UMPR Resmi Jadi Penyelenggara Program Pengembangan SDM Sawit Mulai 2026
- Selasa, 03 Februari 2026
JAKARTA - Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) mengambil langkah strategis dengan mengajukan diri sebagai lembaga penyelenggara program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) kelapa sawit mulai tahun 2026.
Langkah ini diambil untuk mendukung kebijakan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dalam menciptakan industri sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Fokus Utama: Integrasi Agroteknologi dan Kehutanan
Baca JugaVokasi Industri 2025: Kemenperin Cetak 5.386 SDM Lulusan Siap Kerja dengan Kompetensi Global
Rektor UMPR, Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, menjelaskan bahwa universitas telah mengusulkan dua program studi utama untuk mengawal program ini dari hulu hingga hilir:
Prodi Agroteknologi: Fokus pada peningkatan teknis dan profesionalisme perkebunan.
Prodi Kehutanan: Fokus pada pengelolaan lahan dan aspek keberlanjutan lingkungan.
Program ini ditargetkan untuk memberikan akses pendidikan bagi 60 orang dari keluarga petani sawit. Mereka akan didampingi oleh tenaga pendidik profesional dan praktisi industri untuk menjadi generasi muda petani sawit yang memiliki kompetensi teknis, manajerial, dan kewirausahaan.
Sawit Sebagai Pilar Ekonomi Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah merupakan wilayah kunci dengan luas areal sawit yang signifikan. UMPR menyadari bahwa besarnya potensi ini harus dibarengi dengan SDM yang mumpuni karena:
Kontribusi Ekonomi: Sektor sawit menyumbang devisa negara dan PDB yang besar.
Penyerapan Tenaga Kerja: Menjadi lapangan kerja utama bagi masyarakat lokal.
Regenerasi: Dibutuhkan inovasi agar generasi muda mau melanjutkan pengelolaan sawit rakyat secara profesional.
Dukungan Penuh dari GAPKI dan APKASINDO
Usulan UMPR ini mendapatkan apresiasi dan rekomendasi kuat dari organisasi industri sawit:
GAPKI Kalteng: Plt. Ketua GAPKI Kalteng, Au Rizky Djaya D, berkomitmen mendukung UMPR dan berharap anak-anak karyawan perusahaan anggota GAPKI dapat memanfaatkan peluang pendidikan ini.
APKASINDO Kalteng: Ketua DPW APKASINDO Kalteng, JMT Pandiangan, menilai proposal UMPR sangat strategis karena fokus pada anak-anak petani sawit sebagai subjek utama untuk memastikan keberlanjutan regenerasi petani rakyat.
Ringkasan Program SDM Sawit UMPR 2026
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Lembaga Mitra | Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) |
| Prodi Pengampu | Agroteknologi dan Kehutanan |
| Target Peserta | 60 orang (Keluarga Petani Sawit & Karyawan) |
| Fokus Keahlian | Teknis Perkebunan, Manajerial, dan Kewirausahaan |
| Tujuan Akhir | Regenerasi petani sawit berkelanjutan di Kalimantan Tengah |
Regan
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemendag Dorong UMKM Perempuan Indonesia Tembus Pasar Ritel Inggris 2026
- Selasa, 03 Februari 2026
Inggris Luncurkan Climate Finance Accelerator Dukung Investasi Proyek Hijau Indonesia
- Selasa, 03 Februari 2026
Pemerintah Siapkan Perpres Alihkan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung
- Selasa, 03 Februari 2026
Berita Lainnya
Kutai Timur Perkuat Sektor Padat Karya: Transformasi SDA untuk Kesejahteraan Rakyat
- Selasa, 03 Februari 2026
Sinergi Publikasi: BAZNAS dan RRI Bengkalis Perkuat Edukasi Zakat Melalui Udara
- Selasa, 03 Februari 2026
Wamen LH Apresiasi Banyumas Capai Capaian Tinggi Pengelolaan Sampah
- Selasa, 03 Februari 2026
Seskab Tegaskan Pertemuan Presiden Dengan Ormas Islam Agenda Rutin Berkala
- Selasa, 03 Februari 2026
Sinergi Strategis BAZNAS dan Media: Membangun Arsitektur Zakat demi Kedaulatan Ekonomi Nasional
- Selasa, 03 Februari 2026











.jpg)
