Fokus Pemulihan, DPUM Targetkan Kembali Ekspor Pertengahan Juli 2026

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 22 Juni 2026
Fokus Pemulihan, DPUM Targetkan Kembali Ekspor Pertengahan Juli 2026
Jajaran komisaris dan direksi PT Dua Putra Utama Makmur Tbk. (DPUM). (Foto: net)

JAKARTA – PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) gencar menjalankan bermacam langkah pemulihan pasca-insiden kebakaran yang menghanguskan salah satu unit produksinya. 

Pihak emiten memastikan kegiatan operasional utama tetap berjalan agar kebutuhan para pelanggan tetap bisa terpenuhi.

Komisaris Utama PT Dua Putra Utama Makmur Tbk, Sherley Chandra Hadipurnomo, menjelaskan bahwa fasilitas Produksi Pabrik 1 yang selamat dari kobaran api saat ini masih beroperasi secara normal dan menjadi penopang utama output perseroan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. 

"Kami memastikan operasional produksi utama tetap berjalan sehingga kebutuhan pelanggan dapat terus terpenuhi. Fokus kami saat ini adalah mempercepat proses pemulihan fasilitas yang terdampak," ungkap Sherley dalam siaran persnya, Senin (22/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Saat ini, fasilitas produksi Pabrik 2 sedang berada dalam proses perbaikan minor sambil menunggu kedatangan perangkat mesin yang baru. 

DPUM menargetkan fasilitas tersebut untuk dapat beroperasi kembali secara bertahap pada beberapa bulan mendatang dengan perkiraan awal berkisar tiga bulan.

Bukan hanya itu, perseroan juga tengah melakukan perbaikan pada fasilitas produksi Pabrik 3 beserta infrastruktur penunjang yang ikut terdampak akibat insiden kebakaran tersebut. 

Seiring dengan berjalannya fase pemulihan ini, DPUM memproyeksikan kegiatan ekspor dapat kembali berjalan di fase pertengahan Juli 2026.

Sherley juga menyampaikan bahwa dampak dari insiden kebakaran ini diperkirakan tidak akan mengganggu jalannya operasional perseroan secara signifikan untuk jangka panjang. "Kami tetap optimistis terhadap prospek usaha dan pencapaian target kinerja tahun 2026. 

Dukungan pelanggan, mitra bisnis, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting bagi Perseroan untuk terus bertumbuh," pungkasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Melihat pada kinerja keuangannya per 31 Maret 2026, DPUM mencatatkan perolehan pendapatan di angka Rp 219,66 miliar. 

Nilai pendapatan yang berasal dari ceruk pasar ekspor mencapai Rp 214,42 miliar, sedangkan untuk ceruk pasar domestik berada di posisi Rp 5,24 miliar.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua