Rabu, 04 Februari 2026

Purbaya Yakinkan Investor Global Stabilitas Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga Dan Menjanjikan

Purbaya Yakinkan Investor Global Stabilitas Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga Dan Menjanjikan
Purbaya Yakinkan Investor Global Stabilitas Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga Dan Menjanjikan

JAKARTA - Kepercayaan investor global terhadap perekonomian Indonesia kembali menjadi perhatian di tengah dinamika pasar keuangan internasional. 

Pelemahan nilai tukar rupiah serta tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan sempat memunculkan kekhawatiran mengenai arah kebijakan fiskal dan iklim investasi nasional. Dalam konteks tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampil memberikan penjelasan langsung mengenai strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dalam dialog Indonesia Economic Summit atau IES, Purbaya menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat untuk tetap menarik bagi investor global. Ia menyadari adanya kehati-hatian dari pelaku pasar internasional, namun meyakini kondisi tersebut dapat dijawab dengan kinerja ekonomi yang solid dan konsisten. Pemerintah, menurutnya, tidak perlu mengejar investasi dengan pendekatan persuasif berlebihan, melainkan membangun daya tarik melalui performa ekonomi yang nyata.

Baca Juga

Menkeu Yakin Rupiah Menguat ke Level 15 Ribu

Respons Pemerintah Atas Kekhawatiran Investor Global

Pada forum Indonesia Economic Summit, Purbaya Yudhi Sadewa yang dilantik sebagai Menteri Keuangan pada September 2025 menjawab berbagai isu yang menjadi perhatian investor global. Kekhawatiran tersebut muncul seiring dengan tekanan pada nilai tukar rupiah serta gejolak di pasar saham domestik. Situasi itu juga dipengaruhi oleh ultimatum Morgan Stanley Capital International atau MSCI yang berdampak pada pergerakan IHSG.

Purbaya menilai dinamika tersebut sebagai bagian dari siklus pasar yang wajar. Ia menegaskan bahwa pemerintah memahami kekhawatiran investor, namun tetap percaya diri dengan arah kebijakan ekonomi yang ditempuh. Menurutnya, kepercayaan pasar tidak dibangun dalam waktu singkat, melainkan melalui konsistensi kebijakan dan hasil yang terukur.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah terus menjaga disiplin fiskal agar stabilitas makroekonomi tetap terpelihara. Dengan pengelolaan anggaran yang hati-hati, Indonesia dinilai mampu menghadapi tekanan eksternal tanpa mengorbankan agenda pembangunan jangka panjang.

Pertumbuhan Ekonomi Jadi Kunci Daya Tarik Investasi

Dalam pandangan Purbaya, investor pada dasarnya akan menanamkan modal di negara yang mampu memberikan imbal hasil terbaik. Oleh karena itu, fokus utama pemerintah adalah memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada level yang kompetitif. Ia optimistis arus investasi akan mengalir lebih deras apabila ekonomi nasional mampu tumbuh di kisaran 6% hingga 7% dalam beberapa tahun ke depan.

Target tersebut dinilai realistis dengan mempertimbangkan potensi domestik yang dimiliki Indonesia. Purbaya menekankan bahwa pemerintah tidak akan meminta-minta investasi kepada pihak asing. Sebaliknya, strategi yang ditempuh adalah menciptakan kondisi ekonomi yang sehat sehingga investor datang dengan sendirinya.

“ Saat saya punya kondisi ekonomi domestik yang baik, misalkan pertumbuhan [ekonomi] 6% hingga 7%, itu akan mudah untuk menarik mereka masuk ke Indonesia. Pada waktu yang sama, saya punya uang yang cukup untuk mendorong pertumbuhan ke arah 6%, 6,5% atau 7%,” ujarnya di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Optimisme Capai Pertumbuhan Enam Hingga Tujuh Persen

Purbaya menilai mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6% bukanlah hal yang terlalu sulit. Keyakinan tersebut didasarkan pada pengalamannya mempelajari kebijakan ekonomi dari dua pemerintahan sebelumnya. Ia menyebut telah mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan yang dapat menjadi pelajaran berharga dalam merumuskan strategi ke depan.

Menurutnya, Indonesia memiliki ruang fiskal yang cukup untuk mendorong pertumbuhan tanpa mengabaikan stabilitas. Pemerintah juga memiliki instrumen kebijakan yang dapat dioptimalkan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan disiplin fiskal. Dengan pendekatan yang tepat, target pertumbuhan yang ambisius tetap dapat dicapai secara berkelanjutan.

Optimisme tersebut juga didukung oleh potensi pasar domestik yang besar. Konsumsi masyarakat, investasi, serta ekspor diyakini masih memiliki ruang untuk tumbuh apabila didukung oleh kebijakan yang konsisten dan kredibel.

Pelajaran Dari Dua Era Kebijakan Ekonomi

Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan ekonomi pada era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono lebih mengandalkan peran sektor swasta sebagai penggerak utama pertumbuhan. Sementara itu, pada masa Presiden ke-7 Joko Widodo, pemerintah mengambil peran yang lebih dominan melalui belanja negara dan pembangunan infrastruktur.

Menurut Purbaya, masing-masing pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangan. Ketergantungan pada satu mesin ekonomi dinilai membuat kinerja pertumbuhan tidak optimal. Oleh karena itu, ia berencana memanfaatkan dua mesin ekonomi tersebut secara bersamaan, yakni sektor swasta dan peran aktif pemerintah.

Dengan menggabungkan kekuatan investasi swasta dan stimulus pemerintah, Purbaya yakin pertumbuhan ekonomi dapat didorong lebih tinggi dan lebih stabil. Pendekatan ini diharapkan mampu mengatasi berbagai tantangan struktural yang selama ini menghambat laju pertumbuhan.

Keyakinan Lebih Baik Dari Pendahulu

Dalam pernyataannya, Purbaya secara terbuka menyampaikan keyakinan bahwa kinerjanya sebagai Menteri Keuangan akan lebih baik dibandingkan pendahulunya. Ia menilai selama sekitar 20 tahun terakhir, mesin ekonomi Indonesia berjalan pincang karena tidak dimanfaatkan secara optimal.

“ Karena menteri [keuangan] sekarang lebih baik dari sebelumnya. Kedua, selama 20 puluh tahun belakangan, mesin ekonomi kami pincang,” ujarnya. Pernyataan tersebut mencerminkan kepercayaan diri Purbaya dalam mengelola kebijakan fiskal dan ekonomi nasional.

Keyakinan ini sekaligus menjadi pesan kepada investor global bahwa pemerintah memiliki arah kebijakan yang jelas dan kepemimpinan ekonomi yang kuat. Dengan kombinasi strategi yang tepat, Indonesia diharapkan mampu menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di tengah ketidakpastian global.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

IHSG Menguat Pagi Ini Lanjutkan Tren Positif Perdagangan

IHSG Menguat Pagi Ini Lanjutkan Tren Positif Perdagangan

Laba BNI Diproyeksi Pulih Tahun 2026 Didorong Kredit

Laba BNI Diproyeksi Pulih Tahun 2026 Didorong Kredit

BNI Bukukan Laba 2025 Saham BBNI Menarik Dicermati

BNI Bukukan Laba 2025 Saham BBNI Menarik Dicermati

Kredit Manufaktur Menguat Berkat Bangkitnya Industri Besi Baja

Kredit Manufaktur Menguat Berkat Bangkitnya Industri Besi Baja

Strategi Bank Jaga Kecukupan Modal Hadapi Tantangan 2026

Strategi Bank Jaga Kecukupan Modal Hadapi Tantangan 2026