Harga Minyak Global Drop Enam Persen Usai Pernyataan Damai Trump
JAKARTA - Nilai dagang minyak mentah global merosot sekitar 6 persen pada perdagangan Rabu (20/5/2026) menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait perkembangan positif hubungan diplomatik dengan Iran.
Penurunan ini dipicu oleh harapan pasar akan meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Perkembangan pasar energi ini mencatat minyak Brent ditutup menyusul penurunan sebesar US$ 6,26 atau 5,63 persen ke level US$ 105,02 per barel, seperti dilansir dari Investasi.
Pada saat yang sama, minyak mentah West Texas Intermediate ikut terkoreksi sebesar US$ 5,89 atau 5,66 persen menjadi US$ 98,26 per barel.
Sentimen positif pasar muncul setelah adanya laporan mengenai aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang mulai bergerak.
Tiga kapal tanker raksasa dilaporkan telah melintasi selat tersebut pada hari Rabu setelah sempat tertahan selama lebih dari dua bulan di Teluk dengan mengangkut sekitar 6 juta barel minyak mentah menuju pasar Asia.
Meskipun demikian, volume kapal yang melintas saat ini dinilai masih berada jauh di bawah kondisi normal sebelum terjadinya konflik. Sebelum pecah perang, rata-rata lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut mampu mencapai sekitar 130 kapal per hari.
Kondisi pasokan dalam negeri Amerika Serikat juga mengalami tekanan di tengah ketidakpastian pasar global tersebut.
Badan Informasi Energi AS mencatat stok minyak mentah domestik turun tajam sebesar 7,9 juta barel menjadi 445 juta barel pada pekan yang berakhir 15 Mei, melebihi estimasi awal analis yang memproyeksikan penurunan sebesar 2,9 juta barel.