Kimia Farma Bidik Potensi Pasar Healthy Ageing Rp700 Triliun

Booth Kimia Farma.(DOK. KIMIA FARMA)
Penulis: Ibtihal
Senin, 22 Juni 2026 | 11:52:16 WIB

JAKARTA – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) saat ini tengah membidik peluang dari segmen lanjut usia melalui pembuatan program layanan healthy ageing. Kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan prospek pasar yang masif dalam jangka panjang, seperti dihimpun dari berita sumber.

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai bahwa segmen healthy ageing mempunyai prospek yang cerah, seiring dengan meningkatnya tren penuaan populasi di Indonesia.

“Dengan proyeksi nilai pasar mencapai Rp 500 triliun hingga Rp 700 triliun pada 2045, KAEF memiliki peluang untuk memanfaatkan ekosistem yang sudah dimiliki,” ujarnya, Jumat (19/6/2026), seperti dihimpun dari berita sumber.

Dia menjabarkan, kelebihan KAEF terletak pada jaringan mereka yang telah saling terhubung, mulai dari apotek, klinik, laboratorium, hingga ke jenis layanan kesehatan lainnya.

Peluang ekspansi pun tidak hanya bergantung pada pemasaran obat-obatan, tetapi juga dari pengadaan layanan kesehatan yang berkesinambungan bagi masyarakat lansia.

Melalui analisisnya, ragam layanan seperti pemeriksaan kesehatan, pemantauan terhadap penyakit kronis, pemenuhan nutrisi, hingga layanan perawatan di rumah (homecare) berpotensi menjadi motor pertumbuhan baru bagi emiten.

Bukan cuma itu, keputusan melakukan ekspansi ke bidang layanan non-farmasi ini dinilai dapat mendorong perbaikan pada struktur keuntungan dari perseroan.

“Bisnis jasa kesehatan umumnya memiliki margin lebih baik dan tidak terlalu bergantung pada fluktuasi harga bahan baku maupun regulasi harga obat,” jelasnya, seperti dihimpun dari berita sumber.

Selain itu, layanan penunjang seperti diagnostik, medical check-up, hingga manajemen kesehatan lansia juga berpotensi menghasilkan pendapatan berulang (recurring income) yang jauh lebih konsisten.

Azis pun menambahkan bahwa transisi model bisnis perusahaan yang semula bersifat kuratif beralih ke arah preventif merupakan sebuah keputusan strategis yang amat tepat.

“Layanan preventif cenderung memiliki margin lebih tinggi dibanding distribusi obat-obatan yang relatif tipis. Selain itu, model ini memungkinkan perusahaan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan,” katanya, seperti dihimpun dari berita sumber.

Melalui eksekusi metode tersebut, peluang untuk menjalankan penjualan silang (cross-selling) pada berbagai lini layanan kesehatan lainnya juga akan terbuka semakin lebar.

Meski demikian, Azis tetap menaruh rekomendasi netral untuk saham KAEF dengan target harga yang dipatok pada rentang Rp 500 hingga Rp 520 per lembar saham.

Ia memandang, para investor saat ini masih akan tetap memantau dan menguji efektivitas dari langkah transformasi bisnis perusahaan tersebut dalam mendongkrak performa di masa mendatang.

Reporter: Ibtihal