JAKARTA - Peningkatan pemanfaatan angkutan umum di Kabupaten Siak menunjukkan tren positif.
Bus DAMRI yang melayani angkutan perintis kini hampir selalu terisi penumpang, meski kapasitas belum sepenuhnya penuh. Langkah ini menjadi bukti kesadaran masyarakat dalam menggunakan transportasi publik.
Kepala Dinas Perhubungan Siak, Junaidi SE MM, melalui Kepala Seksi Angkutan Dishub Siak, Januwira SSiT MT, menegaskan bahwa penyediaan angkutan perintis merupakan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pemerintah daerah berkewajiban menjamin tersedianya angkutan umum untuk masyarakat di wilayahnya.
Baca JugaGelombang Tinggi Mengganggu Pelayaran, ASDP Kupang Belum Beroperasi
Angkutan perintis buka akses wilayah terpencil
Bus DAMRI yang didanai APBN ini telah menjangkau 12 dari 14 kecamatan di Kabupaten Siak. Layanan ini diharapkan mampu membuka isolasi daerah serta mempermudah mobilitas masyarakat, baik menuju Kota Siak maupun ke wilayah lain yang dilalui bus.
Keberadaan angkutan perintis menjadi alternatif transportasi yang menghubungkan masyarakat dengan pusat layanan dan kegiatan ekonomi, sekaligus mendorong pemerataan akses antarwilayah.
Empat trayek utama yang dilayani DAMRI
Setiap pagi, bus DAMRI berangkat dari Halte Kwalian menuju empat trayek utama. Trayek pertama meliputi rute Siak–Tanjung Pal, melintasi sejumlah desa seperti Langkai, Buantan Besar, Bungaraya, hingga Tanjung Pal. Trayek ini melayani dua kali perjalanan pulang-pergi setiap hari.
Trayek kedua adalah rute Siak–Kerinci Kanan, yang melalui Merempan, Rantau Panjang, Buantan II, hingga Kerinci Kanan. Rute ini memiliki empat trip keberangkatan dan kepulangan setiap hari.
Rute lintas Sungai Mandau dan Tualang
Trayek ketiga menghubungkan Siak–Tualang melalui Sungai Mandau, melintasi Tumang, Olak, Lubuk Jering, Muara Kelantan, dan Perawang Barat hingga Tualang. Trayek ini juga melayani empat trip pulang-pergi setiap hari, memberi akses rutin bagi masyarakat di sepanjang jalur tersebut.
Trayek keempat menghubungkan Siak–Minas lewat Tualang, dengan rute melalui Mempura, Dayun, Banjar Seminai, Simpang Km 11 Buatan, hingga Minas. Trayek ini melayani dua trip keberangkatan dan kepulangan per hari.
Cakupan wilayah melintasi 12 kecamatan
Keempat trayek DAMRI ini secara keseluruhan menjangkau 12 kecamatan, yaitu Siak, Bungaraya, Sabak Auh, Sungai Apit, Mempura, Dayun, Koto Gasib, Lubuk Dalam, Kerinci Kanan, Sungai Mandau, Tualang, dan Minas. Dua kecamatan lainnya, Pusako dan Kandis, masih dalam tahap kajian untuk pengoperasian trayek.
Rencana perluasan ini menunjukkan upaya strategis pemerintah dan DAMRI dalam memastikan seluruh masyarakat Kabupaten Siak dapat memanfaatkan angkutan umum, mendukung mobilitas dan konektivitas regional.
Kajian lanjutan untuk kecamatan tersisa
Menurut Januwira, kajian untuk Pusako dan Kandis terus dilakukan. Tujuannya adalah memastikan semua kecamatan di Siak dapat menikmati layanan bus perintis. Evaluasi meliputi kondisi jalan, jumlah potensi penumpang, dan ketersediaan armada.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan layanan transportasi, memperluas akses sosial-ekonomi, dan mendorong pemerataan pembangunan wilayah.
DAMRI sebagai penggerak mobilitas masyarakat Siak
Keberadaan bus DAMRI di Kabupaten Siak tidak sekadar menyediakan transportasi, tetapi juga meningkatkan konektivitas antar desa dan kecamatan. Inisiatif ini mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap moda transportasi pribadi.
Layanan bus perintis ini menjadi contoh nyata peran pemerintah dan BUMN dalam menghadirkan transportasi yang merata, terjangkau, dan efisien bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus membuka peluang pengembangan wilayah terpencil di Siak.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.













