Proyeksi IHSG 21 Mei 2026 Risiko Melemah dan Rekomendasi Saham Pilihan

Ilustrasi IHSG Berpotensi Melemah. (Sumber Gambar: inikata.co.id)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 21 Mei 2026 | 09:04:43 WIB

JAKARTA - Beberapa analis memprediksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpotensi terkoreksi dan menyodorkan rekomendasi saham pilihan pada sesi perdagangan, Kamis (21/5/2026). 

Mengacu pada data IDX Mobile, IHSG berakhir terkoreksi 52,18 poin atau senilai 0,82% menuju posisi 6.318,50 pada akhir perdagangan Rabu (20/5/2026). 

Sepanjang hari kemarin, indeks bergerak pada kisaran paling rendah 6.215,56 sampai paling tinggi 6.318,50. 

Ditinjau dari aspek likuiditas, nilai transaksi keseluruhan hari ini menyentuh Rp22,04 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 38,10 miliar saham. Frekuensi perdagangan dibukukan sebanyak 2,449 juta kali. 

Sebanyak 217 saham mencatatkan penguatan, 510 saham mengalami pelemahan, dan sisa 232 saham lainnya terpantau jalan di tempat. Beberapa saham yang menjadi penekan penurunan dari indeks LQ-45 meliputi saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang merosot 10,18% ke posisi Rp1.720, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang melorot 9,23% ke posisi Rp590, diikuti saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang turun 6,99% ke posisi Rp173. 

Selanjutnya, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) ikut terkoreksi 6,31% ke posisi Rp2.970, serta saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) yang menyusut 6,21% ke posisi Rp1.435.

Tim riset MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG hari ini masih menjadi bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.

 "Cermati area koreksi pada rentang 6.148-6.179 dengan area penguatan terdekat di 6.401-6.514," seperti dikutip dalam riset MNC Sekuritas, Kamis (21/5/2026). 

Analis memprediksi titik support IHSG berada pada rentang 6.148 dan 6.092, serta titik resistance di rentang 6.459 dan 6.635. 

MNC Sekuritas menyarankan supaya investor menimbang pilihan buy on weakness untuk PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA), PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), serta trading buy untuk saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT).

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. indkatorbisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Reporter: Ibtihal