Saham PGEO Diprediksi Terus Menguat, Peluang Imbal Hasil Hampir 40 Persen
- Kamis, 22 Januari 2026
JAKARTA - Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) memulai 2026 dengan tren positif meski sempat terkoreksi pada perdagangan Rabu, 21 Januari 2026. Harga saham PGEO turun 2,38% ke level Rp1.230, tetapi Year-to-Date (YtD) tetap mencatat kenaikan 9,33%.
Berdasarkan data Bloomberg, mayoritas analis masih merekomendasikan beli saham PGEO. Dari 18 sekuritas, 15 memberikan rating beli dan tiga sisanya merekomendasikan hold.
Target Harga dan Prospek Imbal Hasil
Baca JugaUpdate Terbaru Harga BBM Pertamina 22 Januari 2026: Stabil di Seluruh SPBU Indonesia
Konsensus analis menempatkan target harga PGEO di level Rp1.715,91. Target tersebut menyiratkan potensi imbal hasil sekitar 39,5% dari harga penutupan perdagangan kemarin.
RHB Sekuritas Indonesia juga mempertahankan rekomendasi beli untuk PGEO. Target harga saham dari RHB ditetapkan pada Rp1.530 per saham, mendukung ekspektasi kenaikan jangka menengah.
Valuasi Saham PGEO Masih Menarik
Analis RHB, Arandi Pradana, menilai valuasi PGEO masih relatif murah dibandingkan emiten panas bumi sejenis. Saham diperdagangkan pada level 9,2 kali EV/EBITDA 2026, sekitar 21% lebih rendah dari rata-rata kelompok emiten sejenis.
Selain itu, PGEO memiliki margin EBITDA jauh lebih tinggi, yakni sekitar 80%. Rata-rata margin EBITDA emiten panas bumi lain hanya sekitar 31%, menunjukkan keunggulan operasional PGEO.
Rekomendasi UBS dan Kinerja Masa Depan
UBS Sekuritas juga masih memberikan rekomendasi beli untuk PGEO. Target harga yang disematkan UBS adalah Rp1.780, dengan alasan kapasitas pembangkit non-fosil yang andal akan terus diapresiasi oleh pasar di tengah percepatan elektrifikasi.
Analis UBS, Timothy Handerson, menekankan bahwa PGEO berpeluang mencatat kinerja di atas pasar. Hal ini didorong oleh pemahaman investor terhadap nilai kapasitas pembangkit panas bumi yang bersifat firm dan andal, seiring ekspansi jaringan listrik yang cepat.
Meskipun sempat terkoreksi, saham PGEO menunjukkan prospek menguat dengan peluang imbal hasil yang menarik. Dukungan dari valuasi kompetitif, margin tinggi, dan kapasitas pembangkit andal membuat saham ini tetap menjadi pilihan strategis bagi investor di sektor energi baru terbarukan.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Petugas Haji 2026 Yang Sudah Berhaji Tidak Ke Arafah, Langsung Ke Mina
- Kamis, 22 Januari 2026
Penyaluran Makanan MBG Ramadan 2026 Tetap Terjaga dengan Komposisi Sehat
- Kamis, 22 Januari 2026
Prediksi Tanggal Mekar Bunga Sakura di Jepang, Termasuk Tokyo dan Kyoto
- Kamis, 22 Januari 2026
Prabowo Tiba di Swiss, Disambut Diaspora Indonesia Jelang WEF Davos 2026
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
Rincian Tarif Listrik PLN Minggu Ini: Stabil untuk Rumah Tangga, Bisnis, dan Industri
- Kamis, 22 Januari 2026
Harga Minyak Sawit Menguat Signifikan Didorong Permintaan Musiman Tinggi
- Kamis, 22 Januari 2026
Harga Batu Bara Global Menguat Signifikan Didorong Permintaan dan Gangguan Produksi
- Kamis, 22 Januari 2026
PGN Catat Lonjakan Penyaluran Gas Bumi Selama Periode Natal dan Tahun Baru 2026
- Kamis, 22 Januari 2026
Terpopuler
1.
Bunga Koperasi Simpan Pinjam 2026: Panduan Lengkap untuk Anggota
- 22 Januari 2026
2.
Cara Cek Nomor Penipuan Telegram dengan Mudah 2026
- 22 Januari 2026
3.
Perkiraan Biaya Liburan ke Bali dan Tips Budget-friendly 2026
- 22 Januari 2026
4.
5.
Menteri PANRB Dukung Polri Perkuat Perlindungan Kelompok Rentan
- 22 Januari 2026












