Minim Pasokan Mal Baru Bikin Prospek Bisnis Pusat Perbelanjaan Pakuwon Jati Tetap Cerah di 2026
- Selasa, 03 Februari 2026
JAKARTA - PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menilai prospek bisnis pusat perbelanjaan pada tahun 2026 masih berada dalam jalur yang positif. Penilaian ini didorong oleh terbatasnya pasokan mal baru di Jakarta serta tingkat okupansi industri yang relatif tinggi sepanjang tahun lalu.
Kondisi tersebut dinilai memberikan peluang penguatan kinerja operasional bagi pelaku usaha mal. Terutama bagi pusat perbelanjaan eksisting yang telah memiliki basis tenant kuat dan trafik pengunjung yang stabil.
Director of Business Development PT Pakuwon Jati Tbk Ivy Wong menyampaikan tingkat okupansi mal milik perseroan secara konsisten berada di atas rata-rata industri. Situasi ini memberikan keyakinan bahwa performa operasional pusat perbelanjaan PWON pada 2026 tetap terjaga.
Baca Juga
Berdasarkan laporan keuangan hingga akhir September 2025, pendapatan PWON tercatat meningkat secara tahunan. Pendapatan perseroan naik 6,9% menjadi Rp5,1 triliun.
Kontributor utama pendapatan berasal dari segmen pengelolaan pusat perkantoran, pusat perbelanjaan, dan apartemen servis. Ketiga segmen tersebut menyumbang pendapatan sebesar Rp3,2 triliun.
Sementara itu, segmen real estat mencatatkan pendapatan Rp1 triliun. Adapun segmen perhotelan menyumbang Rp910 miliar hingga akhir September 2025.
Pendapatan berulang atau recurring income PWON mendominasi struktur pendapatan perseroan. Hingga akhir September 2025, recurring income mencapai 80,4% dari total pendapatan.
Nilai recurring income tersebut tercatat naik 8% menjadi Rp4,1 triliun. Sumber utama pendapatan berulang tersebut berasal dari pusat perbelanjaan ritel senilai Rp2,9 triliun.
“Kami memandang prospek bisnis 2026 sangat positif. Dengan tingkat okupansi yang tinggi dan sehat, mal-mal PWON memiliki bargaining power yang kuat dalam menarik dan mempertahankan tenant berkualitas,” ujar Ivy Wong kepada Kontan, Selasa, 3 Februari 2026.
Strategi Tarif Sewa dan Pengelolaan Hubungan Tenant
Meski memiliki posisi tawar yang kuat, PWON tidak serta-merta menaikkan tarif sewa secara agresif. Perseroan memilih pendekatan yang lebih selektif dan disiplin dalam penetapan harga sewa.
Menurut Ivy, fokus utama perusahaan adalah membangun kerja sama jangka panjang dengan para tenant. Pendekatan ini dinilai lebih berkelanjutan dibandingkan strategi kenaikan tarif jangka pendek.
Kemitraan yang saling menguntungkan menjadi prinsip utama dalam pengelolaan pusat perbelanjaan PWON. Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas okupansi dan kualitas tenant.
PWON menilai hubungan jangka panjang dengan tenant memberikan kepastian arus pendapatan. Selain itu, kolaborasi yang solid turut menciptakan ekosistem ritel yang sehat.
Di tengah dinamika industri ritel, pendekatan harga yang disiplin dianggap mampu menjaga daya saing mal. Strategi ini juga membantu tenant untuk tetap bertahan dalam kondisi ekonomi yang fluktuatif.
PWON terus melakukan evaluasi terhadap struktur tarif sewa. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kinerja tenant, serta potensi jangka panjang.
Pengembangan Aset dan Penyesuaian Terhadap Perubahan Konsumen
Dari sisi pengembangan portofolio, PWON menjalankan strategi yang seimbang antara optimalisasi aset eksisting dan ekspansi proyek baru. Perusahaan tidak hanya berfokus pada pembangunan, tetapi juga peningkatan kualitas aset yang sudah beroperasi.
Untuk mal yang telah berjalan, PWON menitikberatkan pada renovasi dan penyegaran konsep. Penyesuaian tenant mix juga dilakukan agar tetap relevan dengan perubahan preferensi konsumen.
Optimalisasi aset eksisting menjadi kunci untuk menjaga daya tarik pusat perbelanjaan. Langkah ini juga bertujuan meningkatkan pengalaman berbelanja pengunjung.
