Selasa, 03 Februari 2026

INET Tingkatkan Ekspansi Bisnis dengan Kepemilikan Saham Mayoritas PADA

INET Tingkatkan Ekspansi Bisnis dengan Kepemilikan Saham Mayoritas PADA
INET Tingkatkan Ekspansi Bisnis dengan Kepemilikan Saham Mayoritas PADA

JAKARTA - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET), emiten teknologi, mengambil langkah strategis dengan mengakuisisi 53,57% saham PT Personel Alih Daya Tbk. (PADA) senilai Rp106,39 miliar. 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya perseroan memperluas portofolio bisnis dan menciptakan sinergi antara layanan digital dan operasional berbasis sumber daya manusia.

Direktur INET, Willy Usulangi, menegaskan bahwa akuisisi ini menjadi strategi penting untuk membangun ekosistem human-tech terintegrasi yang menggabungkan platform digital dan layanan manajemen SDM berbasis teknologi.

Baca Juga

Kredit Hijau BCA Tembus Rp113 Triliun Sepanjang Tahun 2025

“Melalui akuisisi PADA, perseroan dapat memperluas portofolio bisnis dari layanan digital dan teknologi ke layanan outsourcing dan manajemen SDM berbasis teknologi, sehingga menciptakan ekosistem layanan human-tech yang terintegrasi,” ujar Willy.

Dalam transaksi ini, INET membeli 1.687.455.000 saham PADA dari Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk. (Kopindosat), setara 53,57% modal ditempatkan dan disetor PADA. 

Nilai transaksi tersebut Rp106.390.655.000, setara 29,41% dari total ekuitas INET berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2025 yang telah diaudit.

Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS

Meskipun transaksi ini termasuk material sesuai POJK No.17/2020, nilainya tetap di bawah 50% dari ekuitas perseroan, sehingga tidak memerlukan persetujuan RUPS. Willy menegaskan bahwa transaksi ini dilakukan tanpa afiliasi atau benturan kepentingan antara INET sebagai pembeli dan Kopindosat sebagai penjual.

Transaksi ini dituangkan dalam Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) yang ditandatangani pada 28 Januari 2026. Penyelesaian akuisisi akan dilakukan melalui mekanisme crossing di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Setelah rampung, INET akan menjadi pemegang saham pengendali PADA dengan kepemilikan 53,57%, sementara Kopindosat memiliki 6,29% saham PADA. Kepemilikan mayoritas ini memungkinkan INET mengintegrasikan layanan PADA ke dalam ekosistem digital dan SDM perseroan.

Sinergi Digital dan Layanan SDM

Akuisisi PADA memungkinkan INET memperluas portofolio bisnis dari layanan digital dan teknologi ke layanan outsourcing dan manajemen SDM berbasis teknologi. Integrasi ini menciptakan ekosistem human-tech yang memungkinkan platform digital dan tenaga kerja manusia beroperasi secara sinergis, meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.

“Perseroan tidak hanya memperluas lini bisnis, tetapi juga meningkatkan daya saing melalui sinergi teknologi, platform digital, dan sumber daya manusia,” ujar Willy.

Ekosistem human-tech ini diharapkan mendukung layanan end-to-end untuk pelanggan, termasuk perusahaan yang membutuhkan manajemen tenaga kerja terintegrasi dengan platform digital, sehingga mengoptimalkan operasional dan meningkatkan nilai tambah bisnis.

Dukungan Proyek Infrastruktur dan FTTH

Selain memperluas portofolio, akuisisi ini juga memperkuat ekspansi operasional INET, termasuk mendukung proyek pengembangan jaringan fiber to the home (FTTH) di Bali, Lombok, dan Kalimantan Barat. 

Dengan kepemilikan mayoritas, INET dapat mengintegrasikan layanan digital dan SDM secara lebih efisien, memaksimalkan kapasitas jaringan, dan mendukung proyek infrastruktur strategis.

Langkah ini juga membuka peluang diversifikasi pendapatan jangka panjang. Dengan integrasi teknologi, platform digital, dan SDM, perseroan dapat menciptakan efisiensi operasional sekaligus memperluas potensi bisnis di segmen baru.

Strategi Ekspansi dan Integrasi Teknologi

Akuisisi PADA merupakan bagian dari strategi INET untuk menggabungkan layanan digital dan operasional manusia. Transformasi ini memungkinkan perusahaan menciptakan value-added services yang terintegrasi, mulai dari platform digital hingga manajemen SDM.

