Persiapan Haji 2026: Garuda dan Saudi Airlines Siapkan Penerbangan untuk Jemaah
- Kamis, 22 Januari 2026
JAKARTA - Pemerintah Indonesia telah menyelesaikan tahap krusial dalam persiapan ibadah haji 1447 Hijriah / 2026 Masehi.
Salah satu langkah penting adalah penandatanganan kontrak penerbangan haji dengan dua maskapai besar, yaitu Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines.
Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memfasilitasi perjalanan jemaah haji Indonesia ke Tanah Suci.
Baca JugaPrabowo Subianto Komitmen Bangun Kampus STEM dan Kedokteran Baru di Indonesia
Kontrak tersebut ditandatangani oleh maskapai Garuda Indonesia pada 17 Desember 2025, sementara Saudi Arabian Airlines mengikuti pada 23 Desember 2025.
Proses ini menandai kelanjutan dari serangkaian persiapan yang dilakukan untuk memastikan kelancaran perjalanan haji yang dimulai pada musim haji tahun depan.
Rencana Penerbangan dan Pembagian Rute Maskapai
Mochammad Irfan Yusuf dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, memaparkan rute penerbangan yang akan dioperasikan oleh kedua maskapai tersebut.
Garuda Indonesia akan melayani penerbangan dari sejumlah kota besar di Indonesia, termasuk Banjarmasin, Kualanamu, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Ujung Pandang, Lombok, serta sebagian besar rute dari Jakarta-Cengkareng.
Sementara itu, Saudi Arabian Airlines akan bertanggung jawab atas rute penerbangan yang mencakup Batam, Jakarta-Bekasi, Kertajati, Palembang, Surabaya, serta sebagian dari Jakarta-Cengkareng. Pembagian tugas antar kedua maskapai ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas jemaah haji Indonesia menuju Tanah Suci.
Biaya Haji yang Terus Dikendalikan
Seiring dengan penandatanganan kontrak penerbangan, Menteri Irfan Yusuf juga menjelaskan mengenai pembiayaan untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun depan.
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah mentransfer dana sebesar Rp 11,57 triliun atau sekitar 63,8 persen dari total biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2026 yang diperkirakan mencapai Rp 18,21 triliun.
Selain itu, pemerintah juga telah menyelesaikan pembayaran untuk sejumlah layanan haji, termasuk tenda, paket layanan Masyair, dan sebagian biaya untuk hotel, konsumsi, serta transportasi. Pembayaran tersebut dilakukan dengan total sebesar 2,2 miliar Saudi Riyal, yang dibayarkan pada tanggal 20 Januari 2026.
Akomodasi Jemaah Haji di Arab Saudi
Dalam hal akomodasi, Menteri Irfan Yusuf menyampaikan bahwa persiapan untuk akomodasi jemaah haji di Mekkah dan Madinah sudah berjalan dengan baik. Di Mekkah, sebanyak 178 hotel akan digunakan untuk menginapnya jemaah haji reguler.
Hotel-hotel tersebut tersebar di berbagai wilayah, dengan rincian 29,56 persen di wilayah Misfalah, 27,20 persen di wilayah Syisyah, dan 22,60 persen di wilayah Raudhah. Sisa 20,64 persen akan tersebar di wilayah Jarwal dan lainnya.
Sementara itu, untuk Madinah, akomodasi jemaah akan tersebar di tiga wilayah utama, yaitu Markaziyah Shamaliyah (49,67 persen), Markaziyah Gharbiyah (36,72 persen), dan Markaziyah Janubiyah (13,61 persen). Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan dan keamanan jemaah haji selama berada di Tanah Suci.
Konsumsi dan Layanan Dapur untuk Jemaah
Menteri Irfan Yusuf juga menyampaikan informasi terkait penyediaan konsumsi untuk jemaah haji. Di Mekkah, jemaah akan menerima maksimal 84 kali makan, dengan rincian 78 kali makan fresh meal dan 6 kali makan ready to eat pada tanggal 7, 8, dan 13 Dzulhijjah.
Makanan ini akan disiapkan oleh 52 dapur yang tersebar di Mekkah. Sementara itu, di Madinah, jemaah haji akan dilayani dengan 23 dapur yang menyediakan maksimal 27 kali makan.
Saat ini, progres penyediaan konsumsi di Mekkah dan Madinah sudah mencapai tahap input dan pembayaran. Penyelesaian persiapan dapur di kedua kota suci ini diperkirakan sudah selesai, sehingga jemaah dapat menikmati layanan yang telah disiapkan dengan baik.
Persiapan Operasional Haji Tahun 2026
Dengan kontrak penerbangan yang sudah diteken dan persiapan akomodasi serta konsumsi yang terus dilaksanakan, pemerintah berharap seluruh rangkaian ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar.
Irfan Yusuf mengimbau agar jemaah haji segera mempersiapkan diri, mengikuti perkembangan informasi terkait haji, serta menyesuaikan jadwal perjalanan mereka sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pemerintah juga mengingatkan pentingnya kerja sama antara berbagai pihak, baik maskapai penerbangan, penyedia akomodasi, hingga layanan konsumsi, untuk memastikan jemaah haji dapat melaksanakan ibadahnya dengan nyaman dan khusyuk.
Dengan persiapan matang, diharapkan penyelenggaraan haji tahun 2026 akan menjadi pengalaman yang lancar dan berkesan bagi seluruh jemaah haji Indonesia.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Jadwal SIM Keliling Jakarta 22 Januari 2026, Tempat dan Biaya Terbaru
- Kamis, 22 Januari 2026
DPR Terima Usulan 18 Nama Calon Anggota Ombudsman dari Presiden Prabowo
- Kamis, 22 Januari 2026
Kasatgas Tito Karnavian Tinjau Huntara Pidie Jaya, Pastikan Fasilitas Memadai
- Kamis, 22 Januari 2026
Menko AHY Kunjungi Aceh Tamiang, Pastikan Pemulihan Hunian dan Infrastruktur
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
DPR Terima Usulan 18 Nama Calon Anggota Ombudsman dari Presiden Prabowo
- Kamis, 22 Januari 2026
Kasatgas Tito Karnavian Tinjau Huntara Pidie Jaya, Pastikan Fasilitas Memadai
- Kamis, 22 Januari 2026
Menko AHY Kunjungi Aceh Tamiang, Pastikan Pemulihan Hunian dan Infrastruktur
- Kamis, 22 Januari 2026
Seskab Teddy Dampingi Prabowo Subianto Bertemu Raja Charles III di London
- Kamis, 22 Januari 2026








