Kamis, 30 April 2026

Kolaborasi Mahasiswa dan Polri di Rimbang Baling, Upaya Serius Cegah Karhutla dan Narkoba di Riau

Kolaborasi Mahasiswa dan Polri di Rimbang Baling, Upaya Serius Cegah Karhutla dan Narkoba di Riau

Kesadaran kolektif terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus diperkuat melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor. Salah satu langkah konkret hadir lewat kegiatan Camping Kebangsaan Mahasiswa Riau yang digelar oleh Tumbuh Institute di kawasan Rimbang Baling pada 25–26 April 2026.

Mengusung tema “Bersama Wujudkan Green Policing, Green Generation, dan Cegah Karhutla”, kegiatan ini melibatkan sekitar 150 mahasiswa dari BEM serta organisasi Cipayung Plus se-Provinsi Riau. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga ruang refleksi bersama atas persoalan lingkungan dan masa depan daerah.

Kepala Tumbuh Foundation, Azairus Adlu, menegaskan bahwa forum ini dirancang sebagai ruang dialog yang jujur dan terbuka. Ia menekankan bahwa karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan, ekonomi, hingga kepercayaan publik terhadap tata kelola negara. Selain itu, ia juga menyinggung ancaman narkoba yang dinilai sama seriusnya dalam merusak masa depan generasi muda.

Baca Juga

Update Harga Minyak Goreng Jawa Timur Yang Kembali Mengalami Kenaikan Hari Ini

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan karena kekuatan berpikir kritis, pengaruh sosial, serta akses terhadap pengetahuan yang luas.

Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu malam melalui sesi api unggun kebangsaan yang menghadirkan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Rocky Gerung, serta aktivis HAM Hurriah.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Riau menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif dan perubahan pola pikir dalam menghadapi ancaman karhutla dan narkoba. Ia mengingatkan bahwa Riau berpotensi menghadapi siklus karhutla besar seperti yang pernah terjadi pada 1997, sehingga dibutuhkan kesiapan bersama.

“Masalah seperti karhutla dan narkoba tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah atau kepolisian. Harus ada kolaborasi, mulai dari hulu melalui edukasi hingga hilir melalui penegakan hukum,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan komitmen tegas dalam pemberantasan narkoba, termasuk tidak mentolerir keterlibatan anggota kepolisian dalam jaringan tersebut.

Sementara itu, Rocky Gerung melihat persoalan karhutla sebagai bagian dari krisis ekologis global yang lebih luas. Ia menekankan bahwa isu lingkungan tidak bisa dipisahkan dari sistem global yang saling terhubung dan berdampak pada masa depan peradaban manusia.

“Bumi ini satu-satunya ‘kapal’ yang kita miliki, dan semua manusia adalah penumpangnya,” ujarnya, seraya menegaskan peran mahasiswa sebagai buffer intelektual dalam menghadapi krisis multidimensi.

Pandangan kritis juga disampaikan oleh Hurriah yang menempatkan karhutla sebagai persoalan hak asasi manusia. Menurutnya, kebakaran hutan bukan sekadar bencana, melainkan krisis yang terus diproduksi dan dinormalisasi, sehingga mengancam hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat.

Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya melakukan aksi simbolik, tetapi juga memperkuat gerakan melalui riset dan advokasi kebijakan.

Rangkaian kegiatan Camping Kebangsaan ini juga diisi dengan berbagai sesi edukatif, termasuk diskusi teknis bertema karhutla yang menghadirkan narasumber dari Ditreskrimsus Polda Riau, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi Riau, hingga Manggala Agni.

Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan gambaran nyata mengenai kondisi lapangan, tantangan penegakan hukum, serta strategi mitigasi karhutla yang telah dilakukan.

Selain itu, kegiatan juga dilengkapi dengan focus group discussion (FGD) bertema narkoba bersama Ditbinmas dan Ditresnarkoba Polda Riau. Forum ini menjadi ruang interaktif bagi mahasiswa untuk memahami kompleksitas persoalan sosial dan keamanan di daerah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran baru bahwa karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Sekaligus, kegiatan ini mendorong terbentuknya jejaring mahasiswa yang lebih solid dalam menjaga lingkungan dan masa depan Riau.

Redaksi

Redaksi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Laba ADHI Rp154M di TW I 2026, Kontrak Baru Meroket 131%!

Laba ADHI Rp154M di TW I 2026, Kontrak Baru Meroket 131%!

Upaya Pemprov Riau Stabilkan Harga Beras dan Gula di Pasar Tradisional

Upaya Pemprov Riau Stabilkan Harga Beras dan Gula di Pasar Tradisional

Update Harga Minyak Goreng Curah di Pasar Tradisional Sulawesi Selatan

Update Harga Minyak Goreng Curah di Pasar Tradisional Sulawesi Selatan

Harga Minyak Goreng di Bangka Belitung Tembus Rp 22.000/ Liter

Harga Minyak Goreng di Bangka Belitung Tembus Rp 22.000/ Liter

Publikalabs Perkuat Skill Riset Pasar Lewat Publika Academy

Publikalabs Perkuat Skill Riset Pasar Lewat Publika Academy