Rabu, 28 Januari 2026

Autopedia Sukses Lestari Targetkan Pertumbuhan Bisnis Dua Digit

Autopedia Sukses Lestari Targetkan Pertumbuhan Bisnis Dua Digit
Autopedia Sukses Lestari Targetkan Pertumbuhan Bisnis Dua Digit

JAKARTA - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) menunjukkan optimisme tinggi dalam menghadapi tahun 2026 meski di tengah berbagai tantangan yang melanda industri mobil bekas. 

Salah satu faktor pendorong utama adalah kekuatan ekosistem bisnis yang telah dibangun ASLC, yang melibatkan beberapa platform seperti JBA, Caroline.id, MotoGadai, dan Cartalog. 

Dengan berbagai peluang yang masih terbuka di pasar otomotif Indonesia, perusahaan yakin dapat meraih pertumbuhan pendapatan dua digit pada tahun 2026.

Baca Juga

Gelombang Tinggi Mengganggu Pelayaran, ASDP Kupang Belum Beroperasi

Presiden Direktur ASLC, Jany Candra, menjelaskan bahwa meskipun industri mobil bekas masih menghadapi tantangan terkait daya beli konsumen, mereka tetap percaya diri dapat meraih hasil yang lebih baik.

 Optimisme ini berlandaskan pada kuatnya ekosistem yang dimiliki perusahaan dan keunggulan mereka dalam mengoperasikan berbagai platform yang melayani pasar mobil bekas, baik secara offline maupun online.

Ekosistem Bisnis ASLC yang Kuat

Salah satu kekuatan terbesar yang dimiliki ASLC adalah ekosistem bisnisnya yang terdiri dari beberapa unit usaha yang saling mendukung. 

Beberapa platform yang berperan penting dalam strategi bisnis perusahaan adalah JBA (balai lelang mobil bekas), Caroline.id (platform jual beli mobil), MotoGadai (platform gadai kendaraan), dan Cartalog (platform data dan analitik otomotif). Semua unit ini berkolaborasi untuk memberikan layanan terbaik kepada konsumen di pasar otomotif Indonesia.

Jany Candra menegaskan bahwa visi perusahaan adalah menjadi marketplace otomotif omni-channel yang terpercaya, yang tidak hanya menyediakan platform online, tetapi juga menawarkan layanan di kanal offline untuk menjangkau segmen konsumen yang lebih luas. 

“Dengan ekosistem yang terus berkembang, kami akan terus memperkuat posisi kami sebagai pemain utama dalam industri otomotif bekas di Indonesia,” katanya.

Bisnis Lelang JBA Berperan Kunci

Salah satu bisnis utama yang memberikan kontribusi signifikan bagi ASLC adalah JBA, yang merupakan balai lelang mobil bekas terbesar di Indonesia. 

Sejak berdiri pada tahun 2011, JBA telah berhasil melaksanakan lebih dari satu juta transaksi lelang, yang menunjukkan kepercayaan tinggi dari konsumen dan mitra bisnis.

Pada tahun 2025, JBA mencatatkan volume lelang lebih dari 92.000 unit, dengan total kontribusi terhadap pendapatan ASLC mencapai Rp201,8 miliar. 

Hal ini mencerminkan kestabilan dan pertumbuhan yang solid dalam bisnis lelang mobil bekas. JBA juga didukung oleh jaringan luas yang mencakup 39 lokasi di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 15 cabang dan 24 hub.

Menurut Jany, jaringan nasional ini sangat penting untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan memberikan kemudahan bagi pelanggan di berbagai wilayah. 

"Dengan adanya lebih dari 90.000 pembeli yang aktif berpartisipasi dalam lelang, ditambah kemitraan dengan lebih dari 400 perusahaan dan 7.000 dealer kendaraan bekas, JBA mampu menjaga volume transaksi lelang yang stabil dan kuat,” ungkapnya.

Fokus pada Pemulihan dan Pertumbuhan Berkelanjutan

ASLC juga memperhatikan pentingnya memanfaatkan momentum pemulihan pasar otomotif Indonesia untuk terus berkembang. 

Sektor otomotif di Indonesia mengalami sejumlah tantangan, termasuk dampak dari ketidakpastian ekonomi global dan domestik. Namun, perusahaan tetap optimistis dapat memanfaatkan peluang jangka panjang yang ada di industri mobil bekas.

Dengan berbagai platform yang mendukung, ASLC berusaha untuk memperluas jaringan mereka serta terus mengembangkan layanan yang lebih baik bagi konsumen.

 Salah satu langkah penting adalah memperkuat infrastruktur digital yang memungkinkan transaksi jual beli mobil bekas dapat dilakukan dengan lebih mudah, efisien, dan aman. 

"Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan yang berbasis teknologi untuk mendukung ekosistem otomotif digital yang lebih besar," tambah Jany.

Prospek Bisnis yang Positif di Tahun 2026

Untuk tahun 2026, ASLC menargetkan pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi dengan fokus pada pemanfaatan ekosistem yang sudah ada dan memperluas basis konsumen mereka. 

Dengan memanfaatkan berbagai platform yang saling terintegrasi, perusahaan percaya dapat mengakses pasar yang lebih luas, serta memperkuat layanan mereka dalam sektor otomotif bekas.

Di tengah dinamika pasar yang masih penuh tantangan, ASLC optimistis bisa mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit pada tahun 2026. 

Mereka juga berkomitmen untuk terus memperkuat posisi mereka dalam pasar otomotif nasional, baik melalui layanan online maupun offline yang dapat menjangkau konsumen dari berbagai segmen. Dukungan terhadap jaringan mitra dan dealer juga menjadi salah satu faktor kunci dalam mencapai tujuan tersebut.

“Melalui sinergi antara JBA, Caroline.id, MotoGadai, dan Cartalog, kami yakin ASLC dapat terus berkembang dan memenuhi kebutuhan pasar otomotif bekas di Indonesia,” tutup Jany.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

PLN Apresiasi Sinergi Cepat Atasi Kebakaran Jalan Pahlawan Ende

PLN Apresiasi Sinergi Cepat Atasi Kebakaran Jalan Pahlawan Ende

Danantara Alihkan Tambang Martabe ke Perminas, Bukan Antam

Danantara Alihkan Tambang Martabe ke Perminas, Bukan Antam

Buka Gerai Baru di Bintaro, COURTS Perluas Jaringan Ritel

Buka Gerai Baru di Bintaro, COURTS Perluas Jaringan Ritel

PT Pelindo Solusi Logistik Salurkan Bantuan Banjir Jakarta Utara

PT Pelindo Solusi Logistik Salurkan Bantuan Banjir Jakarta Utara

Mayapada Healthcare Perluas Layanan Kesehatan Mata di Jakarta

Mayapada Healthcare Perluas Layanan Kesehatan Mata di Jakarta