Perkuat Pendanaan, BTN Dorong Layanan Beyond Mortgage di Tahun 2026

Ilustrasi - Gedung kantor BTN. (Foto: ANTARA)
Penulis: Ibtihal
Senin, 25 Mei 2026 | 11:29:59 WIB

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN menggeber langkah transformasi bisnis demi mempertegas kualitas pelayanan bagi para penggunanya. 

Agenda ekspansi yang efisien ini dieksekusi melalui pembenahan sistem operasional kredit, peremajaan jaringan kantor cabang, hingga perluasan ekosistem digital, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa mengutarakan bahwa perbaikan menyeluruh ini menjadi bagian integral dari pengejawantahan visi baru korporasi untuk periode 2025–2029. 

Pihak BTN mematok target besar untuk bertransformasi sebagai "Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia".

Gagasan strategis tersebut diimplementasikan lewat penguatan pilar pendanaan yang kokoh berkelanjutan (sustainable funding), optimalisasi proposisi produk serta penjualan silang (cross selling), hingga penyediaan ekosistem layanan perbankan menyeluruh yang memprioritaskan faktor kenyamanan nasabah.

"Kami akan mengubah image itu bahwa bank BTN bisa memberikan layanan full banking services. Artinya kalau finansial keluarga itu, ada pembiayaan, investasi, transaksi, dan segala macam kebutuhan perbankan lainnya. Apalagi di era digital sekarang ini," kata Nyoman, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Nyoman menerangkan bahwa lini pendanaan memegang kedudukan sangat vital selaku motor utama penggerak roda pembiayaan. Tanpa adanya sokongan basis pendanaan yang tangguh, peran intermediasi institusi perbankan kepada khalayak luas dinilai tidak akan berjalan secara optimal.

"Karena itu, penguatan funding menjadi salah satu fokus utama yang terus diperbaiki. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber pendanaan yang stabil dan berkelanjutan. Sehingga BTN dapat terus menjalankan fungsi intermediasi dan memperluas penyaluran pembiayaan," ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dalam upaya memperlebar gurita bisnisnya, BTN saat ini mulai menggeser fokus menuju penyediaan layanan beyond mortgage.

 Institusi ini tidak lagi sekadar berkonsentrasi pada pembiayaan kepemilikan rumah atau KPR murni, melainkan ikut menggenjot performa produk payroll, kartu kredit, lini investasi, Kredit Ringan (KRING) BTN khusus renovasi, kredit multiguna, pembiayaan otomotif, sampai ke sektor kredit modal kerja.

"Ketika nasabah membeli rumah melalui KPR, mereka juga berpotensi membutuhkan produk finansial lainnya. Melalui strategi ini, BTN dapat menyediakan beragam solusi keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia," ungkap Nyoman, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Aspek krusial dalam peta jalan strategi BTN ialah memaksimalkan kepuasan nasabah (customer experience) melalui peremajaan tata kelola pengelolaan kredit (loan processing) agar dapat bergulir lebih efisien, ringkas, serta memiliki keseragaman standar. 

Skema operasional sirkulasi kredit saat ini mengadopsi sistem loan factory yang memusatkan seluruh rangkaian pengajuan sekaligus pengolahan kredit konsumer, termasuk KPR, langsung pada level pusat dengan memfungsikan jaringan digital.

Pada periode sebelumnya, manajemen kredit BTN mengandalkan kinerja enam Regional Loan Processing Center (RLPC) yang tersebar di wilayah Cawang, Bekasi, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar. 

Mekanisme regional masa lalu tersebut dinilai menghadirkan sejumlah kendala, seperti standarisasi operasional antarwilayah yang belum selaras, pengawasan kontrol yang belum tersentralisasi, hingga ketimpangan kapasitas produktivitas di tiap daerah.

“Dengan loan factory, proses KPR diproses di satu sentral. Kami mengedepankan proses digital agar layanan lebih cepat, akurat, transparan, dan memiliki standar yang sama,” terang Nyoman, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Eksekusi sistem anyar ini akan diimplementasikan secara gradual di seluruh penjuru tanah air, dengan sasaran pokok mengatrol level produktivitas serta efisiensi pengajuan kredit pemilikan hunian.

Modernisasi Jaringan Cabang dan Dokumen Kredit

Selain memoles sektor digital, BTN melangsungkan penyegaran terhadap infrastruktur jaringan kantor operasional lewat payung program rejuvenating branch guna mengikis stigma kuno dan kaku.

Sepanjang tahun 2025, perusahaan tercatat telah mengoperasikan 20 kantor cabang baru, mengeksekusi relokasi pada 29 kantor cabang, serta merombak ulang tata letak layout pada 10 kantor cabang agar menghadirkan impresi yang lebih dinamis. 

Atribut konsep baru ini telah diterapkan pada sejumlah titik gerai seperti Pondok Indah, Harmoni, Kuningan, dan Central Park.

“Kami ingin mengubah kesan lama bahwa kantor cabang bank itu kuno dan birokratis. Ke depan, cabang BTN akan menyesuaikan perkembangan zaman dengan konsep yang lebih modern dan dinamis,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Secara simultan, akselerasi digital pun diwujudkan melalui peresmian BTN Digital Store di pusat perbelanjaan serta kawasan niaga. Hingga saat ini, telah beroperasi 24 rantai jaringan BTN Digital Store yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan Semarang.

“Kami hadir di area komersial, di mal dan pusat keramaian. Konsepnya adalah outlet yang bisa melayani kapan saja melalui digital store. Tapi tetap ada superstaff yang membantu nasabah,” jelas Nyoman, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Manuver transformasi ini nyatanya turut menyentuh aspek manajemen penataan dokumen agunan KPR. Pihak BTN mengoperasikan fasilitas Records Center modern yang dipersenjatai sistem proteksi mutakhir tahan api sekaligus serangan rayap di beberapa kota besar seperti Bandung, Semarang, Surabaya, dan kawasan Gandul, Jakarta.

“Portofolio KPR BTN sangat besar sehingga tata kelola dokumen agunan harus dilakukan secara baik dan aman. Karena itu kami membangun records center dengan sistem yang lebih modern. Ruang penyimpanan tahan api, rayap, dan high secured. Penyimpanan dengan dossier box, bukan amplop,” jelasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Melalui penguatan pilar-pilar fundamental tersebut, jajaran manajemen menaruh rasa optimis yang tinggi bahwa laju pertumbuhan bisnis perusahaan bakal konsisten bergerak ke arah yang positif.

"Fundamental dalam pertumbuhan bisnis yang sustainable sudah kami bangun. Dan kami sekarang siap untuk melayani masyarakat Indonesia," tandasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Ibtihal