Wapres Gibran Tinjau AI dan Robotik di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya
- Kamis, 22 Januari 2026
JAKARTA - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi Pondok Pesantren Cipasung di Tasikmalaya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi yang penuh makna, tidak hanya untuk memperkuat literasi teknologi bagi santri, tetapi juga menegaskan pentingnya hubungan antara pesantren, ulama, dan negara yang didasari oleh adab serta penghormatan.
Gibran menyampaikan bahwa kunjungannya ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memajukan pendidikan pesantren, serta mendukung perkembangan teknologi di lingkungan pesantren.
Baca JugaJamaah Haji 2026 Dilarang Jalan Kaki Dari Muzdalifah Menuju Mina
Setibanya di halaman depan pesantren, Gibran disambut oleh pimpinan pesantren, di antaranya KH Ubed Ubaidillah dan KH Acep Adang.
Kunjungan diawali dengan langkah simbolis menuju rumah almarhum sesepuh Pesantren Cipasung, Abah KH Koko Komarudin Ruhiyat, yang merupakan bentuk penghormatan dan tabarukan bagi Wapres Gibran.
Kunjungan ini penuh dengan makna sejarah dan spiritual, serta mempererat ikatan antara pesantren dengan pemerintah.
Tabarukan dan Napak Tilas Sejarah
Langkah pertama yang diambil oleh Wapres Gibran saat tiba di Pesantren Cipasung adalah menuju kediaman almarhum Abah KH Koko Komarudin Ruhiyat, sebagai bentuk penghormatan dan doa.
Menurut KH Deni Sagara, Khodimul Majelis Dzikir Ponpes Cipasung, tindakan ini menggambarkan penghormatan mendalam yang diberikan Wapres kepada ulama.
“Mas Wapres langsung menuju kediaman Abah sesepuh. Di dalam rumah, beliau diterima dengan penuh kehangatan oleh keluarga besar Cipasung,” ujar Gus Deni, yang juga menjelaskan bahwa rumah tersebut memiliki nilai historis yang mendalam bagi pesantren.
Di kediaman tersebut, Wapres Gibran juga melihat sebuah ruang yang sangat bersejarah. Di ruangan ini, Presiden Prabowo Subianto pernah menuliskan pesan amanat dari Abah KH Koko Komarudin Ruhiyat, yang saat itu menekankan agar negara memberikan perhatian lebih terhadap pesantren.
“Mas Wapres melihat langsung ruang tersebut. Beliau menyampaikan kesannya tentang foto Presiden Prabowo yang sedang mencatat pesan Abah sesepuh. Dan sekarang, pesan itu sudah terwujud dengan dibentuknya Direktorat Jenderal Pesantren,” kata Gus Deni.
Kunjungan ini juga menjadi pengikat sejarah, mengingat sebelumnya Presiden Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto telah melakukan kunjungan serupa. Momen ini menegaskan pentingnya pesantren dalam pembangunan bangsa, serta menunjukkan hubungan yang erat antara negara dan ulama.
Penguatan Literasi Teknologi dan Kunjungan ke Pusat Media dan Teknologi
Setelah menunaikan ziarah ke kediaman almarhum sesepuh, Wapres Gibran melanjutkan agendanya menuju Gedung Pusat Media dan Teknologi Pesantren Cipasung.
Di sini, Wapres disambut oleh ratusan santri yang tengah mengikuti pelatihan kecerdasan buatan (AI) dan robotik. Gibran terkesan dengan kemampuan para santri yang telah berhasil menciptakan inovasi berbasis teknologi dalam waktu singkat.
Wapres Gibran dengan antusias berdialog dan menyaksikan langsung hasil karya para santri. Ia menyampaikan bahwa pesantren bukan hanya pusat ilmu agama, tetapi juga harus menjadi tempat bagi santri untuk belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Pesantren adalah pusat ilmu dan akhlak, tetapi santri juga harus siap beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi,” ujar Gibran.
Pelatihan AI dan robotik di Pesantren Cipasung menjadi bukti nyata bahwa pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membuka kesempatan bagi santri untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat pendidikan pesantren, serta mempersiapkan santri agar dapat bersaing di dunia yang semakin terdigitalisasi.
