JAKARTA - Perlahan namun pasti, denyut pariwisata di Kabupaten Aceh Tengah kembali terasa.
Setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda kawasan ini pada akhir November 2025 dan membuat aktivitas wisata lumpuh total, kini tanda-tanda pemulihan mulai tampak di sejumlah destinasi unggulan Dataran Tinggi Gayo.
Kehadiran kembali wisatawan menjadi sinyal awal kebangkitan sektor yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat.
Baca JugaUMPR Resmi Jadi Penyelenggara Program Pengembangan SDM Sawit Mulai 2026
Upaya pemulihan tidak datang secara instan. Berbagai pihak harus bekerja keras memastikan aksesibilitas, keamanan, serta kesiapan destinasi sebelum kembali dibuka untuk umum.
Namun, dengan perbaikan infrastruktur dan pembersihan kawasan terdampak, wisata Aceh Tengah perlahan kembali berdenyut.
Aktivitas Wisata Mulai Kembali Bergeliat
Salah satu indikator kebangkitan pariwisata Aceh Tengah terlihat dari kembali beroperasinya wisata arung jeram atau rafting. Wahana ini merupakan salah satu daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Gayo.
Operator Arung Jeram Lukup Badak dan Vista Adventure yang dikelola oleh Koperasi Wisata Alam Gayo dilaporkan telah membuka kembali layanan mereka sejak sepekan terakhir.
Dibukanya kembali aktivitas rafting menjadi angin segar bagi pelaku usaha wisata dan masyarakat sekitar. Selama beberapa bulan pascabencana, kawasan ini nyaris tidak menerima kunjungan wisatawan. Dengan kembalinya wahana unggulan tersebut, geliat ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata mulai bergerak kembali.
Selain rafting, sejumlah destinasi wisata alam lainnya juga mulai dikunjungi wisatawan, meski dengan intensitas yang masih terbatas. Pemerintah daerah tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kesiapan destinasi agar pemulihan berjalan berkelanjutan.
Perbaikan Akses Menuju Takengon
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyambut positif mulai pulihnya aktivitas pariwisata di daerahnya. Ia menegaskan bahwa aksesibilitas menuju Takengon yang sebelumnya sempat terputus akibat bencana kini sudah jauh membaik. Hal tersebut tidak lepas dari kolaborasi cepat antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat.
“Hari ini kita sudah berpikir bagaimana masyarakat (wisatawan) itu hadir kembali, karena wisata arung jeram dan danau sudah mulai pulih. Kolaborasi pemerintah daerah hingga pusat berjalan baik, sehingga pemeriksaan dan perbaikan jalan-jalan lintas sudah mulai bagus,” ujar Haili.
Menurutnya, akses jalan merupakan faktor kunci dalam pemulihan pariwisata. Tanpa konektivitas yang memadai, upaya membuka kembali destinasi wisata akan sulit berjalan optimal.
Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur menjadi prioritas agar wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke Aceh Tengah.
Pembersihan Kawasan Danau Laut Tawar
Meski sejumlah aktivitas wisata sudah kembali berjalan, Haili mengakui bahwa proses pemulihan belum sepenuhnya rampung. Khususnya di kawasan wisata alam di sekitar Danau Laut Tawar, pembersihan material sisa banjir bandang dan tanah longsor masih terus dilakukan di beberapa titik.
Danau Laut Tawar merupakan ikon wisata Aceh Tengah yang memiliki nilai strategis, baik dari sisi pariwisata maupun kehidupan masyarakat.
Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong percepatan pembersihan kawasan ini agar dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai destinasi wisata unggulan.
Proses pembersihan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak. Pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa kawasan yang dibuka untuk umum benar-benar aman dan layak dikunjungi. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus mencegah risiko bencana lanjutan.
Harapan Pemulihan Ekonomi Masyarakat
Dengan membaiknya akses jalan dan dibukanya kembali sejumlah wahana wisata, pemerintah daerah optimistis roda perekonomian masyarakat Aceh Tengah dapat kembali berputar normal.
Sektor pariwisata selama ini menjadi sumber penghidupan bagi banyak warga, mulai dari pelaku usaha wisata, pedagang, hingga masyarakat yang menyediakan jasa pendukung lainnya.
Pemulihan pariwisata diharapkan tidak hanya mengembalikan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat pascabencana. Kehadiran wisatawan dinilai mampu memberikan efek berantai bagi sektor-sektor ekonomi lainnya di daerah tersebut.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap mengingatkan bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu dan konsistensi. Upaya menjaga kelestarian lingkungan, kesiapsiagaan bencana, serta peningkatan kualitas layanan wisata menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diperhatikan ke depan.
Kebangkitan pariwisata Aceh Tengah menjadi gambaran semangat masyarakat untuk bangkit dari dampak bencana. Dengan dukungan infrastruktur yang semakin baik dan kolaborasi berbagai pihak, daerah ini diharapkan kembali menjadi tujuan wisata andalan di Aceh, sekaligus simbol pemulihan dan ketangguhan masyarakat Dataran Tinggi Gayo.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemendag Dorong UMKM Perempuan Indonesia Tembus Pasar Ritel Inggris 2026
- Selasa, 03 Februari 2026
Inggris Luncurkan Climate Finance Accelerator Dukung Investasi Proyek Hijau Indonesia
- Selasa, 03 Februari 2026
Pemerintah Siapkan Perpres Alihkan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung
- Selasa, 03 Februari 2026
Berita Lainnya
Pemprov Kaltim Siap Perketat Pengawasan SDA: Fokus Tangani Kebocoran Modal dan Harga Batu Bara
- Selasa, 03 Februari 2026
Kutai Timur Perkuat Sektor Padat Karya: Transformasi SDA untuk Kesejahteraan Rakyat
- Selasa, 03 Februari 2026
Sinergi Publikasi: BAZNAS dan RRI Bengkalis Perkuat Edukasi Zakat Melalui Udara
- Selasa, 03 Februari 2026
Wamen LH Apresiasi Banyumas Capai Capaian Tinggi Pengelolaan Sampah
- Selasa, 03 Februari 2026
Seskab Tegaskan Pertemuan Presiden Dengan Ormas Islam Agenda Rutin Berkala
- Selasa, 03 Februari 2026












