Rabu, 04 Februari 2026

AdaKami Jaga Kualitas Pembiayaan Fintech Selama Ramadan Lebaran

AdaKami Jaga Kualitas Pembiayaan Fintech Selama Ramadan Lebaran
AdaKami Jaga Kualitas Pembiayaan Fintech Selama Ramadan Lebaran

JAKARTA - Lonjakan kebutuhan dana masyarakat kerap menjadi cerita tahunan ketika Ramadan dan Lebaran tiba. Aktivitas konsumsi meningkat, kebutuhan rumah tangga bertambah, hingga persiapan mudik mendorong permintaan pembiayaan ikut menanjak. 

Di balik peluang pertumbuhan tersebut, industri fintech peer to peer lending juga dihadapkan pada tantangan menjaga kualitas pembiayaan agar risiko gagal bayar tidak ikut melonjak setelah momen musiman berlalu. Situasi inilah yang mendorong pelaku industri untuk semakin berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan selama periode Ramadan.

PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) menilai tingginya permintaan pembiayaan selama Ramadan dan Lebaran perlu diimbangi dengan pengelolaan risiko yang disiplin. Sebab, peningkatan penyaluran pembiayaan berpotensi berdampak pada naiknya tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 setelah periode tersebut berakhir. 

Baca Juga

Lonjakan Tajam Harga Emas Dan Perak Mendorong Penguatan Saham Tambang Global

Menyikapi kondisi itu, AdaKami menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pembiayaan dengan mengandalkan pemanfaatan teknologi secara menyeluruh di setiap tahapan proses penyaluran.

Lonjakan Permintaan Pembiayaan Saat Ramadan

Momentum Ramadan dan Lebaran selama ini dikenal sebagai periode dengan aktivitas ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan biasa. 

Permintaan pembiayaan dari masyarakat cenderung meningkat, baik untuk kebutuhan konsumsi, usaha kecil, maupun kebutuhan mendesak lainnya. Kondisi ini menjadi peluang bagi industri fintech P2P lending untuk mendorong kinerja pembiayaan.

Namun, peningkatan penyaluran dana tersebut juga membawa potensi risiko. Jika tidak diimbangi dengan manajemen risiko yang memadai, tingkat kredit bermasalah bisa meningkat setelah Ramadan dan Lebaran. Oleh karena itu, menjaga kualitas pembiayaan menjadi kunci utama agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan.

AdaKami memandang bahwa fokus utama selama momentum musiman ini bukan semata mengejar volume pembiayaan, melainkan memastikan pembiayaan disalurkan kepada pengguna dengan profil risiko yang sesuai. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa mengorbankan stabilitas kinerja perusahaan maupun industri secara keseluruhan.

Strategi Teknologi Dalam Proses Penyaluran

Brand Manager AdaKami, Jonathan Kriss, mengatakan bahwa perusahaan secara konsisten menerapkan teknologi pada setiap tahap penyaluran pembiayaan. 

Salah satu fondasi utama yang digunakan adalah proses Electronic Know Your Customer atau e-KYC. Proses ini memungkinkan verifikasi identitas nasabah dilakukan secara digital dan otomatis dengan memanfaatkan teknologi.

Penerapan e-KYC bertujuan memastikan identitas pengguna tervalidasi dengan baik sebelum pembiayaan disalurkan. Dengan proses yang terintegrasi secara digital, risiko pemalsuan identitas maupun penyalahgunaan data dapat ditekan sejak awal. Langkah ini menjadi penting terutama di tengah lonjakan pengguna baru yang biasanya terjadi selama Ramadan.

“Selain itu, menerapkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), serta menggunakan analisis big data dalam credit scoring untuk memastikan pembiayaan disalurkan secara tepat sasaran dan selaras dengan profil risiko pengguna,” katanya.

Pemanfaatan AI dan big data memungkinkan AdaKami menganalisis berbagai variabel secara lebih komprehensif. Tidak hanya melihat data keuangan, tetapi juga pola perilaku pengguna, histori transaksi, serta indikator risiko lainnya. Dengan pendekatan ini, keputusan pembiayaan dapat dilakukan secara lebih akurat dan objektif.

