Daftar Harga Sembako Terbaru di Jatim, Minyak Goreng Merangkak Naik
SURABAYA - Nilai jual sembilan bahan pokok di wilayah Jawa Timur (Jatim) senantiasa memperlihatkan pergerakan yang dinamis setiap harinya. Pada perdagangan hari ini, komoditas minyak goreng, daging sapi, serta gas elpiji ukuran 3 kg mengalami lonjakan harga, sedangkan bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai rawit merah, telur ayam ras, daging ayam ras, beserta daging ayam kampung kedapatan merosot.
Mengikuti perkembangan harga kebutuhan pokok setiap waktu merupakan perkara yang krusial. Bukan sekadar mempermudah warga dalam mengalkulasi anggaran belanja harian, pembaruan informasi ini pun krusial demi menjaga keseimbangan pengeluaran domestik keluarga agar tidak membengkak di kala situasi harga barang berfluktuasi.
Update Harga Sembako 22 Juni 2026 Sembako merupakan kependekan dari sembilan bahan pokok. Komoditas ini merupakan bahan pangan esensial yang senantiasa diperlukan oleh warga dalam kehidupan sehari-hari demi mencukupi kebutuhan nutrisi sekaligus keperluan rumah tangga lainnya.
Sembilan ragam kebutuhan primer warga tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng beserta mentega, daging sapi serta daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah beserta bawang putih, gas elpiji serta minyak tanah, dan juga garam.
Di samping sembilan komoditas primer tersebut, nilai jual keperluan dapur yang tidak kalah krusial adalah kelompok cabai. Di bawah ini disajikan tabel harga sembako paling anyar di wilayah Jawa Timur pada Senin 22 Juni 2026 pukul 09.52 WIB, yang dihimpun lewat Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur.
- Beras Premium: Rp 14.933/kg
- Beras Medium: Rp 12.929/kg
- Gula kristal putih: Rp 17.172/kg
- Minyak goreng curah: Rp 20.779/kg
- Minyak goreng kemasan premium: Rp 21.600/liter
- Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 18.641/liter
- Minyak goreng Minyakita: Rp 16.324/liter
- Daging sapi paha belakang: Rp 125.504/kg
- Daging ayam ras: Rp 31.993/kg
- Daging ayam kampung: Rp 68.672/kg
- Telur ayam ras: Rp 24.959/kg
- Telur ayam kampung: Rp 46.304/kg
- Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.493 370 gr/kl
- Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.458 370 gr/kl
- Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.723 400 gr/dos
- Susu bubuk merek Indomilk: Rp 41.069 400 gr/dos
- Garam bata: Rp 1.823
- Garam halus: Rp 9.245/kg
- Cabai merah keriting: Rp 36.663/kg
- Cabai merah besar: Rp 35.488/kg
- Cabai rawit merah: Rp 48.956/kg
- Bawang merah: Rp 40.738/kg
- Bawang putih: Rp 34.833/kg
- Gas elpiji: Rp 19.912
Merujuk pada nominal rata-rata kebutuhan pokok di Jawa Timur pada hari ini, minyak goreng menguat Rp 337 atau setara 1,65 persen, daging sapi bagian paha belakang menanjak Rp 216 atau sekitar 0,17 persen, serta gas elpiji ukuran 3 kg terkerek Rp 46 atau sebesar 0,23 persen.
Di sisi lain, komoditas bawang merah menyusut Rp 1.651 atau sebesar 3,89 persen, bawang putih berkurang Rp 420 atau sekitar 1,19 persen, cabai merah keriting terpangkas Rp 1.186 atau setara 3,13 persen, serta cabai merah besar merosot Rp 2.829 atau sekitar 7,38 persen.
Selanjutnya, cabai rawit merah anjlok Rp 6.351 atau sebesar 11,48 persen, telur ayam ras menyusut Rp 262 atau sekitar 1,04 persen, daging ayam ras berkurang Rp 571 atau setara 1,75 persen, dan daging ayam kampung tergelincir Rp 1.846 atau sekitar 2,62 persen.
Faktor Perubahan Harga Sembako Fluktuasi nilai jual barang pokok distimulasi oleh pelbagai aspek. Mulai dari besaran biaya produksi, regulasi dari pihak eksekutif, pergerakan nilai mata uang, hingga aspek cuaca. Berikut merupakan sejumlah elemen yang menstimulasi naik turunnya harga barang pokok.
- Apabila angka permintaan melonjak namun kuantitas penawaran statis atau menyusut, tarif cenderung merangkak naik. Sebaliknya, jika kuantitas penawaran melimpah dibanding tingkat permintaan, nilai jual dapat merosot.
- Kondisi cuaca yang ekstrem, bencana alam, ataupun pergantian musim sanggup mengganggu aktivitas produksi sektor pertanian. Minimnya ketersediaan stok akibat cuaca yang tidak bersahabat memicu lonjakan harga barang.
- Regulasi impor, pemberian subsidi, besaran pajak, atau aturan sejenis yang dirilis oleh pemerintah dapat berimbas pada harga barang pokok. Contohnya seperti kebijakan pembatasan pasokan impor ataupun pergeseran tarif pajak.
- Lonjakan nilai beli bahan mentah, pupuk, bahan bakar, ataupun upah para pekerja sanggup menaikkan pengeluaran produksi dan aspek logistik, yang pada akhirnya memengaruhi harga jual sembako.
- Fluktuasi kurs mata uang, utamanya bila bahan pangan mendatangkan dari luar negeri, sanggup berimbas pada harga. Melemahnya mata uang domestik bakal menjadikan harga barang-barang impor kian mahal.
- Tingkat inflasi yang tinggi berpotensi menstimulasi kenaikan harga kebutuhan pokok lantaran membengkaknya biaya barang serta jasa. Situasi makroekonomi yang labil pun sanggup memperkeruh keadaan ini.
- Kendala pada alur distribusi semisal kemacetan jalur transportasi, aksi mogok kerja, ataupun problematika logistik lainnya dapat memicu hambatan pengiriman barang, memangkas ketersediaan stok, dan memicu kenaikan harga jual.
Pelbagai aspek tersebut memengaruhi nilai jual kebutuhan pokok sehingga kerap berubah-ubah, yang menuntut adanya pengawasan disertai kebijakan yang akurat demi menjaga stabilitas di pasar. Nilai jual kebutuhan pokok ini pun dapat bervariasi pada masing-masing pasar. Angka-angka di atas merupakan representasi dari nilai rata-rata di wilayah Jawa Timur.