Kamis, 22 Januari 2026

Petani Jember Bisa Dapatkan Pupuk Bersubsidi 124 Ribu Ton Mulai Januari 2026

Petani Jember Bisa Dapatkan Pupuk Bersubsidi 124 Ribu Ton Mulai Januari 2026
Petani Jember Bisa Dapatkan Pupuk Bersubsidi 124 Ribu Ton Mulai Januari 2026

JAKARTA - Pupuk bersubsidi menjadi kebutuhan utama bagi petani di Jember, dan alokasi pupuk untuk tahun 2026 sudah ditetapkan.

Pemerintah melalui PT Pupuk Indonesia Area Jember mengumumkan bahwa alokasi pupuk bersubsidi untuk wilayah Kabupaten Jember pada tahun ini mencapai 124.000 ton. Alokasi ini terbagi dalam berbagai jenis pupuk, dengan jenis urea dan NPK (Nitrogen, Phosphor, dan Kalium) menjadi yang terbanyak.

Menurut penjelasan dari Slamet Saputro, Kepala PT Pupuk Indonesia Area Jember, alokasi terbagi menjadi 67.355 ton untuk pupuk urea dan 56.403 ton untuk pupuk NPK.

Baca Juga

Update Terbaru Harga BBM Pertamina 22 Januari 2026: Stabil di Seluruh SPBU Indonesia

Di samping itu, terdapat pula alokasi pupuk lainnya seperti NPK formula khusus kakao yang mendapatkan alokasi sebesar 5 ton, pupuk organik sebanyak 233 ton, serta ZA yang mencapai 126 ton.

Penebusan Pupuk Bersubsidi Mulai 1 Januari 2026

Alokasi pupuk tersebut sudah bisa ditebus oleh petani mulai tanggal 1 Januari 2026. Petani yang ingin membeli pupuk bersubsidi ini harus memastikan bahwa data mereka sudah tercatat dalam sistem Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Elektronik (e-RDKK). 

Data e-RDKK ini merupakan sistem yang memudahkan pemerintah dan penyedia pupuk untuk memastikan bahwa penyaluran pupuk sampai ke tangan petani yang benar-benar membutuhkan.

Untuk menebus pupuk, petani cukup mendatangi PPTS (Penerima Pupuk Titik Serah) yang telah ditunjuk dengan membawa KTP. Petugas PPTS nantinya akan mengecek apakah alokasi pupuk untuk petani tersebut sudah tercatat dalam sistem, termasuk memverifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdaftar. 

Setelah verifikasi selesai, petani akan dilayani untuk pembelian pupuk sesuai alokasi yang telah ditentukan.

Fleksibilitas Penebusan Pupuk bagi Petani Jember

Tentu saja, ada beberapa kemudahan yang diberikan oleh pemerintah untuk memudahkan para petani dalam menebus pupuk bersubsidi. Jika petani tidak dapat datang langsung ke PPTS, penebusan pupuk bisa dilakukan oleh anggota keluarga dengan membawa Kartu Keluarga (KK). 

Kemudian, bagi petani yang tinggal jauh dari lokasi PPTS, kelompok tani dapat memberikan surat kuasa kepada anggotanya untuk melakukan pembelian pupuk bersubsidi.

Menurut Slamet, sistem ini diharapkan bisa mempermudah penyaluran pupuk, mengingat luasnya wilayah dan jumlah petani yang tersebar di Kabupaten Jember.

Pemberian kemudahan seperti ini diharapkan dapat mengurangi kendala jarak dan waktu yang sering kali menjadi masalah dalam distribusi pupuk bersubsidi ke para petani.

Pentingnya Pemutakhiran Data e-RDKK untuk Penyaluran yang Tepat Sasaran

Slamet juga menekankan pentingnya pemutakhiran data dalam sistem e-RDKK untuk memastikan bahwa pupuk bersubsidi benar-benar sampai kepada petani yang berhak. 

