Jumat, 23 Januari 2026

Prabowo Tantang McDonald's dengan Makan Bergizi Gratis

Prabowo Tantang McDonald's dengan Makan Bergizi Gratis
Prabowo Tantang McDonald's dengan Makan Bergizi Gratis

JAKARTA - Di ajang World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Swiss, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan capaian ambisius dalam program sosial yang sedang digalakkan pemerintah. 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pada Januari 2025 kini telah mencapai angka yang sangat signifikan. Hingga akhir Januari 2026, MBG berhasil menyediakan 59,8 juta porsi makanan setiap harinya bagi anak-anak, ibu, dan lansia di Indonesia.

Dengan angka tersebut, Indonesia sudah berada di jalur yang tepat untuk melampaui jumlah porsi makanan yang diproduksi oleh restoran cepat saji global, McDonald's. Prabowo dengan percaya diri menyatakan bahwa dalam waktu kurang dari dua tahun, MBG akan mengungguli McDonald's yang memproduksi 68 juta porsi makanan setiap hari. 

Baca Juga

Layanan SIM Keliling Jakarta Siap Bantu Perpanjang SIM Di Lima Lokasi

Ini bukan hanya sekadar pencapaian besar dalam hal volume makanan, namun juga menunjukkan komitmen Indonesia dalam menyediakan makanan bergizi untuk masyarakatnya, khususnya yang kurang mampu.

Keberhasilan Program MBG dalam Dua Tahun

Dalam pidatonya, Prabowo memberikan gambaran menarik tentang perbandingan antara MBG dan McDonald's. Program ini, yang dimulai pada Januari 2025, sudah memproduksi hampir 60 juta porsi makanan per hari, yang lebih cepat dari yang diharapkan. 

Sementara itu, McDonald's memerlukan waktu lebih dari lima dekade untuk mencapai angka produksi makanan sebanyak 68 juta porsi per hari. Ini menunjukkan bahwa MBG, yang terbilang masih sangat muda, berkembang dengan pesat dan mengubah paradigma tentang kemampuan negara dalam menyediakan pangan yang bergizi secara massal.

"Sejak Januari 2025, kami sudah memproduksi 59,8 juta porsi makanan untuk anak-anak, ibu, dan lansia di Indonesia. Ini adalah makanan yang mereka terima setiap hari," ungkap Prabowo. 

Ia menambahkan, dengan pencapaian tersebut, Indonesia akan segera melampaui angka produksi McDonald's dalam waktu singkat, bahkan lebih cepat daripada yang diprediksi sebelumnya.

Target Ambisius untuk 82,9 Juta Porsi Makanan

Prabowo tidak hanya berpuas diri dengan capaian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa target MBG selanjutnya adalah menyajikan 82,9 juta porsi makanan setiap hari pada akhir 2026. Jika berhasil, ini akan menjadi pencapaian luar biasa mengingat McDonald's, dengan skala globalnya, membutuhkan waktu lebih dari lima dekade untuk mencapai angka yang serupa.

Namun, Presiden menambahkan bahwa timnya sangat optimis dan bahkan berharap dapat mencapainya lebih cepat dari target yang ditetapkan. "Kami berharap dapat mencapai 82,9 juta porsi pada akhir Desember 2026, tetapi tim kami mengatakan kami bisa mencapainya lebih cepat dari itu. Semoga saja bisa terwujud lebih cepat," tambahnya. 

Capaian ini tentunya menggambarkan komitmen pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi bagi masyarakat yang lebih luas, khususnya mereka yang berada dalam kondisi kurang mampu dan rentan.

Perbandingan Dengan McDonald's: Makanan Sehat untuk Umat

Keberhasilan MBG tidak hanya dalam hal jumlah, tetapi juga dalam kualitas dan dampak sosialnya. McDonald's, sebagai salah satu pemain terbesar dalam industri makanan global, telah mengandalkan model bisnis mereka selama lebih dari setengah abad. Pada 1940, McDonald's membuka dapur pertama mereka, dan dalam waktu 50 tahun kemudian, mereka berhasil menghasilkan 68 juta porsi makanan per hari di seluruh dunia.

Namun, Prabowo menekankan bahwa meski McDonald's memiliki produksi makanan yang sangat besar, MBG memiliki keunggulan dari segi kebermanfaatan sosial dan kesehatan. 

"Kami tidak hanya membuat makanan dalam jumlah besar, tetapi makanan ini adalah makanan bergizi yang disiapkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," ujar Prabowo.

Program MBG dirancang untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, dan masyarakat yang tinggal dalam keadaan kurang mampu. Ini adalah bentuk nyata dari upaya pemerintah untuk mengatasi masalah kekurangan gizi yang sering kali menghantui bagian-bagian tertentu dari populasi Indonesia.

Masa Depan Program MBG dan Dampaknya pada Ketahanan Pangan

Prabowo juga menyampaikan bahwa keberhasilan MBG bukan hanya sebuah prestasi dalam hal jumlah, tetapi juga dalam membangun ketahanan pangan jangka panjang. 

Dengan membangun sistem pangan yang terorganisir dan terpusat, Indonesia berpotensi untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan dan mencapai kemandirian pangan yang lebih baik.

“Melalui MBG, kami tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga menciptakan sistem distribusi pangan yang lebih efisien dan merata,” kata Prabowo. Program ini menjadi kunci dalam menciptakan ketahanan pangan di Indonesia, sekaligus memberikan contoh bahwa negara dapat memainkan peran besar dalam memastikan setiap warganya mendapatkan akses terhadap makanan bergizi.

Jika MBG terus berkembang sesuai dengan rencana, Indonesia bisa menjadi negara dengan sistem pangan yang lebih adil dan lebih terjangkau. Program ini juga membuka peluang untuk kolaborasi dengan sektor swasta dalam menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan kualitas dan distribusi pangan di seluruh Indonesia.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Samsat Keliling Polda Metro Jaya Masih Dibuka di 14 Lokasi Jadetabek

Samsat Keliling Polda Metro Jaya Masih Dibuka di 14 Lokasi Jadetabek

Wamenag Tekankan Kualitas Layanan KUA Harus Meningkat dan Tidak Lambat

Wamenag Tekankan Kualitas Layanan KUA Harus Meningkat dan Tidak Lambat

Persiapan Ramadhan 2026: Bulog Tingkatkan Stok Pangan di Sumbagut

Persiapan Ramadhan 2026: Bulog Tingkatkan Stok Pangan di Sumbagut

BRIN Perkuat Kapal Riset Maritim melalui Kolaborasi dengan OceanX

BRIN Perkuat Kapal Riset Maritim melalui Kolaborasi dengan OceanX

Pakar Hati-Hati! Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Trump

Pakar Hati-Hati! Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Trump