JAKARTA - Penggunaan energi terbarukan oleh produsen Panadol, Haleon Indonesia, kembali menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan.
Perusahaan ini mengumumkan pemasangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di fasilitas produksinya yang terletak di Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi jejak karbon, meningkatkan efisiensi energi, serta mendukung agenda transisi energi nasional yang lebih berkelanjutan.
Baca JugaProyek Peternakan Ayam Danantara Dimulai 28 Januari 2026, Fokus Distribusi Pangan
Pemasangan PLTS ini menandai upaya berkelanjutan Haleon Indonesia dalam memanfaatkan energi terbarukan di sektor manufaktur, khususnya untuk produk kesehatan konsumen yang banyak digunakan masyarakat, seperti Panadol dan Sensodyne.
PLTS atap yang dipasang di pabrik ini mencakup area seluas 2.382 meter persegi, dilengkapi dengan 678 panel surya monocrystalline. Dengan kapasitas terpasang sebesar 416,97 kilowatt peak (kWp), sistem ini diproyeksikan dapat menghasilkan sekitar 577.647 kilowatt hour (kWh) listrik per tahun.
Ini berarti sekitar 15% dari total kebutuhan energi pabrik tersebut akan disuplai melalui energi surya yang ramah lingkungan.
Penggunaan energi terbarukan ini diyakini dapat mengurangi emisi karbon pabrik hingga sekitar 449 ton CO? per tahun. Hal ini merupakan salah satu langkah penting dalam mendukung kebijakan pemerintah Indonesia yang mengupayakan peralihan menuju bauran energi baru dan terbarukan.
Pemasangan PLTS juga melengkapi upaya perusahaan yang telah dilakukan sejak 2023 dalam meningkatkan efisiensi energi, dengan pemanfaatan energi terbarukan tercatat mencapai 7.368 megawatt hour (MWh).
Penerapan Teknologi Canggih di PLTS Pulo Gadung
PLTS atap yang dipasang di Pulo Gadung bukan hanya sekadar sistem energi surya biasa. Sistem ini dilengkapi dengan inverter pintar dan teknologi pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan distribusi energi yang lebih efisien.
Melalui sistem IoT ini, perusahaan dapat memonitor konsumsi energi secara real-time, sehingga bisa mengoptimalkan penggunaan dan meminimalkan pemborosan energi dalam proses produksi.
Teknologi ini membuat pemantauan dan pengelolaan energi di pabrik menjadi lebih mudah dan efektif, yang tentunya berdampak langsung pada efisiensi biaya operasional.
Selain itu, Haleon Indonesia juga memilih modul AR Coated Heat Strengthened Glass untuk panel surya yang dipasang. Teknologi ini memungkinkan panel surya menangkap cahaya matahari dari kedua sisi, yang menghasilkan output energi lebih tinggi hingga 4% dibandingkan panel surya monofacial konvensional.
Dengan demikian, perusahaan berharap penggunaan energi surya ini akan semakin optimal dan mendukung keberlanjutan operasional pabrik dalam jangka panjang.
Komitmen Haleon Indonesia terhadap Keberlanjutan
Dhanica Dumo Mae-Tiu, Presiden Direktur Haleon Indonesia, menekankan bahwa langkah pemasangan PLTS atap ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjalankan praktik manufaktur yang lebih berkelanjutan.
Menurut Dhanica, pengintegrasian energi bersih dalam operasional pabrik ini tidak hanya akan memperkuat keberlanjutan bisnis perusahaan, tetapi juga berkontribusi pada transisi energi yang lebih ramah lingkungan.
“Dengan menggunakan energi terbarukan, kami berharap masyarakat Indonesia yang mengandalkan produk kami setiap hari bisa merasakan manfaat tidak hanya dari efektivitas produk, tetapi juga dari praktik produksi yang bertanggung jawab di baliknya,” jelas Dhanica.
Pabrik Haleon Indonesia di Pulo Gadung, yang telah beroperasi sejak 1994, telah lama menjadi pusat produksi bagi berbagai produk kesehatan konsumen yang dipasarkan di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Sebagai bagian dari komitmennya untuk menjaga keberlanjutan, pabrik ini tidak hanya fokus pada penggunaan energi terbarukan, tetapi juga menerapkan sejumlah inisiatif efisiensi sumber daya dan pengelolaan limbah.
Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan ini berusaha untuk tidak hanya memproduksi barang yang bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjalankan operasional yang peduli terhadap lingkungan.
Target Global dan Dukungan Terhadap Kebijakan Energi Nasional
Haleon Indonesia juga menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi pada tujuan global perusahaan dalam mengurangi jejak karbon.
Pada tahun 2040, Haleon berkomitmen untuk mencapai nol emisi karbon bersih, sebuah target ambisius yang menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mendukung perubahan iklim global. Pemasangan PLTS atap di pabrik Pulo Gadung ini merupakan salah satu langkah awal menuju pencapaian tersebut.
Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang tengah berupaya meningkatkan bauran energi terbarukan dalam sistem energi nasional.
Pemerintah Indonesia sendiri telah menargetkan peningkatan penggunaan energi terbarukan dalam sistem energi negara sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan mengatasi dampak perubahan iklim.
Dalam hal ini, perusahaan seperti Haleon Indonesia memainkan peran penting dalam mendukung kebijakan tersebut.
Mendukung Ketahanan Energi dan Keberlanjutan Industri
Melalui pemasangan PLTS atap, Haleon Indonesia tidak hanya berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga pada ketahanan energi.
Mengingat pentingnya energi dalam operasional manufaktur, memiliki sistem energi surya yang dapat menghasilkan daya terbarukan ini memastikan ketersediaan pasokan listrik yang lebih stabil dan tidak bergantung sepenuhnya pada sumber daya fosil atau pasokan listrik dari jaringan yang rentan.
Secara keseluruhan, inisiatif penggunaan energi terbarukan ini adalah contoh nyata bagaimana perusahaan besar bisa berperan dalam menciptakan dunia yang lebih hijau tanpa mengorbankan efisiensi produksi.
Dengan fokus pada keberlanjutan dan efisiensi energi, Haleon Indonesia diharapkan bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain di sektor industri kesehatan untuk turut serta dalam mendukung upaya transisi energi bersih yang lebih besar.
Langkah Haleon Indonesia dengan memasang PLTS atap di pabrik Pulo Gadung merupakan pencapaian signifikan dalam transisi energi bersih dan keberlanjutan industri manufaktur.
Dengan potensi pengurangan emisi karbon yang signifikan serta kontribusi pada efisiensi energi, langkah ini bukan hanya mendukung kebijakan pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung ketahanan energi.
Pemasangan PLTS ini menunjukkan bahwa inovasi energi terbarukan dapat diterapkan dengan sukses dalam sektor industri yang sangat besar seperti produksi barang konsumen kesehatan.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Plant-Based Food Jadi Gaya Hidup Modern, Ini Panduan Lengkap Menu Sehat Berbasis Nabati
- Jumat, 23 Januari 2026
Lima Makanan Alami Penguat Imun Tubuh Agar Tidak Mudah Sakit dan Tetap Fit Setiap Hari
- Jumat, 23 Januari 2026
Investasi Kesehatan Lewat Minuman Low Sugar Lezat yang Mudah Dibuat di Rumah
- Jumat, 23 Januari 2026
Americano dan Long Black: Perbedaan Rasa, Teknik Seduh, dan Cerita di Baliknya
- Jumat, 23 Januari 2026












