Sepanjang 2017-2023, OJK Mengungkap Kerugian Investasi Bodong Mencapai Rp139 Triliun
- Rabu, 27 Maret 2024
JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa kerugian masyarakat akibat investasi ilegal atau bodong telah mencapai angka yang cukup besar, yakni Rp139,67 triliun selama periode 2017 hingga 2023. Ketua Sekretariat Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal OJK, Hudiyanto, menjelaskan bahwa setiap hari pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait investasi bodong, yang kemudian ditindaklanjuti oleh OJK bersama 15 lembaga lainnya, termasuk kepolisian. Sebanyak 1.218 entitas investasi bodong telah berhasil diblokir hingga awal tahun 2024. Hudiyanto menekankan bahwa banyak masyarakat kurang memahami pengelolaan keuangan, sehingga rentan dimanfaatkan oleh pelaku investasi bodong untuk mencari keuntungan. Pelaku investasi bodong sering memiliki sistem yang sulit dilacak, dengan rekening bank yang sering diganti-ganti untuk menghindari pendeteksian. Salah satu kelompok yang sering menjadi korban investasi bodong adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI), karena pelaku bodong tahu bahwa PMI memiliki penghasilan yang cukup besar setelah bekerja bertahun-tahun di luar negeri. Banyak PMI yang terjebak iming-iming investasi bodong baik di dalam maupun di luar negeri. Langkah-langkah tegas dan kerja sama antar lembaga menjadi kunci dalam upaya pemberantasan aktivitas keuangan ilegal ini. Meskipun demikian, peran serta masyarakat dalam meningkatkan literasi keuangan juga penting untuk mencegah terjadinya kasus investasi bodong di masa depan.
Redaksi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Anggaran Pendidikan Rp 757 Triliun, DPR Minta Fokus pada Kesejahteraan Guru
- Kamis, 22 Januari 2026
Kementerian Haji Pastikan Biaya Haji Terkendali Walau Rupiah Melemah
- Kamis, 22 Januari 2026
Pemberian Beasiswa Mahasiswa Sebagai Dukungan Peningkatan SDM Indonesia
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
IHSG Berisiko Lanjut Koreksi Investor Diminta Cermati Saham Potensial Hari Ini
- Kamis, 22 Januari 2026
Rekomendasi Saham Hari Ini Kamis 22 Januari 2026 Paling Potensial Untuk Trader
- Kamis, 22 Januari 2026
WEF Davos 2026 CEO BRI Tegaskan UMKM Pilar Transisi Hijau Berkelanjutan
- Kamis, 22 Januari 2026
QRIS Bidik Ekspansi China Korea Selatan Awal 2026 Dorong Transaksi Digital
- Kamis, 22 Januari 2026













