IHSG Hari Ini Berpotensi Menguat ke 6.140, Cek 4 Saham Pilihan

Ilustrasi IHSG Hari IniMenguat (Foto: Inews Media Group)
Penulis: Ibtihal
Senin, 15 Juni 2026 | 08:56:59 WIB

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki kans untuk meneruskan tren kenaikannya menuju kisaran 6.106-6.140 pada pembukaan perdagangan awal minggu, Senin (15/6/2026). 

Sentimen positif ini hadir setelah indeks melambung hingga 7,38% pada pekan kemarin. Beberapa saham pilihan seperti HMSP, INDY, hingga UNVR kini masuk dalam radar pantauan analis untuk direkomendasikan.

Berdasarkan data dari tim analis MNC Sekuritas, IHSG menguat sebesar 2,07% dan mendarat di posisi 6.007 pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026), yang ditopang oleh kenaikan volume akumulasi beli. Dalam akumulasi mingguan, indeks terpantau melesat sebesar 7,38%. 

MNC Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG saat ini sedang membentuk bagian dari wave [iv] dari wave 3, yang berarti masih ada ruang bagi indeks untuk menguji rentang 6.106-6.140 sekaligus mendekati garis MA20. 

"Namun demikian, tetap cermati adanya potensi koreksi IHSG ke area 5.962-6.021," tulis tim analis MNC Sekuritas dalam riset hariannya, Senin (15/6/2026).

Untuk sesi perdagangan hari ini, area support IHSG dianalisis berada pada level 5.594 serta 5.344. Di sisi lain, wilayah resistance diproyeksikan akan berada di kisaran 6.065 sampai 6.286. 

Sementara itu, saham-saham yang direkomendasikan oleh MNC Sekuritas untuk dicermati meliputi HMSP, INDY, NCKL, dan UNVR.

HMSP - Trading Buy

Saham HMSP terpantau naik 1,68% menuju level 605 disertai dengan peningkatan volume pembelian. Selama pergerakannya mampu bertahan di atas batas stoploss 580, posisi HMSP dianalisis tengah mengawali wave (iv) dari wave [c].

  • Trading Buy: 590-600
  • Target Price: 650, 670
  • Stoploss: di bawah 580

INDY - Buy on Weakness

Saham INDY melonjak signifikan sebesar 18,32% ke posisi 2.260 dengan dukungan volume pembelian yang masif. 

Walau demikian, laju kenaikannya masih tertahan oleh garis MA20. Pada saat ini, posisi saham INDY diperkirakan sedang berada di bagian wave [iv] dari wave C.

  • Buy on Weakness: 2.130-2.260
  • Target Price: 2.560, 2.810
  • Stoploss: di bawah 2.040

NCKL - Buy on Weakness

NCKL melesat 13,38% ke level 890 dan sanggup melewati garis MA20 dengan sokongan volume pembelian yang kuat. 

MNC Sekuritas mengestimasi posisi saham ini sedang berada pada pembentukan wave (1) dari wave [C].

  • Buy on Weakness: 835-865
  • Target Price: 930, 990
  • Stoploss: di bawah 820

UNVR - Buy on Weakness

Saham UNVR mencatatkan penguatan 1,83% ke level 1.665 yang didominasi oleh volume pembelian. 

MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan UNVR masih menjadi bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (B).

  • Buy on Weakness: 1.380-1.500
  • Target Price: 1.780, 2.020
  • Stoploss: di bawah 1.340

IHSG Melonjak 7,38% Sepekan

Indeks harga saham gabungan (IHSG) melesat hingga 7,38% selama periode perdagangan pekan ini, tepatnya pada 8-12 Juni 2026, hingga sukses kembali melewati level psikologis 6.000.

 Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan IHSG parkir di level 6.007,656 dari posisi 5.594,765 pada pekan sebelumnya.

Selaras dengan reli IHSG, nilai kapitalisasi pasar di Bursa turut terkerek naik sebesar 7,31% menjadi Rp10.524 triliun, dari yang sebelumnya berada di angka Rp9.807 triliun pada pekan lalu.

Di sisi lain, catatan rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami kenaikan 4,14% menjadi 2,51 juta kali transaksi dari yang sebelumnya sebesar 2,41 juta kali transaksi. 

Untuk rata-rata volume transaksi harian juga menanjak sebesar 7,46% menjadi 36,14 miliar lembar saham dari angka 33,63 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Namun sebaliknya, rata-rata nilai transaksi harian justru terkoreksi sebesar 7,07% menjadi Rp25,06 triliun dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp26,97 triliun. 

Adapun pada perdagangan Jumat (12/6/2026), investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp287,84 miar. Walaupun begitu, jika diakumulasikan sepanjang tahun berjalan 2026, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp67,344 triliun.

Reporter: Ibtihal