Astra Graphia Pacu Fokus Bisnis Solusi Teknologi Informasi 2026

PT Astra Graphia Tbk Luncuran dua Model Mesin Printer Produksi Warna (Foto: dok/Astragraphia)
Penulis: Ibtihal
Senin, 25 Mei 2026 | 10:54:22 WIB

JAKARTA - PT Astra Graphia Tbk (ASGR) semakin intensif memperkuat sektor bisnis solusi teknologi informasi melalui anak perusahaannya, Astragraphia Information Technology (AGIT). 

Opsi strategis ini dieksekusi selaras dengan kian melonjaknya kebutuhan akan transformasi digital di lingkungan korporasi. Saat ini, bidang solusi teknologi informasi telah bertransformasi menjadi salah satu roda penggerak utama bagi eskalasi kinerja perusahaan.

Menilik pada laporan finansial yang dipublikasikan oleh korporasi, raupan pendapatan dari bidang solusi teknologi informasi menembus angka Rp 455,25 maut sepanjang kuartal I-2026. 

Nominal tersebut menyumbang porsi berkisar 60% dari keseluruhan total pendapatan ASGR yang menyentuh angka Rp 759,82 miliar.

Di lini berbeda, sektor bisnis solusi dokumen mencatatkan sumbangsih pendapatan sebesar Rp 322,86 miliar. Apabila dibedah dari sisi profitabilitas, nilai keuntungan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk membukukan lompatan tinggi sebesar 86,23% ke level Rp 69,48 miliar pada kuartal I-2026, dari fase yang sama di tahun sebelumnya yang berada pada posisi Rp 37,31 miliar.

Chief of Business Strategy & Development and Corporate Communications Astra Graphia, Satryo Dewandono, menerangkan bahwa ekspansi usaha solusi teknologi informasi memperlihatkan grafik yang positif sejak tahun kemarin. 

Capaian manis tersebut disokong oleh merangkaknya pendapatan dari lini layanan IT Services serta Infrastructure as a Service (IaaS), ditambah lagi dengan sokongan dari bisnis principal based.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan ke depan yang berfokus menjadi IT Professional Services,” ujar Satryo, Jumat (22/5).

Manajemen ASGR menganalisis prospek dari industri solusi TI hingga pengujung tahun 2026 nanti masih menyuguhkan potensi yang sangat masif. 

Mengacu pada kalkulasi International Data Corporation (IDC), nilai serapan belanja teknologi informasi secara makro diprediksi bakal terangkat naik sekitar 13% pada tahun 2026.

Menurut penjelasan Satryo, keadaan tersebut bertindak sebagai sinyal positif sekaligus momentum krusial bagi Astragraphia dalam menggenjot akselerasi bisnis yang bertumpu pada lini layanan IT Services. 

Secara lebih mendalam, perusahaan mengintensifkan penetrasi bisnis pada sektor layanan IT Professional Services, yang mana kawasannya mencakup IT Managed Services, Cyber Security, IT Operation Services, Infrastructure Solutions, hingga Cloud Services.

Bukan cuma menitikberatkan pada akselerasi usaha, ASGR pun menaruh atensi besar terhadap penguatan kecakapan sumber daya manusia mereka lewat pengguliran program upskilling dan reskilling, serta kokohnya kultur kerja di lingkungan internal perusahaan.

Satryo menambahkan bahwa penempatan investasi yang digelontorkan oleh perusahaan di bidang teknologi informasi bakal dikonsentrasikan pada pilar-pilar fundamental bisnis. 

Targetnya ialah supaya perusahaan memiliki ketahanan yang lebih tangguh dalam merespons dinamika laju teknologi serta pergeseran kebutuhan pasar.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Teknologi saat ini berkembang tidak hanya untuk mendukung remote working dan remote learning, tetapi juga platform digital seperti cloud, AI, automation, analytics, dan cyber security,” jelasnya.

Kendati tensi kompetisi di dalam industri teknologi informasi bergulir semakin ketat, ASGR tetap memelihara rasa optimis yang tebal untuk bisa mempertegas dominasi posisinya. 

Taktik yang dijalankan ialah melalui diferensiasi ragam servis serta penyusunan solusi yang fleksibel dengan keperluan dunia korporasi.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Persaingan di bidang IT cukup luas. Kompetitor utama berasal dari perusahaan yang memang focus bergerak di sektor enterprise information technology,” tutup Satryo.

Reporter: Ibtihal