persen. Dengan kondisi tersebut, rasio NPL net berhasil ditekan menjadi 2,4 persen dari sebelumnya 4,5 persen.

Dalam aspek tata kelola, Indonesia Eximbank melanjutkan transformasi menuju lembaga yang sehat dan kredibel. Pada 2025, Eximbank meraih sertifikasi SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan serta memperoleh kategori Good Practice Phase dalam Risk Maturity Assessment 2025.

Dampak Sosial Dan Arah Strategis Ke Depan

Dari sisi non finansial, Indonesia Eximbank aktif mendorong peningkatan daya saing ekspor nasional, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Sepanjang 2025, lembaga ini memfasilitasi 557 eksportir baru melalui 50 kegiatan business matching.

Program Coaching Program for New Exporter berhasil menghasilkan ekspor ke 90 negara tujuan. Selain itu, Program Desa Devisa Indonesia Eximbank berkembang menjadi 2.328 desa, dengan 566 desa di antaranya berhasil memperluas pasar ekspor ke negara baru.

Secara keseluruhan, program tersebut telah meningkatkan kapasitas 201.580 petani, nelayan, dan pengrajin, termasuk 94.717 tenaga kerja perempuan, sehingga memberikan dampak nyata terhadap pemberdayaan ekonomi lokal.

Kepercayaan pemangku kepentingan terhadap Indonesia Eximbank juga terus meningkat. Hal ini tercermin dari dukungan mitra perbankan dan institusi internasional dalam sindikasi valuta asing pada 2025 yang mengalami oversubscription.

Pemerintah pun memperkuat mandat strategis melalui Program PKE Penjaminan dan Asuransi, serta memperluas cakupan ke PKE Trade Finance dan PKE UKM. Langkah ini sejalan dengan dukungan terhadap proses aksesi OECD terkait peran Eximbank Indonesia dalam kredit ekspor.

Ke depan, Indonesia Eximbank akan memperkuat perannya dalam menutup kesenjangan pasar sekaligus mengimplementasikan value proposition beyond financing, developmental impact, dan sustainability. Fokus diarahkan pada peningkatan nilai tambah dan perluasan pasar ekspor di sektor manufaktur, agroindustri, dan ekonomi hijau.

“Perbaikan kinerja secara berkelanjutan menjadi fokus utama Indonesia Eximbank dalam proses transformasi menuju lembaga yang profesional dan berintegritas. Kami berkomitmen menjalankan mandat dengan tata kelola yang kuat dan transparan, serta menjadi mitra strategis Pemerintah dalam mendorong ekspor nasional,” tutup Sukatmo.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BCA Expoversary Surabaya Hadirkan Bunga KPR Spesial 1,69 Persen

BCA Expoversary Surabaya Hadirkan Bunga KPR Spesial 1,69 Persen

BNI Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp197 Triliun Sepanjang 2025

BNI Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp197 Triliun Sepanjang 2025

Dapen BCA Ungkap Tantangan Pertumbuhan Aset Tahun 2026

Dapen BCA Ungkap Tantangan Pertumbuhan Aset Tahun 2026

Klaim Saldo DANA Gratis Rp110.000 Lewat Fitur DANA Kaget

Klaim Saldo DANA Gratis Rp110.000 Lewat Fitur DANA Kaget

Nomor Resmi WhatsApp Customer Service Indodana Finance Terbaru 2026

Nomor Resmi WhatsApp Customer Service Indodana Finance Terbaru 2026