RATU Tuntas Akuisisi 20 Persen Hak Partisipasi Madura Strait PSC
JAKARTA – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) gencar menjalankan langkah ekspansinya.
Saat ini, anak perusahaan dari PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) tersebut telah resmi merampungkan seluruh proses transaksi akuisisi guna mendapatkan hak partisipasi atau participating interest (PI) sebesar 20% di Madura Strait PSC, yang dikelola oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).
Melalui PT Raharja Energi Madura (REM), RATU mengambil alih penuh 100% saham SMS Development Limited (SMSD), yaitu entitas investasi yang memegang 20% saham HCML.
Lewat penyelesaian transaksi tersebut, RATU kini secara tidak langsung memegang hak partisipasi pada Madura Strait PSC.
Berdasarkan informasi sebelumnya, RATU mengabarkan bahwa proses akuisisi saham SMSD ini menghabiskan dana mencapai US$ 141,21 miIjan.
Nilai tersebut mencakup akuisisi saham senilai US$ 62,51 juta, kesepakatan shareholder loan agreement yang menjadi bagian dari Perjanjian Novasi sebesar US$ 59,20 juta, serta adanya klausul contingent payment dengan nilai maksimal US$ 19,50 juta.
Rampungnya transaksi ini menjadi sebuah pencapaian krusial bagi strategi ekspansi RATU di industri hulu minyak dan gas bumi.
Mengikuti struktur dari transaksi ini, semua keuntungan ekonomi atas kepemilikan 20% di HCML terhitung sejak 1 Januari 2026 akan dialihkan kepada REM, serta bakal termuat di dalam performa keuangan konsolidasian RATU pada kuartal II-2026.
Direktur Keuangan Raharja Energi Cepu, Adrian Hartadi, menjelaskan bahwa Madura Strait PSC ialah aset produktif dengan catatan rekam jejak yang kokoh, sehingga mampu melengkapi portofolio RATU secara taktis.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Adrian dalam pernyataannya pada Kamis (11/6/2026) menyampaikan, “Ke depan, kami akan fokus memastikan manfaat akuisisi ini benar-benar dirasakan, baik dalam kinerja keuangan Perseroan maupun dalam nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham,” ujarnya.
Langkah akuisisi ini diproyeksikan dapat memperkokoh strategi jangka panjang RATU demi memperbanyak basis cadangan sekaligus produksi, sekaligus melengkapi portofolio yang sudah dimiliki sebelumnya, seperti 8% PI di PSC Jabung yang dikelola PetroChina Jabung Ltd serta 2,24% PI di PSC Cepu.
Di tempat terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa dalam jangka pendek efek finansial dari akuisisi tersebut kemungkinan belum akan tampak secara berlebihan bagi RATU.
Hal itu dikarenakan tahapan konsolidasi laporan keuangan, pengurusan administrasi, serta adaptasi operasional masih memerlukan waktu, sekalipun pihak manajemen RATU menyatakan sanggup menyelesaikannya secara cepat.
Kendati demikian, aksi korporasi tersebut tetap memicu sentimen positif terhadap cara pandang investor pada saham RATU. Untuk jangka menengah, keuntungan dari akuisisi 20% PI di Madura Strait PSC diproyeksikan bakal mulai terlihat nyata.
Kepemilikan atas aset yang telah berproduksi pastinya akan menambah pasokan pendapatan berulang (recurring income) bagi RATU.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Nafan pada Jumat (12/6/2026) mengatakan, “Ini didukung oleh posisi Madura Strait PSC sebagai salah satu blok migas yang cukup produktif di Indonesia,” tuturnya.
Sementara untuk jangka panjang, akuisisi tersebut berpeluang mendongkrak pertumbuhan RATU secara berarti sejalan dengan permintaan gas bumi domestik yang terus meningkat, baik untuk kebutuhan sektor industri maupun komersial.
Nafan menambahkan, agar proses transisi operasional di Madura Strait PSC dapat berjalan tanpa hambatan, RATU wajib menjalin sinergi serta komunikasi yang intens dengan pihak operator lapangan agar koordinasi operasional bisa berjalan secara efektif.
Bukan hanya itu, RATU pun dituntut memiliki ketahanan finansial untuk mencukupi kebutuhan pendanaan, termasuk potensi adanya cash call yang muncul dari kepemilikan saham di blok migas tersebut.
Nafan memberikan rekomendasi add untuk saham RATU dengan target harga berada pada level Rp 7.500 per saham.
Di sisi lain, berdasarkan pandangan Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, secara teknikal tren pergerakan saham RATU saat ini masih berada dalam fase downtrend dan posisinya masih di bawah MA20.
Indikator MACD terpantau bergerak melandai pada area negatif, diikuti dengan Stochastic yang bergerak menguat di area negatif.
Saham RATU direkomendasikan untuk trading buy dengan batas support di level Rp 4.510 per saham dan resistance di level Rp 4.880 per saham, serta target harga berada di rentang Rp 5.175–Rp 5.650 per saham.