Andalkan Teknologi TOSS, GLOB Ekspansi ke Sektor Ekonomi Hijau
JAKARTA – PT Globe Kita Terang Tbk (GLOB) semakin mempertegas arah transformasi usahanya ke dalam sektor ekonomi hijau, khususnya melalui penetrasi tata kelola limbah berbasis teknologi modern.
Langkah taktis ini menjadi bagian integral dari cetak biru pertumbuhan jangka panjang emiten pada periode tahun ini. Anak perusahaan dari PT Trikomsel Tbk ini mulai mengonsentrasikan pengembangan pada proyek Teknologi Olah Sampah Sirkular (TOSS) yang aktivitas produksinya telah bergulir sejak penghujung tahun kemarin.
Direktur Utama PT Globe Kita Terang Tbk, Sugiono Wiyono, memberikan kepastian bahwa terobosan tersebut diestimasikan sanggup bertindak sebagai salah satu mesin penggerak baru bagi laju pertumbuhan perseroan, di kala melonjaknya angka permintaan atas solusi manajemen limbah modern di tanah air.
Melalui penguatan sektor usaha tersebut, GLOB membidik sektor ekonomi hijau sebagai fondasi utama bagi peta ekspansi korporasi di masa mendatang.
Pihak manajemen menganalisis, bidang pengelolaan sampah menyimpan prospek yang semakin menjanjikan selaras dengan konsisten meningkatnya volume limbah domestik maupun industri.
Sugiono menjelaskan bahwa inovasi dari teknologi TOSS diformulasikan untuk mendaur ulang sampah jenis organik maupun anorganik secara lebih berdaya guna, sehingga sanggup menyodorkan solusi berkelanjutan bagi berbagai wilayah dan sektor industri, sebagaimana dilansir dari berita sumber:
"Inisiatif TOSS ini yang kami harapkan akan bisa menjadi penyumbang atau kontributor revenue perusahaan di tahun 2026 ini," ujarnya dalam paparan publik virtual, pekan lalu.
Demi memacu perluasan jangkauan bisnis tersebut, GLOB saat ini tengah berupaya mengamankan kucuran dana segar, baik demi kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) maupun pasokan modal kerja (working capital).
Perusahaan membuka ruang pendanaan melalui aneka mekanisme, termasuk jalinan sinergi bersama rekanan strategis. Manuver ini dieksekusi agar implementasi dari teknologi TOSS dapat menjangkau lebih banyak daerah serta sektor usaha, sebagaimana dilansir dari berita sumber:
"GLOB sedang berfokus untuk mendapatkan peluang pendanaan, baik melalui pendanaan langsung maupun ber-partner (kerja sama) dengan pihak ketiga, sehingga bisa menyebarkan teknologi TOSS ini kepada banyak area dan perusahaan," kata Sugiono.
Ia mengimbuhkan bahwa pelbagai perolehan dari proyek percontohan akan terus disebarluaskan serta diefektifkan. Sasarannya adalah supaya sistem teknologi TOSS dapat diaplikasikan dalam skala yang lebih raksasa sekaligus memberikan dampak positif bagi finansial maupun ekosistem lingkungan secara lebih masif.
Di samping mencurahkan konsentrasi pada manajemen limbah, GLOB juga konsisten menjaga roda bisnis ekosistem kopi sebagai salah satu jangkar penopang usaha utama.
Sepanjang tahun 2025, sektor mesin kopi diinfokan menyumbang andil sebesar 41,85% terhadap total keseluruhan pendapatan perseroan.
Besaran porsi sumbangsih tersebut memperlihatkan bahwa lini ini tetap menjadi salah satu tiang utama bagi rapor keuangan GLOB.
Pihak manajemen memaparkan bahwa segmen mesin kopi akan konsisten dimaksimalkan demi menyuplai kebutuhan pasar domestik rumah tangga hingga lingkungan perkantoran skala kecil.
Untuk mengawal pertumbuhan tersebut, GLOB pun memperkuat mata rantai pasokan lewat peningkatan kolaborasi bersama para penyuplai lokal.