Momen Payung yang Mewakili Akhlakul Karimah
Di luar gedung, cuaca mendung dan hujan mulai turun dengan cukup deras. Ajudan Wapres Gibran telah menyiapkan payung hitam, namun yang terjadi selanjutnya menjadi momen yang banyak diceritakan.
Wapres Gibran dengan santun mengambil payung tersebut dan memayungi dirinya sendiri serta Kiai muda yang mendampinginya. Ketika Gus Deni menawarkan untuk membawa payung tersebut, Gibran menolaknya dengan halus.
“Tak usah, Pak Kiai. Saya yang bersyukur dan berterima kasih sudah diterima dengan baik di sini,” kata Gibran menanggapi tawaran tersebut.
Momen ini kemudian diungkapkan oleh Gus Deni sebagai salah satu contoh nyata dari adab dan kesantunan yang harus ditunjukkan oleh seorang pemimpin.
Para kiai di Pesantren Cipasung menganggap tindakan Wapres Gibran ini sebagai simbol dari nilai-nilai luhur yang diajarkan di pesantren, yaitu adab yang lebih tinggi dari ilmu. “Di pesantren kami diajarkan al-adab fauqol ilmi, adab di atas ilmu. Apa yang ditunjukkan Mas Wapres itu nyata,” kata Gus Deni.
Tindakan sederhana seperti memegang payung sendiri menjadi contoh keteladanan yang menunjukkan bahwa kepemimpinan harus selalu dilandasi oleh akhlak yang mulia.
Ziarah ke Makam Pendiri Pesantren dan Salat Ashar
Setelah menghadiri acara di Aula Dome Pesantren Cipasung, Wapres Gibran melanjutkan agendanya dengan ziarah ke makam pendiri Pesantren Cipasung, Abah KH Ruhiyat.
Ziarah ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap pendiri pesantren, tetapi juga sebagai wujud penghargaan terhadap kontribusi besar pesantren dalam membangun karakter bangsa.
Usai ziarah, Wapres Gibran melaksanakan salat Ashar di pesantren bersama para santri dan pimpinan pesantren. Kegiatan ini menunjukkan kedekatan Wapres dengan pesantren, serta keinginannya untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan dunia pendidikan Islam di Indonesia.
Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Pesantren Cipasung bukan hanya agenda kenegaraan, tetapi juga penuh makna spiritual dan sejarah.
Dari tabarukan di rumah almarhum sesepuh, hingga pelatihan teknologi dan robotik yang dikunjungi Wapres, semuanya menegaskan bahwa pesantren harus tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Momen-momen kecil seperti memayungi kiai dan ziarah ke makam pendiri pesantren juga memberikan pesan penting tentang adab, kesantunan, dan kepemimpinan yang harus berjalan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Kunjungan ini memperkuat hubungan antara pesantren, ulama, dan negara dalam membangun masa depan bangsa.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Investasi dan Strategi Keuangan Cerdas Agar Gaji Rp 5 Juta Tetap Aman Sampai Akhir Bulan
- Kamis, 22 Januari 2026
Investasi Keamanan Bisnis Lewat Dana Darurat Agar Usaha Tetap Bertahan di Tengah Krisis
- Kamis, 22 Januari 2026
Investasi Arus Kas Sehat untuk Keuangan Pribadi dan Bisnis yang Stabil Jangka Panjang
- Kamis, 22 Januari 2026
Investasi Masa Depan Sejak Gaji Pertama, Strategi Keuangan Gen Z di 2026
- Kamis, 22 Januari 2026
Jadwal Terbaru Kereta Bandara YIA 22 Januari 2026 Lengkap dengan Tarif dan Rute
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
Indonesia Resmi Bergabung Dewan Perdamaian Gaza Dukung Stabilitas Palestina
- Kamis, 22 Januari 2026
Indonesia dan Aljazair Jajaki Kerja Sama Strategis Pendidikan Tinggi Internasional
- Kamis, 22 Januari 2026
Persiapan Haji 2026: Garuda dan Saudi Airlines Siapkan Penerbangan untuk Jemaah
- Kamis, 22 Januari 2026


.jpg)









