Perkuat Fundamental, ABBA Optimalkan Ekosistem Media Digital (

Direktur Utama mahakaX Adrian Syarkawi (Foto: dok.mahakaX)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 26 Mei 2026 | 13:30:26 WIB

JAKARTA – PT Mahaka Media Tbk (ABBA) atau mahakaX memberikan penekanan pada fokus usahanya dalam hal peningkatan efisiensi, kedisiplinan finansial, serta optimalisasi ekosistem media digital kreatif. 

Agenda ini ditempuh demi memelihara pertumbuhan jangka panjang di tengah tekanan sektor industri media serta kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

Pada tahun buku 2025, emiten dengan kode saham ABBA ini membukukan pendapatan senilai Rp 184 miliar, atau mengalami penurunan sebesar 12% dibandingkan periode tahun sebelumnya. 

Perusahaan juga mencatatkan EBITDA negatif sebesar Rp 11 miliar, kerugian operasional senilai Rp 15 miliar, serta rugi bersih mencapai Rp 26 miliar. 

Meskipun kinerja perseroan tengah tertekan, pihak manajemen memandang situasi ini sebagai bagian dari tahapan konsolidasi sekaligus penguatan fundamental bisnis pasca keberhasilan mencapai fase pemulihan pada tahun 2024.

Pada periode tersebut, mahakaX sukses mencetak pendapatan sebesar Rp 209 miliar, EBITDA positif senilai Rp 25 miliar, serta keuntungan bersih Rp 6 miliar setelah sebelumnya sempat mengalami kerugian di tahun 2023.

Pihak perusahaan menegaskan bahwa konsentrasi utama saat ini ialah memelihara keberlanjutan bisnis melalui efisiensi beban operasional, optimalisasi sinergi antar unit usaha, serta menaikkan monetisasi dari ekosistem digital kreatif yang dimiliki. 

Direktur Utama mahakaX Adrian Syarkawi mengutarakan bahwa sektor industri media dan kreatif saat ini melaju kian dinamis, sehingga perseroan wajib memperkokoh daya adaptasi serta relevansi bisnisnya.

"Fokus kami ke depan adalah menjaga keberlanjutan momentum pemulihan yang sudah dibangun. Dengan ekosistem yang terintegrasi dan unit bisnis yang saling melengkapi, kami percaya mahakaX dapat terus memperkuat posisinya sebagai pelopor ekosistem media digital kreatif di Indonesia," ujar Adrian dalam keterangan tertulis sebagaimana dilansir dari berita sumber, Senin (25/5/2026).

MahakaX pun bakal memprioritaskan tiga agenda bisnis utama, yaitu mempertahankan kesinambungan kinerja, memperkokoh tata kelola serta disiplin keuangan, sekaligus melebarkan kolaborasi strategis pada sektor media digital kreatif. 

Demi memperkuat strategi tersebut, perusahaan mengandalkan sinergi antarlini usaha yang tergabung dalam The mahakaX Ecosystem, mencakup media, penyiaran, aktivasi merek, event, ruang gaya hidup, hingga platform komunitas.

Berbagai unit usaha seperti Alive, Inspire, JAKTV, Mahaka Square, dan Republika ditargetkan bakal menjadi motor penggerak utama untuk menyajikan solusi komunikasi serta hiburan yang kian relevan dengan kebutuhan pasar.

Dari perspektif korporasi, perusahaan menegaskan belum membagikan dividen untuk tahun buku 2025 dikarenakan posisi ekuitasnya masih tercatat negatif. S

eluruh keputusan tersebut telah disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026 yang diselenggarakan pada Senin (25/5/2026).

Selain memberikan persetujuan terhadap laporan keuangan tahun buku 2025, para pemegang saham juga menyepakati perombakan jajaran direksi. 

Adrian Syarkawi resmi ditunjuk menjadi Direktur Utama untuk menggantikan Ronny W. Sugiadha, sedangkan Aditama Wahyudi Mirza diangkat menjadi Direktur Perseroan.

Reporter: Ibtihal