JAKARTA - Awal tahun kerap menjadi penentu arah kinerja fiskal nasional. Ketika penerimaan negara menunjukkan sinyal positif sejak Januari, pemerintah memiliki ruang lebih luas untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan.
Inilah konteks yang melandasi optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memaparkan capaian penerimaan pajak terbaru.
Di tengah tantangan ekonomi global dan domestik, angka awal tahun justru memberi gambaran bahwa mesin penerimaan negara kembali bergerak kuat.
Baca JugaLonjakan Tajam Harga Emas Dan Perak Mendorong Penguatan Saham Tambang Global
Purbaya menilai capaian tersebut bukan sekadar statistik bulanan, melainkan refleksi dari kondisi ekonomi yang mulai menemukan momentumnya.
Dengan fondasi fiskal yang terjaga dan strategi kebijakan yang terukur, pemerintah berupaya menyeimbangkan antara dorongan pertumbuhan dan disiplin anggaran agar keberlanjutan fiskal tetap terjamin.
Sinyal Positif Dari Penerimaan Awal Tahun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan penerimaan pajak pada Januari 2026 tumbuh signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut mencapai sekitar 30 persen secara tahunan, sebuah angka yang dinilai menggembirakan untuk pembukaan tahun anggaran.
"Angka yang baru kami terima tadi, pajak Januari net tumbuh 30 persen dibanding tahun lalu (2025)," kata Purbaya kepada wartawan, dilansir Antara, Selasa, 3 Februari 2026.
Menurut dia, pertumbuhan ini menjadi indikasi awal bahwa kinerja penerimaan pajak bergerak ke arah yang positif. Lebih dari itu, capaian tersebut juga mencerminkan performa perekonomian nasional yang relatif baik di awal tahun. Aktivitas ekonomi yang terjaga dinilai berkontribusi langsung terhadap peningkatan basis pajak dan kepatuhan wajib pajak.
Optimisme ini diperkuat dengan keyakinan bahwa tren awal tahun dapat menjadi modal penting untuk menjaga target penerimaan sepanjang 2026, selama kebijakan fiskal dan ekonomi dijalankan secara konsisten.
Strategi Fiskal Dan Arah Kebijakan APBN
Dalam paparannya pada kegiatan Indonesia Economic Summit (IES) 2026, Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tetap terkendali.
Ia menyebut defisit APBN akan diupayakan lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto.
Menurut Purbaya, kebijakan fiskal akan tetap diarahkan sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, namun dengan pemahaman penuh terhadap batas-batas keberlanjutan. Pemerintah tidak ingin stimulus fiskal yang agresif justru mengorbankan stabilitas jangka menengah.
"Kami tetap akan menggunakan APBN untuk mendorong pertumbuhan, tapi kami paham batasnya," ujar dia.
Pernyataan tersebut menegaskan pendekatan kehati-hatian pemerintah, yakni mendorong ekonomi tanpa melampaui ambang batas defisit yang telah ditetapkan undang-undang. Dengan penerimaan yang menguat sejak awal tahun, ruang kebijakan fiskal dinilai menjadi lebih fleksibel namun tetap terkontrol.
Pembalikan Arah Ekonomi Dan Kebijakan Countercyclical
Purbaya juga mengulas kondisi perekonomian Indonesia pada tahun lalu yang sempat mengalami perlambatan. Tren penurunan, menurut dia, sudah terlihat sejak 2024 dan berlanjut hingga 2025.
Untuk meredam tekanan tersebut, pemerintah mengambil langkah-langkah countercyclical melalui perluasan kebijakan fiskal dan pemberian stimulus ekonomi.
Langkah ini dilakukan untuk menahan dampak perlambatan sekaligus menjaga daya beli dan aktivitas ekonomi. Hasilnya, pemerintah menilai berhasil menciptakan pembalikan arah ekonomi di tengah situasi yang menantang.
"Kami sukses menciptakan pembalikan arah ekonomi, dan pada saat yang sama menjaga level tiga persen. Itu membutuhkan keahlian," tambah dia.
Ke depan, Purbaya memastikan pemerintah tidak akan melewati ambang batas defisit APBN sebesar tiga persen. Ia menegaskan akan memanfaatkan berbagai instrumen ekonomi untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat, tanpa mengorbankan disiplin fiskal.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menyeimbangkan antara kebutuhan jangka pendek untuk mendorong ekonomi dan tujuan jangka panjang menjaga kredibilitas fiskal.
Gambaran Defisit Dan Postur Anggaran Terbaru
Berdasarkan realisasi sementara APBN 2025, defisit fiskal tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari PDB per 31 Desember 2025. Angka ini menjadi acuan penting dalam perencanaan kebijakan fiskal tahun berikutnya.
Realisasi sementara pendapatan negara mencapai Rp2.756,3 triliun. Dari jumlah tersebut, penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp2.217,9 triliun. Rinciannya, penerimaan pajak mencapai Rp1.917,6 triliun atau setara 87,6 persen dari target Rp2.189,3 triliun.
Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai terserap senilai Rp300,3 triliun atau 99,6 persen dari target Rp301,6 triliun. Penerimaan negara bukan pajak tercatat mencapai Rp534,1 triliun, sedangkan hibah sebesar Rp4,3 triliun.
Untuk APBN 2026, pendapatan negara ditetapkan sebesar Rp3.153,58 triliun. Postur ini terdiri atas penerimaan perpajakan sebesar Rp2.693,71 triliun, penerimaan negara bukan pajak Rp459,2 triliun, serta hibah Rp666,27 miliar.
Dengan target tersebut, pertumbuhan penerimaan pajak di awal tahun menjadi sinyal penting bahwa pemerintah berada di jalur yang sesuai dengan rencana anggaran. Jika tren positif ini berlanjut, ruang fiskal untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional diyakini akan semakin kuat sepanjang 2026.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Jasa Marga Kejar Perbaikan Ratusan Titik Jalan Berlubang di Tol Jakarta-Cikampek
- Rabu, 04 Februari 2026
Perkuat Tulang Punggung Kelistrikan: PLN Sukses Energize GISTET & SUTET 500 kV Paiton
- Rabu, 04 Februari 2026
Menyambut Bulan Cinta dengan 5 Film Netflix Romantis Terbaik Tahun 2026
- Rabu, 04 Februari 2026
Eksplorasi Imajinasi: 10 Mahakarya Film Studio Ghibli yang Wajib Anda Selami
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Menteri Keuangan Purbaya Proyeksikan Penerimaan Pajak Januari 2026 Tumbuh 30 Persen
- Rabu, 04 Februari 2026
Menkeu Purbaya Sebut Mundurnya Bos BEI-OJK Pertanda Baik Bagi Integritas Pasar
- Rabu, 04 Februari 2026
Penerimaan Pajak Awal Tahun Menguat, Purbaya Optimistis Ekonomi 2026 Stabil
- Rabu, 04 Februari 2026




.jpg)