Menjaga Kualitas Pembiayaan Dan Kinerja Bayar

Jonathan menerangkan bahwa pendekatan berbasis teknologi tersebut memungkinkan AdaKami menjaga kualitas pembiayaan secara konsisten, termasuk mempertahankan Tingkat Keberhasilan Bayar pada level yang sehat. 

Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan dapat memantau performa portofolio pembiayaan secara real time dan melakukan mitigasi risiko lebih dini.

Melalui penyaluran pembiayaan yang berkualitas dan berkelanjutan, AdaKami menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat secara bertanggung jawab. Fokus ini dinilai penting agar pertumbuhan industri fintech lending tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga mampu memberikan dampak positif dalam jangka panjang.

Sebagai gambaran, berdasarkan situs resmi perusahaan, AdaKami mencatatkan Tingkat Keberhasilan Bayar 90 hari sebesar 99,89% per 1 Februari 2026. Capaian ini mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan kualitas portofolio, termasuk di tengah potensi lonjakan permintaan selama Ramadan.

Pandangan Regulator Dan Tren Historis

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan menyampaikan bahwa periode Ramadan kerap menjadi momentum pendorong peningkatan pembiayaan fintech lending. Hal tersebut tercermin dari data historis yang dihimpun pada tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan kebutuhan dana masyarakat selama Ramadan dinilai sebagai faktor utama yang mendorong pertumbuhan penyaluran pembiayaan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menerangkan bahwa pada periode Ramadan 2024 atau Maret 2024, penyaluran pembiayaan fintech lending tumbuh 8,90% secara month to month. Sementara itu, pada periode Ramadan 2025 atau Maret 2025, penyaluran pembiayaan meningkat 3,80% secara month to month.

“Tren tersebut menunjukkan bahwa Ramadan dapat menjadi salah satu momentum meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat,” katanya dalam lembar jawaban tertulis Rapat Dewan Komisioner OJK.

Meski demikian, OJK juga menekankan pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian oleh pelaku industri. Peningkatan penyaluran pembiayaan perlu diimbangi dengan manajemen risiko yang memadai agar tidak memicu lonjakan kredit bermasalah setelah periode musiman berakhir.

Dalam konteks tersebut, langkah AdaKami yang menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi dinilai sejalan dengan arah penguatan industri fintech lending yang berkelanjutan. 

Dengan pendekatan berbasis data dan analitik, perusahaan diharapkan mampu menjaga kualitas pembiayaan sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.

Ke depan, momentum musiman seperti Ramadan tidak hanya dipandang sebagai peluang pertumbuhan, tetapi juga sebagai ujian kedewasaan industri dalam mengelola risiko. Dengan strategi yang tepat, fintech lending diharapkan dapat terus tumbuh inklusif dan bertanggung jawab.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Menteri Keuangan Purbaya Proyeksikan Penerimaan Pajak Januari 2026 Tumbuh 30 Persen

Menteri Keuangan Purbaya Proyeksikan Penerimaan Pajak Januari 2026 Tumbuh 30 Persen

Menkeu Purbaya Sebut Mundurnya Bos BEI-OJK Pertanda Baik Bagi Integritas Pasar

Menkeu Purbaya Sebut Mundurnya Bos BEI-OJK Pertanda Baik Bagi Integritas Pasar

Penerimaan Pajak Awal Tahun Menguat, Purbaya Optimistis Ekonomi 2026 Stabil

Penerimaan Pajak Awal Tahun Menguat, Purbaya Optimistis Ekonomi 2026 Stabil

BI Optimalkan Debt Switching 2026 Untuk Menjaga Kesehatan Fiskal

BI Optimalkan Debt Switching 2026 Untuk Menjaga Kesehatan Fiskal

Menkeu Yakin Rupiah Menguat ke Level 15 Ribu

Menkeu Yakin Rupiah Menguat ke Level 15 Ribu