Pemko Payakumbuh Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Iduladha

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman. (Foto: padanginfo.com)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 21 Mei 2026 | 10:14:42 WIB

PAYUKUMBUH – Otoritas Kota Payakumbuh lewat Dinas Ketahanan Pangan menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada pelataran Kantor Camat Payakumbuh Timur pada Rabu, 20 Mei 2026 pagi. 

Agenda ini dilangsungkan selaku langkah memelihara stabilitas ketersediaan stok serta nilai jual bahan pokok menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah sekaligus menekan laju inflasi daerah.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, mengutarakan bahwa konsumsi masyarakat atas bahan pangan pokok berpotensi menanjak menjelang hari besar keagamaan. 

Merespons situasi tersebut, jajaran pemerintah daerah turun langsung demi menjamin warga tetap bisa mendapatkan komoditas pokok dengan tarif di bawah rata-rata pasar.

“Kami telah menyiapkan sejumlah komoditas pangan strategis dengan harga terjangkau guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Iduladha,” ujar Elzadaswarman saat meninjau lokasi.

Elzadaswarman menerangkan, Gerakan Pangan Murah menjadi tindakan nyata otoritas dalam mengawal keterjangkauan daya beli, menahan laju inflasi, dan mengokohkan ketahanan pangan warga. 

Ia pun mengimbau masyarakat supaya tidak melangsungkan aksi borong komoditas yang memicu kepanikan pasar.

“Kami mengajak seluruh pihak, mulai dari distributor, Bulog, pelaku usaha pangan, kelompok tani, hingga masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas pasokan dan tidak melakukan panic buying,” tegasnya mengimbau.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh, Edvidel Arda, menjabarkan bahwa pelbagai komoditas strategis sengaja didatangkan dalam kuantitas masif. 

Di antaranya meliputi beras lokal Anak Daro sejumlah 3,5 ton yang diniagakan Rp140 ribu per 10 kg, serta beras SPHP sebanyak 100 kg dengan tarif Rp63 ribu.

“Selain itu, kami sediakan cabai merah 300 kilogram seharga Rp30 ribu per kilo dan bawang merah 297 kilogram seharga Rp25 ribu per kilo. Gula pasir disediakan 300 kilogram seharga Rp15 ribu per kilo, telur ayam 300 lapiak seharga Rp40 ribu per lapiak, serta minyak goreng kemasan dua liter seharga Rp30 ribu,” jelas Edvidel.

Edvidel mengimbuhkan, besarnya gairah warga sudah nampak semenjak pagi hari dengan memadati pelataran kantor camat. 

Guna menjamin keadilan distribusi, tiap-tiap warga yang berniat menebus komoditas diwajibkan memperlihatkan salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) berdomisili Kota Payakumbuh kepada para petugas.

Reporter: Ibtihal