Fokus Nonbatu Bara INDY Alokasikan Capex Rp445 Miliar di Kuartal I

Suasana pertambangan batu bara yang dikelola oleh Indika Energy Tbk (INDY). Foto Indika Energy Tbk
Penulis: Ibtihal
Selasa, 26 Mei 2026 | 12:17:22 WIB

JAKARTA – PT Indika Energy Tbk. (INDY) mempublikasikan bahwa perusahaan telah merealisasikan penyerapan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) menembus angka US$26,2 juta yang setara dengan nilai Rp445,37 giral (berdasarkan acuan nilai kurs Jisdor BI Rp16.999 per dolar AS pada 31 Maret 2026). 

Seluruh porsi dana belanja modal tersebut dioptimalkan demi menopang akselerasi sektor unit bisnis nonbatu bara yang dikelola oleh perseroan.

Pihak manajemen INDY melalui siaran pers resminya memaparkan bahwa komitmen fundamental INDY dalam memacu pilar bisnis nonbatu bara terefleksi nyata dari pemenuhan realisasi belanja modal (capex) di sepanjang triwulan pertama tahun 2026 yang menyentuh level US$26,2 juta.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Sebesar 100% dialokasikan seluruhnya untuk sektor nonbatu bara,” kata manajemen INDY.

Sektor komoditas mineral, yaitu proyek penambangan emas Awak Mas, menyerap alokasi dana sebesar US20,4juta,kemudiansisaanggaransenilaiUS5,8 juta didistribusikan untuk mendukung deretan program diversifikasi bisnis hijau.

Pihak manajemen INDY juga menguraikan bahwa hingga periode tanggal 31 Maret 2026, tahapan pengerjaan fisik pada Proyek Awak Mas telah menyentuh porsi 56,8% dari total target perampungan, di mana akumulasi anggaran yang telah digelontorkan menyentuh angka US$ 288,1 juta.

Direktur Utama dan CEO Indika Energy, Azis Armand menguraikan bahwa Indika Energy senantiasa memperlihatkan tingkat stabilitas operasional yang kokoh melalui capaian perolehan keuntungan bersih senilai US$7,0 juta di kuartal I/2026, kendati konstelasi industri energi di kancah global bergerak secara dinamis.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kami terus memperkuat transformasi bisnis dengan seluruh belanja modal pada periode ini dialokasikan untuk proyek tambang emas Awak Mas dan berbagai inisiatif bisnis hijau,” ujar Azis dalam keterangan resminya.

Azis menilai bahwa ketetapan kebijakan strategis tersebut bertindak sebagai poin krusial untuk memuluskan peta rencana jangka panjang INDY yang bergerak searah dengan tren transisi energi global menuju target kondisi net-zero.

Reporter: Ibtihal