Dengan pengendalian PADA, INET dapat:

Meningkatkan kapasitas layanan outsourcing dan manajemen SDM berbasis teknologi.

Memperluas penetrasi pasar digital di segmen bisnis baru.

Mendukung proyek FTTH dengan layanan human-tech yang terintegrasi.

Mengoptimalkan efisiensi operasional dan meningkatkan peluang pendapatan tambahan.

Strategi ini sejalan dengan visi INET untuk menjadi pemimpin di sektor teknologi dan layanan SDM berbasis digital, sekaligus memaksimalkan potensi sinergi antara platform digital dan tenaga kerja manusia.

Nilai Transaksi dan Dampak Finansial

Nilai akuisisi Rp106,39 miliar setara 29,41% dari ekuitas INET, menandakan transaksi material namun masih berada di bawah ambang batas persetujuan RUPS. Struktur kepemilikan ini memberikan INET kontrol strategis atas PADA sekaligus menjaga fleksibilitas finansial untuk ekspansi dan investasi lainnya.

Transaksi ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi bisnis, memperkuat kontrol operasional, dan memberikan kontribusi pada diversifikasi pendapatan jangka panjang. Kepemilikan mayoritas memungkinkan integrasi platform digital dan SDM secara lebih optimal, mendukung target pertumbuhan perusahaan.

Manfaat Strategis Akuisisi

Akuisisi PADA memberikan beberapa manfaat strategis bagi INET, antara lain:

Memperluas lini bisnis dari layanan digital ke manajemen SDM berbasis teknologi.

Menciptakan ekosistem human-tech yang terintegrasi, meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.

Mendukung ekspansi FTTH di wilayah strategis seperti Bali, Lombok, dan Kalimantan Barat.

Meningkatkan daya saing dan peluang pendapatan jangka panjang melalui diversifikasi bisnis.

Langkah ini menegaskan bahwa INET bukan hanya fokus pada pertumbuhan digital, tetapi juga membangun operasional SDM yang modern, terintegrasi, dan berbasis teknologi untuk mendukung strategi ekspansi nasional.

Akuisisi 53,57% saham PADA oleh INET menjadi strategi krusial untuk memperluas portofolio bisnis dan menciptakan ekosistem layanan human-tech yang terintegrasi.

Integrasi antara platform digital dan layanan SDM berbasis teknologi diharapkan memperkuat ekspansi operasional, mendukung proyek FTTH, dan membuka peluang diversifikasi pendapatan jangka panjang.

Dengan kepemilikan mayoritas, INET menegaskan kontrol strategis terhadap PADA, sekaligus memaksimalkan potensi sinergi antara platform digital, layanan SDM, dan proyek infrastruktur. 

Langkah ini menempatkan INET pada posisi lebih kompetitif di industri teknologi dan layanan human resource, sambil mendukung pengembangan bisnis yang efisien, scalable, dan berkelanjutan.

Akuisisi ini sekaligus menegaskan komitmen INET untuk membangun integrasi layanan teknologi dan manusia, menciptakan ekosistem inovatif yang mendukung pertumbuhan jangka panjang, daya saing industri, dan efisiensi operasional secara berkelanjutan.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Mobil Murah Serbu Pasar Otomotif, ACC Ungkap Peluang Besar Pembiayaan Kendaraan Tahun 2026

Mobil Murah Serbu Pasar Otomotif, ACC Ungkap Peluang Besar Pembiayaan Kendaraan Tahun 2026

Ashmore Asset Management Indonesia Tebar Dividen Interim Miliaran Rupiah di Tengah Program Buyback Saham 2026

Ashmore Asset Management Indonesia Tebar Dividen Interim Miliaran Rupiah di Tengah Program Buyback Saham 2026

Minim Pasokan Mal Baru Bikin Prospek Bisnis Pusat Perbelanjaan Pakuwon Jati Tetap Cerah di 2026

Minim Pasokan Mal Baru Bikin Prospek Bisnis Pusat Perbelanjaan Pakuwon Jati Tetap Cerah di 2026

KA Bandara YIA Kembali Layani Penumpang Selasa Februari 2026 Dengan Jadwal Lengkap Terbaru

KA Bandara YIA Kembali Layani Penumpang Selasa Februari 2026 Dengan Jadwal Lengkap Terbaru

PLN Optimalkan FABA PLTU Dorong Ekonomi Sirkuler Berkelanjutan Nasional Tahun 2025

PLN Optimalkan FABA PLTU Dorong Ekonomi Sirkuler Berkelanjutan Nasional Tahun 2025