JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) resmi menetapkan pendistribusian dividen sebesar Rp850,18 miliar. Keputusan tersebut telah disepakati dalam pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang diadakan pada Rabu (6/5/2026).
Berdasarkan hasil RUPS tersebut, Bank Jatim akan membagikan dividen senilai Rp56,62 per lembar saham. Nominal ini menunjukkan peningkatan dibandingkan perolehan dividen tahun lalu yang berada di angka Rp54,71 per saham.
Secara keseluruhan, total dana dividen yang dialokasikan kepada pemegang saham menyentuh Rp850,18 miliar. Angka ini merepresentasikan 55% dari total laba bersih yang diraih perseroan selama tahun buku 2025.
"Pembagian dividen selalu meningkat disetiap tahunnya mampu menjadikan saham BJTM sebagai salah satu saham favorit pilihan masyarakat dalam berinvestasi,” sebagaimana dilansir dari berita sumber melalui rilis resmi manajemen.
Pada sesi perdagangan Kamis (7/5/2026), harga saham BJTM berada di posisi Rp595 per lembar, atau naik 0,85% dari hari sebelumnya. Jika mengacu pada harga tersebut, maka rasio imbal hasil atau dividen yield BJTM mencapai 9,51%.
Kebijakan pembagian keuntungan ini sejalan dengan kinerja perusahaan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada kuartal I-2026, Bank Jatim berhasil meraup laba bersih konsolidasi senilai Rp661 miliar. Perolehan tersebut melonjak tajam hingga 90,41% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar Rp347 miliar.
Pertumbuhan laba bersih Bank Jatim pada triwulan ini antara lain didorong oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 39,61% secara tahunan menjadi Rp2,35 triliun secara konsolidasi.
“Pencapaian ini tidak lepas dari berbagai terobosan strategis yang dilakukan Bank Jatim untuk mengakselerasi bisnis, salah satunya melalui sinergi bersama UMKM serta digitalisasi yang memungkinkan layanan bank menjadi lebih mudah dan nyaman bagi seluruh nasabah,” jelas Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, sebagaimana dilansir dari berita sumber.