Kamis, 22 Januari 2026

POSCO International Luncurkan Mandatory Tender Offer untuk Akuisisi Saham SGRO

POSCO International Luncurkan Mandatory Tender Offer untuk Akuisisi Saham SGRO
POSCO International Luncurkan Mandatory Tender Offer untuk Akuisisi Saham SGRO

JAKARTA - AGPA Pte Ltd, pengendali baru PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO), akan melaksanakan penawaran tender wajib atau mandatory tender offer (MTO). Langkah ini menjadi bagian dari proses akuisisi dan pengambilalihan saham publik SGRO.

Jumlah saham yang ditawarkan mencapai sebanyak-banyaknya 623,32 juta lembar. Angka ini setara dengan 34,275% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh, masing-masing dengan nilai nominal Rp 200 per saham.

Harga penawaran untuk MTO ditetapkan sebesar Rp 7.903 per saham. Nominal ini sama dengan harga pengambilalihan yang sebelumnya diterapkan oleh pengendali lama.

Baca Juga

DAMRI Resmi Operasikan Rute Baru Sampit Telaga Antang Tarif Terjangkau

Nilai total tender wajib oleh AGPA Pte Ltd diperkirakan mencapai Rp 4,92 triliun. Penawaran ini berlangsung dari 21 Januari hingga 19 Februari 2026, memberikan waktu sekitar satu bulan untuk pemegang saham publik memutuskan.

Alasan dan Strategi Penetapan Harga

Manajemen SGRO menyatakan, harga penawaran ditetapkan berdasarkan harga tertinggi perdagangan saham harian perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam 90 hari terakhir sebelum tanggal pengambilalihan. Strategi ini bertujuan menjaga keadilan bagi semua pemegang saham.

“Pengendali Baru memiliki dana yang cukup untuk melaksanakan kewajiban pembayaran penuh kepada pemegang saham terkait penawaran tender wajib,” ungkap manajemen SGRO dalam keterbukaan informasi tanggal 20 Januari 2026.

Dengan strategi ini, AGPA Pte Ltd memastikan proses MTO berjalan transparan dan sesuai peraturan pasar modal. Para pemegang saham publik mendapat kesempatan untuk melepas saham dengan harga yang wajar.

Latar Belakang Akuisisi dan Perubahan Kepemilikan

Sebelum MTO, melalui Twinwood Family Holdings Limited, Grup Sampoerna menjual seluruh kepemilikan sahamnya di SGRO. Jumlah yang dilepas mencapai 1,19 miliar saham atau 65,72% dari total saham, dengan nilai total Rp 9,4 triliun.

Saham SGRO kemudian diambil alih oleh AGPA Pte Ltd, anak perusahaan POSCO International Corporation. POSCO International adalah perusahaan global asal Korea Selatan yang bergerak di perdagangan, energi, baja, dan agribisnis.

Transaksi ini menandai langkah POSCO International memperkuat kehadirannya di sektor agribisnis Indonesia. Akuisisi SGRO menjadi bagian dari strategi ekspansi perusahaan dalam industri kelapa sawit.

Jejak POSCO di Industri Sawit Indonesia

POSCO International memulai aktivitasnya di sektor sawit Indonesia sejak 2011. Proyek awal dimulai melalui PT Bio Inti Agrindo di Provinsi Papua Selatan, yang mencakup pengembangan perkebunan kelapa sawit dan tiga pabrik pengolahan minyak sawit dengan kapasitas 210.000 ton per tahun.

Selain itu, POSCO International juga memiliki pabrik penyulingan minyak sawit di Balikpapan, Kalimantan Timur. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 500.000 ton per tahun, menunjukkan komitmen perusahaan dalam pengolahan dan distribusi produk kelapa sawit di Indonesia.

Akuisisi SGRO oleh AGPA Pte Ltd sekaligus menandai perubahan identitas perusahaan. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 13 Januari 2026, SGRO mengganti nama dan logo dari Sampoerna Agro menjadi identitas baru.

Dampak dan Peluang Bagi Pemegang Saham

Mandatory tender offer ini memberi peluang bagi pemegang saham publik untuk melepas sahamnya dengan harga yang telah ditetapkan. Bagi investor yang ingin keluar, MTO menawarkan skema likuiditas yang jelas dan transparan.

Selain itu, masuknya pengendali baru memungkinkan SGRO mendapatkan suntikan dana segar untuk pengembangan usaha. Dengan manajemen dan strategi baru, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan potensi pertumbuhan jangka panjang.

Investasi POSCO International juga diharapkan memperkuat posisi SGRO dalam pasar sawit nasional dan global. Integrasi jaringan perkebunan, pabrik pengolahan, dan distribusi akan memberi keuntungan kompetitif yang lebih besar bagi perusahaan.

Mandatory tender offer AGPA Pte Ltd menjadi langkah strategis dalam akuisisi SGRO oleh POSCO International. Proses ini tidak hanya memberikan hak bagi pemegang saham publik, tetapi juga menandai era baru pengembangan bisnis kelapa sawit di Indonesia.

Dengan perubahan identitas dan kepemilikan, SGRO siap menapaki fase pertumbuhan baru di bawah pengendali global. Strategi ini diharapkan membawa manfaat bagi investor, pemegang saham, dan sektor agribisnis nasional.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Emiten Properti Manfaatkan Insentif PPN DTP Jaga Kinerja Saat Rupiah Melemah

Emiten Properti Manfaatkan Insentif PPN DTP Jaga Kinerja Saat Rupiah Melemah

DAMRI Luncurkan Rute Baru Jogja Semarang Lewati Borobudur Kota Lama

DAMRI Luncurkan Rute Baru Jogja Semarang Lewati Borobudur Kota Lama

Jadwal Kapal Pelni Jayapura Makassar Februari 2026 Harga Terbaru

Jadwal Kapal Pelni Jayapura Makassar Februari 2026 Harga Terbaru

Jadwal Kapal Pelni KM Labobar Januari 2026 Rute Banda Kaimana Makassar

Jadwal Kapal Pelni KM Labobar Januari 2026 Rute Banda Kaimana Makassar

Jadwal KA BIAS Hari Ini 21 Januari 2026 Solo Madiun Caruban Terbaru

Jadwal KA BIAS Hari Ini 21 Januari 2026 Solo Madiun Caruban Terbaru