Fujifilm dan Siloam Jalin Kemitraan Akselerasi Layanan Kesehatan

Penandatanganan kerja sama strategis antara Fujifilm dan Siloam Hospitals. (Foto: bisnis.com)
Penulis: Ibtihal
Jumat, 22 Mei 2026 | 10:53:41 WIB

JAKARTA – Fujifilm Indonesia dan Siloam International Hospitals resmi menjalin kemitraan strategis untuk mempercepat transformasi layanan kesehatan di Indonesia.

Proses penandatanganan kerja sama ini dilakukan pada 20 Mei 2026, dihadiri langsung oleh President dan CEO Fujifilm Holdings Corporation Teiichi Goto serta CEO Siloam International Hospitals Caroline Riady.

Teiichi Goto menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak sekadar kemitraan teknologi biasa, melainkan wujud dari visi bersama untuk membangun ekosistem pelayanan kesehatan Indonesia yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kami melihat bahwa masa depan layanan kesehatan tidak lagi ditentukan oleh teknologi semata, tetapi oleh bagaimana teknologi tersebut terintegrasi dalam sebuah sistem yang mampu memberikan dampak nyata bagi pasien dan tenaga medis,” ujar Teiichi Goto.

Melalui kemitraan ini, kedua pihak menyatukan keunggulan klinis, pendidikan kedokteran, serta inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan angka kesembuhan pasien dan memperluas akses terhadap layanan medis berkualitas.

Teiichi Goto menambahkan bahwa kolaborasi ini bertumpu pada 3 pilar utama, yakni memperkuat kapasitas pelayanan medis, mengadakan pelatihan bagi tenaga profesional medis, serta mendukung penanganan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi prioritas nasional.

Sebagai langkah awal, kedua instansi akan menerapkan solusi AI klinis yang dirancang untuk membantu proses skrining, meningkatkan akurasi diagnosis, dan mengoptimalkan efisiensi kerja klinis. 

Sistem ini akan memudahkan para dokter dalam mengambil keputusan medis secara lebih cepat berdasarkan data yang akurat.

Salah satu program strategis dalam kemitraan ini adalah pendirian Endoscopy Training Center, yang ditargetkan untuk meningkatkan kompetensi klinis di bidang tindakan gastroenterologi lanjutan di Indonesia, seperti EUS, ERCP, dan kolonoskopi.

Program ini juga akan diperkuat melalui kegiatan transfer pengetahuan berskala internasional yang melibatkan pihak Jepang dan mitra regional, di samping program edukasi bersama Universitas Pelita Harapan.

Selain sektor pelayanan medis dan edukasi, kolaborasi ini juga menjajaki program pemberantasan tuberkulosis yang menjadi salah satu prioritas kesehatan di tingkat nasional.

Kedua pihak akan mengkaji berbagai solusi untuk meningkatkan deteksi dini sekaligus mempermudah keterjangkauan akses medis bagi masyarakat, salah satunya melalui pemanfaatan perangkat X-ray portabel berbasis AI untuk skrining di wilayah terpencil.

Pada kesempatan yang sama, Caroline Riady menjelaskan bahwa perubahan layanan kesehatan yang berdampak nyata bersumber dari penguatan kompetensi klinis, peningkatan standar pelayanan, serta perluasan jangkauan ke berbagai daerah di Indonesia.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Melalui kolaborasi dengan Fujifilm Indonesia, kami ingin mempercepat inovasi layanan kesehatan melalui diagnostik canggih, pendidikan medis, dan pelatihan klinis, sekaligus memperkuat Gastroenterology Center of Excellence Siloam. Kemitraan ini juga mendukung aspirasi Siloam untuk menjadi pusat pelatihan dan pembelajaran regional, sehingga lebih banyak masyarakat Indonesia dapat mengakses layanan kesehatan berstandar internasional tanpa perlu berobat ke luar negeri," ujar Caroline Riady.

Melalui kemitraan strategis ini, Fujifilm Indonesia dan Siloam International Hospitals berperan sebagai penggerak dalam mempercepat adopsi inovasi klinis serta membangun fondasi layanan kesehatan berbasis teknologi yang berfokus pada pencapaian hasil klinis optimal bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Reporter: Ibtihal