JAKARTA - PT Sumber Sinergi Makmur Tbk. (IOTF) memilih fokus pada penguatan fundamental bisnis untuk menjaga laju pertumbuhan kinerja ke depan.
Emiten penyedia solusi Internet of Things (IoT) untuk sektor transportasi dan logistik ini memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sekitar 30% pada 2026, seiring strategi efisiensi dan transformasi digital yang terus dijalankan perseroan.
Perusahaan yang dikenal melalui produk GPS pelacak kendaraan bermerek Fox Logger tersebut bergerak dalam penjualan perangkat keras dan perangkat lunak IoT transportasi darat.
Baca JugaMie Gacoan Dukung Bulan K3 Nasional 2026, Perkuat Budaya Kerja Aman di Seluruh Ekosistem Operasional
Layanan yang ditawarkan mencakup GPS tracker, dash camera, hingga platform Software as a Service yang mendukung pemantauan armada secara komprehensif. Di tengah percepatan digitalisasi logistik nasional, IOTF menilai peluang jangka menengah hingga panjang masih terbuka lebar.
Chief Executive Officer Sumber Sinergi Makmur, Alamsyah, menegaskan bahwa perseroan menerapkan pendekatan pertumbuhan yang berorientasi pada profitabilitas, bukan semata peningkatan volume.
Dengan struktur operasional yang lebih ramping dan dukungan teknologi berbasis kecerdasan buatan, manajemen optimistis dapat menjaga kinerja tetap solid di tengah dinamika ekonomi.
“Sebagai acuan kinerja untuk tahun ini, IOTF memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sekitar 30%. Kami memandang struktur operasional yang lebih ramping, kapabilitas teknologi berbasis AI, serta disiplin alokasi sumber daya akan menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan yang lebih berkualitas,” paparnya.
Fokus Pada Kualitas Pertumbuhan
Alamsyah menjelaskan, strategi bisnis IOTF tidak diarahkan untuk mengejar ekspansi agresif pada sisi top line semata. Perusahaan justru menempatkan kualitas pertumbuhan sebagai prioritas utama, dengan memastikan setiap peningkatan kinerja dibarengi perbaikan margin dan efisiensi biaya.
Pendekatan tersebut tercermin dari capaian kinerja perseroan sepanjang 2025. Pada periode tersebut, IOTF mencatatkan ekspansi Ebitda lebih dari 100%, sementara pertumbuhan pendapatan berada di kisaran 5% secara tahunan.
Perbedaan laju pertumbuhan ini menunjukkan bahwa peningkatan profitabilitas tidak hanya bergantung pada kenaikan pendapatan, melainkan juga pada efektivitas pengelolaan biaya dan peningkatan margin usaha.
Lonjakan Ebitda yang signifikan menjadi indikator bahwa strategi manajemen dalam meningkatkan kualitas laba berjalan sesuai rencana. Perseroan secara konsisten mengeksekusi langkah-langkah efisiensi dan penguatan fundamental untuk memastikan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
“Ini adalah indikator yang jelas mengenai kualitas pertumbuhan, sekaligus mencerminkan peningkatan kualitas laba dan efektivitas eksekusi strategi manajemen,” kata Alamsyah.
Transformasi Digital Berbasis Kecerdasan Buatan
Manajemen IOTF mengatribusikan peningkatan kinerja tersebut pada transformasi digital internal yang dilakukan secara bertahap. Salah satu pilar utama transformasi ini adalah implementasi sistem Enterprise Resource Planning berbasis Artificial Intelligence.
Penerapan ERP berbasis AI memungkinkan integrasi data operasional dan keuangan secara real-time. Dengan sistem ini, manajemen dapat mempercepat proses pengambilan keputusan, meningkatkan akurasi perencanaan, serta memperketat pengendalian biaya. Transformasi ini juga memberikan visibilitas kinerja operasional yang lebih baik di seluruh lini bisnis.
Menurut Alamsyah, penggunaan AI dalam sistem ERP berdampak langsung pada peningkatan produktivitas tenaga kerja. Proses bisnis menjadi lebih ramping, adaptif, dan responsif terhadap perubahan pasar yang dinamis. Selain itu, integrasi data yang lebih baik membantu manajemen mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien.
“Dampaknya, produktivitas per karyawan meningkat signifikan, sementara proses bisnis menjadi lebih ramping dan adaptif terhadap perubahan pasar,” ujarnya.
Implementasi ERP berbasis AI juga menjadi bagian dari strategi disiplin biaya perseroan, terutama di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian global. IOTF menilai pemanfaatan teknologi secara tepat menjadi kunci untuk menjaga daya saing dan stabilitas kinerja.
Solusi Telematika Untuk Logistik Dan Transportasi
IOTF beroperasi di segmen IoT dan solusi telematika dengan portofolio produk yang dirancang untuk mendukung kebutuhan perusahaan logistik dan rental kendaraan. Melalui merek Fox Logger, perseroan menyediakan perangkat GPS tracker, dash camera, serta platform SaaS yang memungkinkan pemantauan armada secara menyeluruh.
Solusi yang ditawarkan memungkinkan pelanggan memantau posisi kendaraan secara real-time, lokasi parkir, jarak tempuh, histori rute, hingga konsumsi bahan bakar. Selain itu, sistem ini juga mendukung analisis perilaku pengemudi dan pemantauan video untuk meningkatkan keselamatan serta efisiensi operasional.
Seiring meningkatnya kebutuhan akan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan armada, solusi telematika IOTF dinilai relevan dengan kebutuhan pasar. Digitalisasi sektor logistik dan transportasi nasional menjadi pendorong utama permintaan terhadap layanan IoT.
Alamsyah menambahkan, transformasi digital internal yang dijalankan IOTF telah menghasilkan leverage operasional yang lebih sehat. Hal ini tercermin dari peningkatan produktivitas per karyawan serta penurunan rasio biaya operasional terhadap pendapatan.
Model bisnis dan strategi yang diterapkan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi perseroan dalam menghadapi volatilitas ekonomi. Dengan fondasi operasional yang lebih kuat, IOTF melihat adanya ruang untuk ekspansi margin secara berkelanjutan, sekaligus menjaga pertumbuhan laba yang berkualitas di masa mendatang.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemendag Dorong UMKM Perempuan Indonesia Tembus Pasar Ritel Inggris 2026
- Selasa, 03 Februari 2026
Inggris Luncurkan Climate Finance Accelerator Dukung Investasi Proyek Hijau Indonesia
- Selasa, 03 Februari 2026
Pemerintah Siapkan Perpres Alihkan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung
- Selasa, 03 Februari 2026
Berita Lainnya
Pupuk Indonesia Modernisasi Pabrik Tertua Kurangi Emisi Karbon Signifikan
- Selasa, 03 Februari 2026
INET Tingkatkan Ekspansi Bisnis dengan Kepemilikan Saham Mayoritas PADA
- Selasa, 03 Februari 2026
Mobil Murah Serbu Pasar Otomotif, ACC Ungkap Peluang Besar Pembiayaan Kendaraan Tahun 2026
- Selasa, 03 Februari 2026
Minim Pasokan Mal Baru Bikin Prospek Bisnis Pusat Perbelanjaan Pakuwon Jati Tetap Cerah di 2026
- Selasa, 03 Februari 2026













