Jelang IPO Hong Kong, EMAS Raih Suntikan Glencore dan Trafigura

Merdeka Gold (EMAS) Ajukan IPO di Bursa Hong Kong. (Foto: Merdeka Gold)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 17 Juni 2026 | 12:33:06 WIB

JAKARTA – PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) sukses mendapatkan sokongan dana dari barisan investor global kelas kakap menjelang pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Hong Kong (HKEX). 

Berbagai perusahaan raksasa sekelas Glencore, Trafigura, Mercuria, hingga lembaga keuangan internasional telah menyatakan kesiapan mereka untuk mengambil peran selaku cornerstone investor dalam aksi korporasi tersebut.

Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke P. Abidin, mengungkapkan bahwa merapatnya para investor dunia ini menjadi bukti otentik atas kepercayaan pasar global terhadap kualitas aset sekaligus prospek ekspansi perusahaan ke depan. 

“Komitmen investor global dalam transaksi ini mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas Tambang Emas Pani, kemampuan eksekusi Perseroan, serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang kami miliki,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber pada keterangan resmi, Rabu (17/6/2026).

Pihak investor utama yang ambil bagian dalam transaksi ini mengombinasikan para pelaku industri strategis dan institusi finansial global. 

Di sektor industri, nama-nama yang terlibat meliputi Wanguo Gold Group Limited, CNGR (Hong Kong Material Science & Technology) Co. Limited, Mercuria Holdings (Singapore) Pte. Ltd., Trafigura Pte. Ltd., Glencore International AG, serta Intera Mining Investment Limited yang dikuasai penuh oleh JCHX Mining Management Co. Ltd.

Sementara itu, jajaran investor finansial yang turut serta ambil bagian antara lain Ping An of China Asset Management (Hong Kong) Company Limited, GF (Guangfa) Fund Management Co., Ltd., Eurus Holdings SPC yang terafiliasi dengan ORIX, Dymon Asia Multi-Strategy Investment Master Fund, dan Wind Sabre Fund SPC.

EMAS dijadwalkan memulai periode bookbuilding untuk investor institusi internasional terhitung mulai 17 Juni hingga 23 Juni 2026.

Menjelang tahapan pemasaran ini, para cornerstone investor telah berkomitmen untuk menyerap 49,9% dari seluruh saham yang dilepas dalam penawaran dasar, sebuah nominal yang mendekati batas tertinggi yang diizinkan oleh regulasi pencatatan di HKEX.

Secara kumulatif, penawaran global ini merepresentasikan sekitar 7% dari modal ditempatkan perusahaan setelah memperhitungkan opsi greenshoe. Seluruh lembar saham yang ditawarkan merupakan saham sekunder milik pemegang saham minoritas.

Di sudut lain, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang bertindak sebagai pemegang saham pengendali dipastikan tidak akan melepas kepemilikannya dan tetap mempertahankan seluruh porsi saham strategis mereka di Merdeka Gold Resources.

Kuatnya dukungan dari investor dunia ini tidak lepas dari besarnya potensi Tambang Emas Pani di Gorontalo, yang saat ini menyandang status sebagai salah satu proyek emas terbesar yang tengah digarap di kawasan Asia.

Proyek ini merekam progres yang signifikan sejak EMAS melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2025, termasuk keberhasilan first gold pour pada Februari 2026 serta aktivitas penjualan emas perdana pada Maret 2026.

Hingga akhir 2025, Tambang Emas Pani memiliki sumber daya mineral sebesar 7 juta ounces emas dengan cadangan bijih menyentuh 5,2 juta ounces emas.

Perusahaan juga mengumumkan adanya tambahan sekitar 445.000 ounces emas yang diperoleh dari hasil pengeboran terbaru di Prospek Kolokoa, yang berjarak kurang lebih 1 kilometer dari pit utama Pani.

Melalui tambahan tersebut, akumulasi taksiran sumber daya mineral di Tambang Emas Pani melonjak menjadi sekitar 7,4 juta ounces emas.

Pihak manajemen saat ini juga tengah menjalankan program eksplorasi lanjutan, termasuk agenda pengeboran di bawah desain pit utama dan wilayah Lone Pine yang direncanakan berjalan pada semester II/2026.

Melalui skema pengembangan yang terencana, kapasitas pengolahan di Tambang Emas Pani ditargetkan merangkak naik hingga 22 miIiar/juta ton per tahun pada 2028. 

Langkah ekspansi ini diproyeksikan mampu memacu puncak produksi emas tahunan hingga mencapai kisaran 545.000 ounces.

Selain ditunjang volume sumber daya yang melimpah, proyek ini diestimasi mempunyai struktur biaya yang amat kompetitif. Proyeksi life-of-mine all-in sustaining cost (AISC) sebelum kewajiban royalti pemerintah berada di level US$794 per ounces.

Agenda strategis IPO di HKEX ini dikawal oleh UBS dan CITIC Securities yang bertindak sebagai sponsor utama. Sementara itu, Morgan Stanley, HSBC, CICC, dan Macquarie memegang peran selaku Joint Overall Coordinators, Joint Global Coordinators, dan Joint Bookrunners.

Sejumlah institusi perbankan internasional lain seperti DBS, Mizuho, OCBC, UOB Kay Hian, Société Générale, Natixis, dan Crédit Agricole juga turut berpartisipasi mengambil bagian sebagai Joint Bookrunners dan Lead Managers.

Reporter: Ibtihal