Pemutakhiran data dilakukan secara berkala, yakni setiap empat bulan sekali. Pada periode pemutakhiran terbaru, yang berlangsung antara 12 hingga 20 Januari 2026, petani diimbau untuk memastikan data mereka sudah terupdate.

Proses pemutakhiran data ini bertujuan untuk menghindari kesalahan alokasi dan untuk memudahkan penyaluran pupuk ke petani yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. 

Sebab, tidak hanya jumlah pupuk yang harus tepat, tetapi juga penerima pupuk harus tepat sasaran agar distribusi pupuk bersubsidi bisa berjalan dengan lancar dan efektif.

Sistem e-RDKK untuk Transparansi dan Keakuratan Data

Sistem e-RDKK menjadi bagian penting dalam memastikan transparansi dalam penyaluran pupuk bersubsidi. 

Data yang terkumpul dalam sistem ini mencatat informasi terkait petani, jenis tanaman yang dibudidayakan, dan jumlah pupuk yang dibutuhkan oleh setiap petani. Hal ini memudahkan petani untuk mengajukan kebutuhan pupuk mereka sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.

Sistem e-RDKK ini juga memberikan keuntungan bagi pemerintah, karena mempermudah proses monitoring dan evaluasi penyaluran pupuk. 

Dengan data yang lebih akurat, pemerintah dapat menentukan alokasi pupuk yang lebih tepat dan mengurangi potensi penyelewengan yang bisa terjadi jika distribusi pupuk tidak terpantau dengan baik.

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 dan Harapan Petani

Alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 124.000 ton untuk Jember pada tahun 2026 diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para petani di daerah tersebut, terutama untuk mendukung produktivitas pertanian. 

Pupuk urea dan NPK menjadi bahan bakar utama dalam meningkatkan hasil pertanian, terutama untuk tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai, yang menjadi komoditas utama di Jember.

Selain itu, dengan adanya NPK khusus kakao yang dialokasikan 5 ton, diharapkan bisa mendukung petani kakao untuk meningkatkan hasil produksi mereka, mengingat Jember juga dikenal sebagai daerah penghasil kakao yang cukup potensial.

Menjaga Keterjangkauan Pupuk untuk Petani

Keberadaan pupuk bersubsidi di Jember sangat penting untuk menjaga keterjangkauan bagi petani. Di tengah harga komoditas pertanian yang fluktuatif dan biaya produksi yang semakin tinggi, subsidi pupuk menjadi salah satu cara untuk mengurangi beban petani dalam menjalankan usaha pertanian mereka. 

Pupuk bersubsidi ini memberikan kesempatan bagi petani untuk memperoleh bahan yang diperlukan dengan harga yang lebih terjangkau.

Ke depan, dengan adanya mekanisme pemutakhiran data dan penyaluran yang lebih terstruktur, diharapkan penyaluran pupuk bersubsidi ini dapat lebih tepat sasaran dan semakin memudahkan para petani dalam mendapatkan akses ke bahan yang mereka butuhkan untuk meningkatkan hasil pertanian.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Rincian Tarif Listrik PLN Minggu Ini: Stabil untuk Rumah Tangga, Bisnis, dan Industri

Rincian Tarif Listrik PLN Minggu Ini: Stabil untuk Rumah Tangga, Bisnis, dan Industri

Harga Minyak Sawit Menguat Signifikan Didorong Permintaan Musiman Tinggi

Harga Minyak Sawit Menguat Signifikan Didorong Permintaan Musiman Tinggi

Harga Batu Bara Global Menguat Signifikan Didorong Permintaan dan Gangguan Produksi

Harga Batu Bara Global Menguat Signifikan Didorong Permintaan dan Gangguan Produksi

PGN Catat Lonjakan Penyaluran Gas Bumi Selama Periode Natal dan Tahun Baru 2026

PGN Catat Lonjakan Penyaluran Gas Bumi Selama Periode Natal dan Tahun Baru 2026

Saham PGEO Diprediksi Terus Menguat, Peluang Imbal Hasil Hampir 40 Persen

Saham PGEO Diprediksi Terus Menguat, Peluang Imbal Hasil Hampir 40 Persen