Di sisi lain, PWON tetap membuka peluang pengembangan mal dan superblok baru secara selektif. Ekspansi difokuskan pada lokasi yang dinilai memiliki potensi jangka panjang.
Salah satu proyek yang telah dikembangkan adalah superblok di Bekasi. Kawasan ini mengusung konsep terpadu yang menggabungkan fungsi ritel, residensial, dan hospitality.
Pengembangan proyek dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan pasar. PWON memastikan setiap ekspansi selaras dengan permintaan yang ada.
“Strategi ini kami jalankan dengan disiplin dan kehati-hatian, sejalan dengan kondisi pasar dan kesiapan permintaan. Tujuannya untuk memaksimalkan kinerja aset yang ada sekaligus memastikan keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang,” jelas Ivy.
Di tengah perubahan pola belanja masyarakat dan meningkatnya penetrasi kanal digital, kinerja mal PWON tetap terjaga. Hal ini ditopang oleh tenant yang relatif resisten terhadap digitalisasi.
Segmen food and beverage, hiburan, lifestyle, serta kebutuhan harian menjadi kontributor utama trafik. Segmen-segmen tersebut mendorong kunjungan berulang ke pusat perbelanjaan.
Pengalaman fisik yang ditawarkan tenant-tenant ini dinilai sulit tergantikan oleh kanal digital. Hal tersebut menjadi keunggulan utama pusat perbelanjaan PWON.
PWON secara berkala melakukan evaluasi performa tenant. Optimalisasi zoning dan penyegaran tata ruang juga terus dilakukan.
Langkah-langkah tersebut bertujuan menjaga relevansi pusat perbelanjaan dengan tren konsumen. Selain itu, strategi ini mampu menjaga stabilitas trafik pengunjung.
Stabilitas trafik berdampak langsung pada tingkat okupansi dan pendapatan sewa. Pendapatan sewa ini menjadi sumber utama recurring income perseroan.
Memasuki 2026, tantangan utama bisnis mal diperkirakan berasal dari tekanan inflasi. Kenaikan inflasi berpotensi meningkatkan biaya operasional pusat perbelanjaan.
Selain itu, perilaku belanja konsumen diperkirakan semakin selektif. Kondisi ini dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global dan domestik.
Di tengah tantangan tersebut, peluang pertumbuhan tetap terbuka. Tren ritel berbasis pengalaman menjadi salah satu pendorong utama.
Masuknya tenant baru juga menjadi peluang bagi PWON. Termasuk brand asal China yang mulai agresif berekspansi di pasar Indonesia.
Kehadiran tenant baru ini dinilai dapat memperkaya variasi penawaran ritel. Hal tersebut juga berpotensi menarik segmen pengunjung baru.
PWON menilai kombinasi portofolio mal yang terintegrasi dalam kawasan superblok sebagai kekuatan utama. Strategi kurasi tenant yang selektif turut memperkuat daya saing.
“Kombinasi portofolio mal terintegrasi dalam kawasan superblok dan strategi kurasi tenant yang selektif membuat peluang pertumbuhan kinerja mal PWON tetap terbuka,” kata Ivy.
Ia menambahkan bahwa seluruh strategi tersebut dijalankan dengan pendekatan yang hati-hati dan terukur. PWON tetap memprioritaskan keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemendag Dorong UMKM Perempuan Indonesia Tembus Pasar Ritel Inggris 2026
- Selasa, 03 Februari 2026
Inggris Luncurkan Climate Finance Accelerator Dukung Investasi Proyek Hijau Indonesia
- Selasa, 03 Februari 2026
Pemerintah Siapkan Perpres Alihkan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung
- Selasa, 03 Februari 2026
Berita Lainnya
INET Tingkatkan Ekspansi Bisnis dengan Kepemilikan Saham Mayoritas PADA
- Selasa, 03 Februari 2026
Mobil Murah Serbu Pasar Otomotif, ACC Ungkap Peluang Besar Pembiayaan Kendaraan Tahun 2026
- Selasa, 03 Februari 2026
KA Bandara YIA Kembali Layani Penumpang Selasa Februari 2026 Dengan Jadwal Lengkap Terbaru
- Selasa, 03 Februari 2026
PLN Optimalkan FABA PLTU Dorong Ekonomi Sirkuler Berkelanjutan Nasional Tahun 2025
- Selasa, 03 Februari 2026













