OJK dan Makmur Perkuat Literasi Investasi Reksa Dana di Makassar

PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia (APRDI) menggelar literasi di Makassar. (Foto: net)
Penulis: Ibtihal
Senin, 25 Mei 2026 | 11:29:59 WIB

MAKASSAR – PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) bersinergi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia (APRDI) guna memacu program edukasi finansial di luar Pulau Jawa. 

Sebagaimana dilansir dari Investortrust, implementasi dari tindakan nyata tersebut direalisasikan lewat aktivitas sosialisasi yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 16–17 April 2026.

Kegiatan edukasi ini menjadi bagian integral dari rentetan agenda Road to Pekan Reksa Dana 2026. Sementara itu, acara puncak dari rangkaian tersebut dijadwalkan bakal diselenggarakan di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada 27 April 2026.

Wilayah Sulawesi Selatan dipilih menjadi lokasi karena dinilai mempunyai potensi ekspansi jumlah investor yang melimpah. Walau demikian, tingkat pemanfaatan produk-produk investasi di daerah ini dipandang masih memerlukan stimulus yang lebih gencar melalui edukasi tatap muka kepada kalangan akademisi atau mahasiswa serta rekan-rekan media massa.

Program edukasi yang bergulir selama dua hari tersebut membidik tiga titik lokasi yang berlainan. Sesi pertama diawali pada 16 April 2026 bertempat di Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dengan merangkul 45 perwakilan media, yang kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi bagi para mahasiswa di Universitas Nasional Makassar.

Selanjutnya, aktivitas edukasi dilaksanakan di Universitas NITRO pada 17 April 2026. Secara akumulatif, agenda penguatan literasi keuangan ini sukses menjaring keterlibatan aktif dari lebih dari 400 mahasiswa.

Agenda tersebut turut dihadiri secara langsung oleh Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch Muchlasin, bersama dengan Kepala Direktorat Perwakilan Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Arif Machfoed, sebagai wujud nyata dukungan dari pihak regulator terhadap ekspansi pasar modal di wilayah timur Indonesia.

Utusan dari pihak Makmur dihadiri oleh Merry Putri Sirait yang menjabat sebagai Business Development & Partnership

Merry memberikan presentasi serta pemaparan terkait instrumen investasi reksa dana di hadapan para mahasiswa Universitas Nasional Makassar dan Universitas NITRO.

Berdasarkan penjelasan Merry, hambatan utama yang dirasakan oleh generasi muda untuk mulai berinvestasi sesungguhnya bukan berada pada aspek finansial. 

Faktor ketidaktahuan mengenai keputusan atau langkah awal disinyalir menjadi aspek pemicu yang paling utama.

"Salah satu alasan mahasiswa belum berinvestasi adalah karena belum mengetahui harus memulai dari mana. Saat ini, investasi dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui aplikasi seperti Makmur, disertai pemahaman terhadap produk-produk yang tersedia," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pengenalan Program PINTAR OJK

Pada momentum yang sama, Manajer Senior Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional OJK, Bunga Wahyuni, memperkenalkan sebuah inisiatif bernama Program PINTAR. 

Langkah strategis berskala nasional tersebut dipersiapkan oleh OJK guna membangun kebiasaan berinvestasi secara konsisten dengan menerapkan metode penyetoran secara berkala.

Mekanisme tersebut menyatukan konsep power of compounding dengan dollar cost averaging. Program ini sendiri dikelompokkan ke dalam dua kategori, yakni PINTAR Reksa Dana Umum yang ditujukan bagi masyarakat luas, serta PINTAR Reksa Dana SiMUDA Investasiku yang dirancang khusus untuk kelompok usia 18–30 tahun.

"Sekarpeng melakukaninvestasi sangatlah mudah. Yang terpenting, investor memahami profil risiko beserta tujuan keuangannya," tambah Bunga sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kolaborasi strategis antara OJK, APRDI, dan Makmur ini semakin memperkuat komitmen kolektif dalam memeratakan keterjangkauan akses keuangan hingga ke area timur Indonesia. 

Hingga saat ini, Makmur dilaporkan telah menggulirkan program literasi sejenis di 5 kota besar dengan merangkul lebih dari 1.000 partisipan.

Reporter: Ibtihal