Wapres Gibran Tinjau Pengungsi Tanah Bergerak Tegal Pastikan Negara Hadir Melindungi
- Jumat, 06 Februari 2026
JAKARTA - Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak bencana kembali ditegaskan melalui kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Kunjungan ini menjadi simbol perhatian negara terhadap warga yang terdampak pergerakan tanah dan terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Pemerintah menilai penanganan bencana tidak hanya soal tanggap darurat, tetapi juga memastikan keberlanjutan kehidupan masyarakat pascabencana.
Pada Jumat, Wapres Gibran mendatangi langsung lokasi pengungsian warga terdampak tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi dengan baik. Negara, menurut pemerintah, harus hadir sejak awal hingga proses pemulihan berjalan tuntas.
Baca JugaKementerian ESDM Masih Melakukan Evaluasi Terkait Izin Impor BBM Shell Indonesia
Kunjungan Langsung ke Posko Pengungsian Warga
Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Rombongan tiba di posko pengungsian yang berada di rumah warga bernama Kamal sekitar pukul 09.30 WIB. Di lokasi itu, Wapres menyempatkan diri berbincang singkat dengan para pejabat daerah dan tokoh setempat.
Wapres Gibran juga berkomunikasi dengan Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo serta Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman. Percakapan singkat itu membahas kondisi terkini pergerakan tanah, situasi pengungsi, serta langkah penanganan yang telah dan akan dilakukan oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait.
Meninjau Rumah Warga di Akses Terbatas
Usai berbincang di posko pengungsian, Wapres Gibran melanjutkan agenda dengan meninjau langsung kondisi rumah warga yang terdampak tanah bergerak. Peninjauan dilakukan menggunakan kendaraan roda dua karena akses jalan menuju lokasi cukup terbatas. Kondisi tanah yang masih labil juga menjadi pertimbangan utama dalam mobilitas rombongan.
Kunjungan lapangan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memahami situasi nyata yang dihadapi masyarakat. Dengan melihat langsung kondisi rumah dan lingkungan terdampak, pemerintah diharapkan dapat merumuskan langkah penanganan yang lebih tepat dan sesuai kebutuhan warga.
Penegasan Negara Hadir Sejak Awal Bencana
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kehadiran negara dalam penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal merupakan hal yang sangat penting. Menurutnya, negara tidak boleh absen, terutama dalam memastikan keberlangsungan hidup warga yang terdampak.
“Hadirnya negara adalah memberikan kepastian bahwa masyarakat di hunian tetap (Huntap) bisa eksis dan mandiri. Inilah hadirnya negara yang kita tunggu-tunggu,” katanya.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada fase darurat. Pemerintah juga harus memastikan solusi jangka panjang agar masyarakat dapat kembali hidup dengan aman dan layak.
Komitmen Pemerintah Penuhi Kebutuhan Dasar Warga
Pada kunjungan sebelumnya, Rabu, Gubernur Ahmad Luthfi memimpin rapat koordinasi darurat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan tanggung jawab pemerintah untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar warga benar-benar terpenuhi.
“Hari ini di Tegal, semua harus cukup, mulai dapur, sekolah dan kebutuhan lainnya. Selain aspek kemanusiaan, saya minta percepatan penanganan infrastruktur terdampak melalui koordinasi Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Tengah dengan pemerintah daerah,” katanya.
Penegasan ini menjadi dasar bagi langkah-langkah lanjutan yang dilakukan pemerintah dalam menangani dampak pergerakan tanah. Pemenuhan kebutuhan dasar dinilai sebagai prioritas utama agar warga tetap dapat menjalani kehidupan sehari-hari meski dalam kondisi pengungsian.
Dampak Tanah Bergerak Masih Dinamis
Sementara itu, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman melaporkan bahwa pergerakan tanah di wilayah tersebut masih bersifat dinamis. Kondisi ini membuat potensi risiko masih cukup tinggi dan membutuhkan pemantauan berkelanjutan dari pihak berwenang.
Menurut data pemerintah daerah, sekitar 250 rumah warga terdampak langsung akibat pergerakan tanah. Selain itu, tercatat sebanyak 804 jiwa terpaksa mengungsi demi keselamatan. Angka tersebut menunjukkan besarnya dampak bencana terhadap kehidupan masyarakat setempat.
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan warga. Langkah-langkah mitigasi dan penanganan darurat tetap dilakukan seiring pemantauan kondisi tanah yang masih bergerak.
Harapan Pemulihan dan Kepastian Masa Depan Warga
Kunjungan Wapres Gibran ke lokasi pengungsian diharapkan memberi semangat dan rasa aman bagi warga terdampak. Kehadiran pimpinan negara dinilai penting untuk menunjukkan bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi bencana yang menimpa masyarakat.
Pemerintah pusat dan daerah menegaskan komitmen untuk terus mendampingi warga hingga proses pemulihan selesai. Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, penyediaan hunian sementara, hingga rencana hunian tetap menjadi bagian dari perhatian pemerintah.
Dengan koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat, diharapkan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal dapat berjalan optimal. Negara berupaya memastikan masyarakat terdampak tidak hanya selamat, tetapi juga memiliki kepastian dan harapan untuk melanjutkan kehidupan secara mandiri dan berkelanjutan.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Perbankan Gencar Akselerasi Digitalisasi UMKM
- Jumat, 06 Februari 2026
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Baznas Resmikan ZCorner Unwahas Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik Melalui UMKM Kampus
- Jumat, 06 Februari 2026
TNI AD Pastikan Seskab Teddy Wijaya Jalani Pendidikan Reguler Sekolah Staf Komando
- Jumat, 06 Februari 2026
Kepesertaan BPJS Pasien Cuci Darah Dijanjikan Aktif Kembali Tanpa Hambatan Layanan
- Jumat, 06 Februari 2026












