JAKARTA - PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk. (PRAY), yang lebih dikenal dengan nama Primaya Hospital Group, baru saja melanjutkan ekspansi ambisiusnya dalam sektor rumah sakit.
Kali ini, perusahaan tersebut meresmikan Primaya Hospital Kelapa Gading, menambah jaringan rumah sakit yang dikelolanya menjadi 20 dalam kurun waktu dua dekade.
Langkah ini mempertegas komitmen Primaya untuk menyediakan layanan kesehatan yang berstandar internasional di Indonesia, khususnya di wilayah Jakarta Utara.
Baca JugaGelombang Tinggi Mengganggu Pelayaran, ASDP Kupang Belum Beroperasi
Ekspansi Primaya Hospital Group yang Terus Berlanjut
Dalam upayanya memperluas jaringan rumah sakit, Primaya Hospital Group telah membuktikan diri sebagai salah satu pemain utama dalam sektor kesehatan Indonesia.
Kehadiran Primaya Hospital Kelapa Gading yang baru saja diresmikan menambah jumlah rumah sakit yang dikelola PRAY menjadi total 20 unit.
Primaya Hospital Kelapa Gading dirancang sebagai rumah sakit flag ship yang menawarkan berbagai layanan medis unggulan dengan fasilitas dan infrastruktur yang mumpuni.
CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, menjelaskan bahwa rumah sakit ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menyediakan layanan kesehatan dan klinis terbaik di Indonesia, dengan menggunakan standar internasional.
"Dengan adanya Primaya Hospital Kelapa Gading, kami ingin masyarakat Indonesia mendapatkan layanan akses kesehatan yang terbaik, tanpa harus pergi ke luar negeri," ujar Leona.
Fasilitas dan Layanan Medis Canggih di Primaya Hospital Kelapa Gading
Primaya Hospital Kelapa Gading dilengkapi dengan berbagai fasilitas medis canggih yang siap memberikan solusi kesehatan terbaik bagi masyarakat.
Beberapa layanan unggulan yang disediakan rumah sakit ini antara lain Cardiac & Vascular Center, Cancer Center, Neuroscience Center, Urology Center, Orthopedic Center, hingga Gastro, Liver & Digestive Center.
Rumah sakit ini juga memiliki layanan Smart Fertility Clinic serta Medical Rehabilitation Center yang dapat membantu pasien dalam perawatan pasca-pembedahan atau pemulihan kesehatan lainnya.
Selain itu, Primaya Hospital Kelapa Gading juga menyediakan fasilitas penunjang seperti Radiology Diagnostic Center dengan teknologi terkini, seperti CT Scan Dual Energy 2x380 slice dan MRI 1.5T berbasis AI, yang memungkinkan diagnosis yang lebih cepat dan akurat.
Layanan kesehatan ini ditujukan untuk memastikan bahwa pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih efisien dan efektif, tanpa harus menunggu lama untuk hasil diagnostik.
Dengan konsep layanan IGD one bed one room, Primaya Hospital Kelapa Gading juga memastikan kenyamanan pasien sekaligus meminimalisir risiko infeksi.
Tidak hanya itu, rumah sakit ini juga menyediakan layanan medis 24 jam, seperti dokter spesialis anak dan dokter anestesi di ruang IGD, kamar operasi, serta ICU, guna memberikan respons cepat terhadap kondisi darurat.
Tantangan dan Peluang Sektor Kesehatan Indonesia
Kehadiran Primaya Hospital Kelapa Gading juga terjadi di tengah tantangan sektor kesehatan Indonesia yang semakin ketat. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, menyebutkan bahwa rumah sakit di Indonesia kini harus menghadapi persaingan global.
Banyak pasien yang memilih untuk berobat ke luar negeri, meskipun kualitas dokter dan infrastruktur kesehatan di Indonesia tidak kalah dengan negara lain. Namun, salah satu kekurangan yang perlu diperbaiki adalah masalah hospitality dan pelayanan yang masih menjadi tantangan.
Dante menambahkan, aliran dana yang dikeluarkan oleh warga Indonesia untuk berobat ke luar negeri mencapai sekitar Rp160 triliun per tahun, dengan negara tujuan seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Korea Selatan.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun layanan kesehatan di Indonesia terus berkembang, masih ada kesempatan bagi rumah sakit lokal untuk menarik kembali aliran dana tersebut dan mengurangi ketergantungan masyarakat pada layanan medis luar negeri.
Primaya Hospital Kelapa Gading hadir sebagai solusi dalam menjawab kebutuhan ini. Dengan fasilitas dan layanan berstandar internasional, Primaya berharap dapat memberikan alternatif yang lebih baik bagi pasien yang membutuhkan perawatan medis berkualitas tanpa harus bepergian ke luar negeri.
Kinerja Keuangan dan Prospek Pertumbuhan Primaya Hospital Group
Secara keseluruhan, Primaya Hospital Group mencatatkan kinerja yang cukup positif di tahun lalu meskipun ada beberapa tantangan. Berdasarkan laporan keuangan terakhir, perusahaan ini berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,74 triliun per kuartal III/2025, mengalami kenaikan 12,53% secara tahunan (YoY). Meskipun demikian, laba bersih PRAY mengalami penurunan sebesar 24,69% YoY menjadi Rp163,18 miliar.
Dari sisi neraca, PRAY tercatat memiliki aset sebesar Rp5,53 triliun dengan liabilitas Rp2,23 triliun. Ekuitas perusahaan mencapai Rp3,3 triliun.
Meskipun ada sedikit penurunan laba, PRAY masih menunjukkan potensi pertumbuhan yang baik ke depan, terutama dengan ekspansi rumah sakit seperti Primaya Hospital Kelapa Gading yang diprediksi akan semakin memperkuat posisi perusahaan dalam industri kesehatan di Indonesia.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.













