VKTR Pasok 30 Persen Bus Listrik TransJakarta di Kuartal I/2026

bus listrik Transjakarta CKD pertama rakitan VKTR-Laksana. (Foto: tenpo))
Penulis: Ibtihal
Jumat, 29 Mei 2026 | 11:20:17 WIB

JAKARTA – Perusahaan kendaraan listrik komersial PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) mengumumkan bahwa mereka sudah menguasai kisaran 30% dari total seluruh armada bus listrik TransJakarta hingga kuartal I/2026, setelah menyerahkan tambahan unit bus listrik baru kepada operator transportasi Jakarta tersebut.

Direktur Utama VKTR A. Ardiansyah Bakrie menerangkan bahwa perusahaan telah menyalurkan 30 unit bus listrik ukuran 12 meter kepada TransJakarta sepanjang periode Januari sampai Maret 2026.

Melalui pasokan unit baru ini, VKTR secara total telah menghadirkan 152 unit bus listrik, atau setara dengan sekitar 30% dari total populasi armada bus listrik TransJakarta yang saat ini telah mencapai 500 unit. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Fokus kami tidak hanya pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi bisnis melalui penguatan ekosistem TKDN, kesiapan kapasitas produksi, perluasan portofolio produk, serta layanan purnajual yang komprehensif,” ujar Ardi dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (27/5/2026).

Manajemen VKTR menyatakan bahwa bus listrik buatan mereka menjadi armada satu-satunya di TransJakarta yang dirakit secara lokal di dalam negeri, dengan capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40% untuk varian bus ukuran 12 meter maupun ukuran 8 meter.

Langkah lokalisasi ini diperkuat oleh peresmian pabrik perakitan VKTR Sakti Industries di Magelang pada April 2026 kemarin.

Ditinjau dari kinerja keuangan, VKTR mampu mencetak kenaikan penjualan bersih sebesar 58% secara tahunan atau year on year (YoY) pada kuartal I/2026.

Stimulus utama kenaikan ini didorong oleh peningkatan permintaan kendaraan listrik komersial, sementara bisnis manufaktur komponen mencatatkan pertumbuhan terbatas lantaran industri otomotif nasional yang masih dalam tahap pemulihan.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan itu, perolehan laba usaha perusahaan ikut melejit hingga 832% YoY.

Manajemen menjelaskan bahwa lonjakan masif ini diraih berkat efisiensi operasional, yang sanggup menjaga kestabilan beban usaha di kala ekspansi armada berjalan dan di tengah naiknya tarif energi akibat efek ketegangan geopolitik global.

Lewat kendali biaya yang dijalankan dengan disiplin, VKTR pun sukses membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 98% YoY pada tiga bulan pertama tahun 2026.

Dari struktur neraca keuangan, nilai total aset perusahaan tumbuh 2% secara year to date (YTD). Pada saat yang sama, pos liabilitas naik sebesar 5% YTD, sedangkan posisi ekuitas perusahaan terkerek 1% YTD.

Melangkah ke kuartal II/2026, pihak manajemen optimistis permintaan pasar terhadap kendaraan listrik komersial bakal terus melonjak.

Perusahaan menilai bahwa lonjakan harga minyak dunia akibat volatilitas geopolitik global akan membuat nilai kepemilikan dan biaya operasional kendaraan listrik menjadi jauh lebih murah dan kompetitif daripada kendaraan berbahan bakar fosil.

Reporter: Ibtihal