Raup Pendapatan Rp5,7 Triliun, Bluebird Bagikan Dividen Rp166 per Saham
JAKARTA – PT Blue Bird Tbk (Bird) sukses membukukan pendapatan bersih senilai Rp5,7 triliun di sepanjang tahun 2025, sekaligus menetapkan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp166 per lembar saham kepada para investornya.
Komisaris Utama PT Blue Bird, Bayu Djokosoetono, menyampaikan bahwa pemberian dividen tunai Rp166 per saham ini menjadi wujud apresiasi bagi para pemegang saham.
"Dewan Komisaris melihat perseroan mampu menjaga kinerja yang sehat sekaligus mempertahankan disiplin dalam menjalankan strategi jangka panjang," kata Bayu dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pernyataan itu diutarakan oleh Bayu saat memimpin Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Ia berpendapat kelanjutan performa positif ini menjadi fondasi krusial bagi Bluebird demi konsisten memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, konsumen, serta segenap pemangku kepentingan.
Bluebird, selaku perusahaan penyedia layanan mobilitas terpadu di tanah air, menorehkan pertumbuhan yang kokoh sepanjang tahun 2025 dengan mencatatkan rekor pendapatan tertinggi sejak melakukan penawaran saham perdana (IPO).
Di sisi lain, Direktur Utama Bluebird, Adrianto Djokosoetono, menjelaskan bahwa capaian pada tahun 2025 menjadi bukti nyata komitmen emiten dalam meningkatkan kualitas layanan serta menghadirkan solusi transportasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Fokus pada inovasi, pemanfaatan teknologi, serta perluasan kapasitas operasional terus menjadi pendorong pertumbuhan Perseroan dan memperkuat fondasi bisnis untuk jangka panjang," kata Adrianto, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ia menjelaskan bahwa selama tahun 2025, perusahaan mengantongi pendapatan bersih Rp5,7 triliun, atau meningkat sebesar 13 persen dari tahun sebelumnya, yang menjadi angka pendapatan paling tinggi sejak IPO.
"EBITDA tercatat sebesar Rp1,4 triliun atau tumbuh 13 persen, sementara laba tahun berjalan meningkat 9 persen menjadi Rp643 miIiar," jelas Adrianto, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Kapasitas operasional perseroan juga kian kuat melalui operasionalisasi lebih dari 26.000 armada yang ditunjang oleh 58 pool, di atas 1.300 outlet, serta jangkauan pelayanan di 22 kota besar di Indonesia.
Pelaksanaan RUPST Bluebird telah menyepakati alokasi dividen sejumlah 65,3 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk perseroan untuk tahun buku 2025.
Penyaluran dividen akan ditujukan kepada pemegang saham yang namanya terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 30 Juni 2026, dengan jadwal pencairan pada 10 Juli 2026.
Besaran dividen ini memperlihatkan keseriusan manajemen untuk memberikan nilai optimal kepada pemegang saham, dengan tetap memperhatikan dana investasi serta penguatan permodalan demi menopang ekspansi jangka panjang.
Sementara untuk sisa laba bersih akan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk keperluan modal kerja dan ekspansi usaha.
Pada tahun 2025, Bluebird konsisten mengimplementasikan strategi transformasi yang bersandar pada 3M (multi-product, multi-channel, dan multi-payment) untuk mendasari pembentukan ekosistem Mobility as a Service (MaaS).
Langkah pengembangan ekosistem tersebut diwujudkan lewat operasional armada taksi Bluebird di Solo, pembukaan layanan airport shuttle di Kalimantan Timur, serta kemitraan dalam penyediaan transportasi massal bus di Jakarta guna memperbanyak portofolio bisnis.
Disusul penguatan platform MyBluebird, yang mencakup penambahan fitur Fixed Price guna memberikan kepastian biaya bagi pengguna; penggabungan opsi pembayaran digital lewat OVO, serta penyediaan e-voucher bagi klien korporasi.
Emiten juga terus mengadopsi kemajuan teknologi demi mengatrol kualitas pelayanan dan efektivitas operasional. Pemanfaatan AI-generated heat map serta penyesuaian dynamic fixed price ikut mendukung manajemen penempatan armada secara lebih efisien mengikuti tren kebutuhan pasar secara real-time.
Lebih lanjut, Adrianto mengutarakan bahwa Bluebird konsisten mengusung visi berkelanjutan melalui tiga pilar utama.
Pertama adalah BlueSky, di mana perseroan menambah jangkauan kendaraan listrik lewat peluncuran e-Bluebird di Medan dan Surabaya, serta pembentukan lini armada e-Goldenbird.
Kedua yaitu BlueLife, yang direalisasikan melalui program beasiswa Bluebird Peduli yang telah menyasar 3.722 penerima sepanjang 2025, sekaligus memberangkatkan 50 pengemudi beserta staf untuk melaksanakan ibadah umrah.
Keempat, yaitu BlueCorps, berupa implementasi tata kelola perusahaan yang baik yang dibuktikan melalui berbagai apresiasi yang didapatkan perseroan atas aspek kinerja, servis, serta regulasi keberlanjutan yang diterapkan.
Ia juga menambahkan bahwa agenda RUPST tersebut menetapkan pengangkatan kembali jajaran pengurus perseroan, yakni Bayu Priawan Djokosoetono selaku Komisaris Utama, Noni Sri Ayati Purnomo selaku Wakil Komisaris Utama, Sri Adriyani Lestari selaku Komisaris, Kresna Priawan Djokosoetono selaku Komisaris. Berikutnya, Adrianto Djokosoetono selaku Direktur Utama, Sigit Priawan Djokosoetono selaku Wakil Direktur Utama, dan Irawaty Salim selaku Direktur dengan masa bakti sampai selesainya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan tahun 2029.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan inti, mengembangkan segmen non-taksi, meningkatkan kontribusi kanal digital, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan," tuturnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Berkat pilar bisnis yang kian solid serta portofolio pelayanan yang makin variatif, manajemen optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan yang sehat, terukur, dan berkesinambungan.